JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bau rokok


__ADS_3

Pas jam sembilan malam Davin membawah makanan yang di pesan Dira dan tidak lupa Davin juga membelikan untuk Ibunya,


Davin membangunkan Dira agar cepat du makan, bukanya berterima kasih mala Dira marah - marah sama Davin,


"Ih ! Makan saja, Dira udah ngak selerah, dasar tukang selingku, " ucap Dira dengan nada marah,


Dan tidak terasa sudah satu bulan Davin berada di rumah Dira, Dira tetsp saja tidak ada perubahan,


Dan suatu ketika Davin tidak pulang ke rumah Dira dua hari, sebelum Davin berangkat Davin berpamitan kepada Ibu dan Kakanya kalau dua hari ini Davin tidak pulang dan Davin titip Dira,


Dira mulai gelisa saat Davin tidak pulang, Dira duduk di teras rumah sambil berkata, "Mas ! Kenapa kamu ngak pulang, dan tidak biasanya, kamu hari ini ngak ngasih kabar,


***********


Mama Lisa melihat Davin masuk kamar sejak tadi pagi belum kembali, Mama Lisa mengampiri Davin, Davin duduk di sofa sambil mengisap beberapa kotak rokok,


"Nak ! Kenapa kamu, kamu yang sabar ya, itu juga gara - gara kamu, udah beberapa kali dan tau kalau istrimu ngambek itu sangat lama, pulanglah udah dua hari kamu mengurung di kamar tidak makan dan minum hanya menghisap rokok, yang sabar ya Nak ! " ucap Mama Lisa sambil menepuk tangan Davin dan duduk di samping Davin,

__ADS_1


Ponsel Davin berbunyi terus menerus, Davin tidak menghiraukanya, merasa mengangu Mama Lisa melihat pangilan masuk,


Nak Ibu mertua kamu yang telpon tolong kamu angkat siapa tau penting, dan tanpa ijin Mama Lisa menerimanya,


Dan ternyata Ibu mertuanya menggabari kalau Dira lagi terjatuh dan di bawah ke rumah sakit,


Mendengar suara mertuanya Davin langsung bangkit dan berlari menuju rumah sakit,


Dua jam sudah akhirnya Davin dan Mama lisa sudah berada di ruangan Dira, Davin dan Mama Lisa mendekati Dira yang sedang berbaring


''Mas ! Bau rokok kamu, " teriak Dira,


Mama Lisa duduk di samping Dira sambil bercerita tentang Davin selama dua hari, Dira mendengarkan cerita Mama Lisa sambil meneteskan air matanya, dan memintak maaf


dan lima menit Davin datang dan duduk di sofa menemani Ibunya, kak Muklis juga kakak Iparnya,


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam Ibu beserta kakaknya berpamitan pulang begitu juga dengan Mama Lisa yang sudah di jemput Paa Bima untuk pulang,

__ADS_1


Tinggal Davin dan Dira, Dira hanya terdiam tampa berbicara tidak dengan Davin,


"Sayang mau keana biar aku bantu, " ucap Davin sambil memegang tangan Dira,


"Dira hanya diam saja dan tidak menjawab Davin, Dira berdiri sambil berteriak , " Au sakit,


"Udah ngak bisa ! Apa perlu bantuan saya, ngak bisa sendirikan, " ucap Davin sambil menuntun Dira ke kamar mandi,


Sesudah kekamar mandi dengan spontan Davin mengangkat Dira untuk di bawah ke atas kasur, sambil berkata, " Ngak bisa sendiri kan,


"Udah Mas, kalau ngak ikhlas sana kamu pulang, '' jawab Dira dengan nada marah,


"Udah ngak bilang terimakasih, malah marah - marah tapi aku suka melihat kamu marah marah, dasar kamu masih sakit bisa marah juga, semoga sakit kamu lama, biar aku bisa dekat sama kamu Sayang " jawab Davin dengan nada senyum sambil mencium bibir Dira yang sedang manyun,


Jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam, Dira tidak bisa tidur hanya menguling gulingkan badanya ke kiri dan kanan, Davin mendekati Dira sambil berkata, "Perut kamu sakit coba aku usap - usap biar kamu bisa tidur,


Lima menit akhirnya Dira tertidur dengan nyenyak begitu juga dengan Davin yang tertidur sambil memegangi perut Dira,

__ADS_1


__ADS_2