JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Dira melahirkan


__ADS_3

Dan tidak terasa waktu cepat berlalu, hari semakin hari kandungan Dira semakin besar dan di minggu - minggu ini Dira di perkirakan melahirkan, Davin setia menunggu ke datangan bayinya ke dunia ini,


Mama Lisa selalu memberikan makanan dan menyuru istirahat, dan di malam harinya Dira merasa tidak enak kalau di buat tidur bayi yang ada di kandunganya selalu bergerak - gerak dengan keras,


"Mas.! Dira ngak bisa tidur coba Mas Davin pegang dia gerak - gerak terus, perut Dira jadi sakit ," ucap Dira dengan nada manja sambil menahan sakit,


Sambil memejamkan matanya Davin mengelus - elus perut Dira, Davin menempelkan mukanya ke perut Dira sambil berkata, " Nak ! Apa kamu mau keluar, ih jangan nendang - nendang begini kasihan Mami kamu, udah tidur buar Papi elus kamu,


Dua hari ini Perut Dira merasa sakit, dan Mama Lisa menyuru untuk di bawah ke rumah sakit,


Dengan spontan Davin mengambil kunci mobil untuk pergi ke rumah sakit, pas Jam dinding menunjukkan pukul tiga malam,


Sampai di rumah sakit Dira di periksa dan ternyata masih pembukaan satu dan sementara di perbolehkan pulang,


Davin memperlakukan Dira dengan manja, dan Dira selalu mengeluh kesakitan,


"Sayang Nak ! Ya gitu ngak papa, " ucap Mama Lisa sambil mengelus pundak Dira,


"Tu dengerin ! Lebih sakitan Davin Ma ! coba Mama lihat tangan Davin penuh sayatan sini kuku panjang kamu saya potong , " jawab Davin sambil melihat kuku panjangnya dan mengambil gunting,


Di pagi harinya Dira merasa sakit tidak bisa di tahan dan akhirnya Mama Lisa dan Davin mengantar Dira ke rumah sakit, Dokter menghampiri Dira dan memeriksanya,


"Alhamdulillah nyonya udah pembukaan delapan dan insyaAalloh sebentar lagi lahir, di tahan sedikit ya nyonya , " ucap Dokter sambil mengelus perutnya,


Davin setia menunggu Dira di sampingnya sambil mengelus - elus perutnya, sesekali Dira menangis karena tidak tahan menahan sakitnya kalau bayinya sedang bergerak,


"Ih Nyonya apa ngak malu pakai nangis segala, kalau buat aja ke enakan kalau begini kok pakai acara nangis, malu dong Nyonya di dengar orang , " ucap Suster sambil tersenyum dan mengrlus perut Dira,


"Iya tu Sayang ! Malu di dengar Suster ama Dokter buatnya aja diam - diam , " jawab Davin sambil mencium kening Dira dan membersikan air matanya,


Dokter memeriksanya lagi dan sebentar lagi Dira akan melahirkan, Dokter menyuru Dira untuk berbaring dan memberi petunjuk,

__ADS_1


Davin setia menunggu dan memberi semangat ke pada Dira,


Lima belas menit akhirnya Dira sudah melahirkan anak laki, Dira sakitnya hilang saat mendengar tangisan seorang bayi, dan tidak terasa air mata Davin menetes di pipi Dira,


"Terimakasih ya Aalloh , " ucap Davin sambil bersujud di bawah,


Dengan spontan Dokter meletakkan bayinya di atas dada Dira, dan memberikan ke Davin untuk di adzani,


Sambil menangis Davin mengadzani anak laki lakinya,


"Sebentar Tuan dedeknya aku bersikan dan di pakaikan pakian agar tidak kedinginan, " ucap Suster sambil mengendong dedek bayinya,


Davin mendekati Dira sambil mencium keningnya dan berkata, " Terimakasih sayang, kamu telah memberikan aku anak laki - laki yang sangat ganteng,


Suster membersikan Dira, dan Suster menyuru Davin untuk keluar ruang bersalin,


Mama lisa setia menemani Dira, dan Davin mendekati Mama lisa, dan Mama Lisa tersenyum sambil berkata, " Terlmakasih Nak ! Kamu telah memberikan Mama cucu, kapan Mama bisa lihat cucu Mama !


Tiga puluh menit Suster datang sambil membawah Dira untuk di bawah ke ruangan, Mama Lisa mendekati Dira dan mencium sambil berkata, " Terimakasih ya Nak ! Kamu telah memberikan cucu untuk Mama, dan kamu sekqrang menjadi orang tua,


"Iya Ma ! Sama - sama, Dira juga berterimakasi telah membimbing Dira menjadi orang yang lebih kuat,


Suster membawah dedek bayinya untuk pertama kalinya Dira memberikan Asi, Suster meletakkan bayinya di pangkuan Dira sambil berkata, " Nyonya air asinya kan udah keluar,


"Udah Sus ! Ta ___ tapi ih geli Sus ! Sa ___ sakit sakit Sus, " ucap Dira sambil menahan geli,


Tok


Tok


Masuklah keluarga Dira, Ibunya mendekati Dira sambil mencium kening begitu juga dengan Muklis dan Rara, Ibunya mengendong bayi sambil duduk di sofa samping Rara kakak ipar Dira,

__ADS_1


Dan datanglah Suster untuk memeriksa Dira dan hari ini Dira di perbolehkan pulang,


Sampailah di rumah Dira merebahkan badanya di atas kasur dan Mama Lisa merapikan kakinya Dira supaya lurus,


"Iya, ya jeng harus di gituin ngak boleh seenaknya kalau tidur, " ucap Mama Lisa,


"Itu sampai tiga puluh hari harus di perhatikan tingkah laku serta makanya ya Jeng ! " ucap Mama Lisa,


"Gimana kalau Dira sementara waktu tinggal di rumah biar saya bisa merawat Dira, " ucap Ibu nya,


"Ngak usah Jeng biar Dira di sini kan ada aku, aku bisa kok ngerawatnya, lagian ada Bik Atun, Bik Atun dulu jiga merawat saja dan Davin, kalau mau Jeng tinggal di dini saja biar kita sama - sama merawat anak dan cucu kita , mau ya Jeng tinggal di sini, " ucap Mama Lisa,


"Iya Ibu tinggal di sini aja untuk sementara waktu, " jawab Dira dengan nada manja,


"Ngak papa Bu ! Biar aku nanti pulang sama Mas Muklis, " ucap Rara kakak ipar Dira,


Dan Ibunya memutuskan untuk tinggal di sini untuk beberapa hari,


Dan tidak terasa sudah lima hari Ibunya tinggal bersama Dira, dan sepertinya Ibunya tidak kerasan , dan pada malam hari Ibunya tidak bisa tidur Dira terbangun dan duduk di samping Ibunya dan berkata, " Bu ! Ibu ngak krasan ya, Ibu mau pulang ?


"Iya Ibu ngak krasan ngak bisa tidur, Ibuk besok pulang aja, kamu dan anak kamu kan sudah ada yang merawat, pesan Ibu jangan makan yang aneh - aneh nurut sama mertua kamu, mertua kamu sangat baik dan kalau tidur kaki kamu yang lurut, di jaga sendiri badanya, " ucap Ibunya sambil duduk di samping Dira,


Dan di siang harinya Davin mengantarkan Ibunya pulang dan tidak lupa Davin memberikan sedikit uang kepada Ibunya, dan Ibunya menolak, tetap saja Davin memberikannya, sebelum ke rumah Davin membelikan buah untuk Ibunya,


'"Ngak usah Nak ! Udah ngak ada yang makan, di dalam kulkas masih ada " jawab Davin,


Sampai di rumah Davin langsung masuk ke kamar Dira sebelum masuk Davin berkata pada Ibunya, " Bu Davin mau istirahat dulu, Davin capek , ngantuk , di rumah ngak bisa tidur,


"Iya kamu istirahat saja di kamar , " jawab Ibunya,


Satu jam sudah Davin tertidur dan terbangun mendengar suara ponselnya berbunyi, dan di lihatnya dari Dira,

__ADS_1


"Aku masih di rumah Ibu, aku tidur dulu di sini, coba kamu lihat ini Bu ! Iya - iya aku pulang sekarang, " jawab Davin sambil berjalan menuju kamar mengambil kunci mobil dan berpamitan kepada Ibunya,


__ADS_2