
Mama Lisa mendekati Davin yang akan berangkat ke indinesia dan mengajak bicara sambil duduk, " Apa kamu sudah tega meninggalkan istrimu, gimana kalau nanti mau tidur perutnya sakit lagi, Dira itu persis Mama saat mengandung kamu dulu, kalau mau tidur mintak di elus dulu,
"Tapi ! Ya kalau nanti Dira perutnya sakit langsung Mama hubungin Davin, dan langsung Davin terbang, " ucap Davin,
Davin masuk kamar berpamitan kepada Dira seperti biasa Davin mencium kening Dira dan Davin memeluk perut Dira dan mengelus ngelus perut Dira sambil berbicara , " Nak ! Papi kerja dulu ya, jaga Mami jangan buat Mami sakit lagi kerena Papi lagi jauh kasihan Mami kalau sakit, kamu di sini baik - baik saja ya Nak, besok Papi kembali, sementara Papi nanti ngak bisa ngelus kamu, Papi berangkat dulu ya,
Dan memcium perut Dira beberapa kali sampai Dira merasa geli, dan berkata " Ih kamu ! Temui selingkuan kamu dan jangan kembali lagi ke sini,
"Kalau kamu menuduh aku ayo ikut aku, aku di sana kerja bukan selingku, yang sudah ya sudah, aku benar di sana kerja ayo ikut aku, biar kamu tau, " ucap Davin dengan nada kesal dan sedikit marah,
"Oke " jawab Dira dengan nada singkat,
Pergilah Davin dan Dira ke indonesia, selama di perjalanan Dira hanya diam saja,
Pesawat sudah mendarat dengan selamat sebelum ke hotel Davin mengajak Dira untuk makan malam dulu sambil membeli makana yang akan di bawah ke hotel,
Sampai di hotel Dira merebahkan badanya sambil memeluk gulung tidak dengan Davin, Davin menghubungi Joni,
"Hai Jon ! Gimana dengan besok pagi apa kamu sudah mempersiapkannya apa yang harus di bawah, " tanyak Davin,
"Siap Tuan ! Apa Tuan sudah berada di indonesia ," jawab Joni dengan singkat,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam Dira duduk di samping tempat tidur sambil makan buah dan menerima panggilan dari Rani,
Dira membuat janji untuk bertemu Rani di siang hari di lobby hotel yang Dira tempati sekarang,
__ADS_1
Di pagi harinya seperti biasa Davin mengajak Dira keluar untuk mencari makanan, dan mengajak Dira untuk metting di lobby hotel, tapi Dira menolak dengan alasan akan bermain bersama Rani dan Ica di lobby hotel ini juga,
Sebelum Davin berangkat Rani dan Ica mengetuk pintu kamar yang di tempati Dira, Dira mengajak temanya untuk masuk sedangkan Davin berpamitan untuk pergi metting,
Pas jam sepuluh siang Rani dan Ica berpamitan pulang dan tidak sengaja Rani dan Ica berpapasan Davin yang sedang berjalan menuju kamar hotelnya,
Davin mendekati Dira dan mengelus perut sambil berkata, " Sayang kita kembali ke Mama pada di sini saja,
"Terserah aku lah mau kesana atau di sini, kalau kamu ngak suka kamu boleh pergi, sebenarnya hatiku juga masih sakit Mas, kenapa sih Mas kamu kok tega - teganya selingku dari aku, mana janji kamu, kenapa saat aku hamil kamu selalu begini, kamu bilang kurang aku apa Mas ! Aku ngak kuat Mas hidup sama kamu, pulangkan aku ke rumah Ibu sekarang, " ucap Dira sambil menangis,
"Iya ! Aku akan mengantarkan kamu ke rumah Ibu sekarang, dan ingat ! Sampai kapan pun aku ngak mau pisah sama kamu, kamu tetap istriku ibu dari anakku, "jawab Davin sambil menahan air matanya yang akan jatuh,
Sampailah Davin di rumah Dira dan dua jam sudah Davin bercerita dan bercanda bersama keluarga Dira,
Davin masuk ke kamar dan mendekati Dira yang sedang cetingan bersama temannya,
"Mas ! Habis lahiran nanti kita pisah, mana surat nikah nya, " ucap Dira,
"Kamu yakin dengan keputusan kamu ini, gimana kalau dalam satu minggu aku tidak bersama kamu, dan kalau kamu lebih dulu membutuhkan aku berarti kamu tidak boleh berkata putus atau mintak pisah, oke dan detik ini juga aku akan pergi, dan jika kamu ada apa - apa ceoat hubungin aku ," ucap Davin,
"Oke , " jawab Dira dengan singkat sambil mengunci pintu kamarnya,
Davin perpamitan kapada Kakaknya dan Ibunya sambil berkata, " Kak, Bu ! Tolong jaga Dira kalau ada apa - apa denganya tolong cepat hubungin Davin dan sekali lagi maafkan Davin,
Dan malam itu juga Davin pergi mencari hotel yang dekat dari rumah Dira, samapai di hotel Davin menghubungi Joni agar metting besok di ganti lokasinya di hotel mandiri,
__ADS_1
Di pagi harinya Perut Dira merasa kram dan sedikit sakit, Dira berjalan menuju dapur dan memintak tolong kepada Bik Atik untuk di buatkan susu hangat,
Kamu kenapa Non ! Perut kamu sakit, "Ucap Bik Atik sambil mendekati Dira dan membawahnya duduk di atas sofa,
Bik Atik pergi ke kamar Ibu untuk memberitahu kalau Dira perutnya sedang sakit,
Muklis dan Ibunya segera membawah ke rumah sakit terdekat, dan Dira berkata pada Ibu dan kakanya agar tidak memberi tau Davin jika Dira sakit,
" Dik ! Kamu lagi bertengkar ya sama suamimu, suamimu selingku lagi, " tanyak Muklis sambil mengelus perut Dira,
Dira hanya menangukkan kepalanya sambil berkata dalam hati, " Kenapa saat perut Dira di elus sama kakak dan ibu kok tetap saja sakit dan mala terasa sakit,
Dira berteriak kesakitan saat kakak dan Ibunya mengelus perut Dira, Muklis menjadi panik dan terpaksa Muklis menghubungi Davin dan memberi tau kalau perut Dira lagi sakit, dan dua hari ini Dira ada di rumah sakit, dengan spontan Davin langsung pergi untuk menemui Dira yang ada di rumah sakit,
Davin masuk kamar tempat Dira rawat dan Davin bersalaman pada Ibu dan ke dua kakaknya sambil bertanyak kepada Ibunya, Ibu dan Kakaknya bercerita, dan Dira berteriak kesakitan saat dokter memeriksanya,
Davin segera mendekati Dura saat dokter memeriksanya , Davin duduk di samping Dira tampa menghiraukan dokter yang memeriksanya, Davin mengelus perut Dira sambil berkata, " Kasihan Mami Nak ! Mami kamu sakit ,
"Mas ! Perut Dira sakit, Dira ngak kuat, sakit Mas, " teriak Dira sambil mencekram lengan Davin,
Sepuluh menit Davin mengelus - gelus perut Dira dan akhirnya perut Dira sembuh dengan seketika, dokter menyuru Davin untuk mentanda tanggani surat persetujuan kalau Dira segera di oprasi sekarang juga, Dira langsung berkata, " Alhamdulillah perut Dira sudah sembuh Dok !
Mendengar ucapan Dira, Dokter, Muklis dan Ibunya saling mengerutkan alisnya dan Dokter berkata, " Alhamdulillah
Langsung Dokter memeriksanya lagi sambil memegang perut Dira dan berkata, " Tu nyonya adik bayinya terlalu semangat nendang nya,
__ADS_1
"Iya Dok ! Kalau nendang terlalu keras perutku sakit, " Jawab Dira sambil mengelus perutnya,