
Tidak terasa sudah tiga hari Dira berada di rumah sakit, dan hari ini Dira pulang, Davin mengajak Dira pulang ke rumahnya,
"Ngak aku mau pulang ke rumah Ibu ! " ucap Dira dengan nada manyun,
Dan akhirnya Davin pulang ke rumah Dira, sudah satu minggu Davin tidak pulang ke rumahnya, Mama Lisa menghubungi Dira untuk pulang ke rumah karena ada arisan keluarga,
Davin mengajak Dira untuk pulang ke rumah,
"Sayang ayo pulang besok minggu ada arisan keluarga, ngak enak kalau kita ngak pulang, kasihan Mama, " ucap Davin,
"Iya " jawab Dira dengan singkat,
Dan sore harinya Davin berpamitan kepada Ibunya begitu juga dengan Dira, sebelum sampai di rumah Davin mengajak makan terlebih dahulu,
Pas sampai di rumah pukul tujuh malam,
__ADS_1
Dira ke luar kamar dan menghampiri Bik Atun dan Bik Ita untuk membantu membuat kue, dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sepuluh Dira merebahkan badanya di atas sofa ruang tengah sambil menyalakan televisi,
Davin keluar kamar sambil bertanyak kepada Mamanya mengenai Dira,
"Istri kamu di ruang tengah Nak ! Ajak tidur udah malam, ngak baik orang hamil tidur terlalu malam, " jawab Mama Lisa,
"Ih ni orang gampang sekali tidurnya , " ucap Davin sambil mengangkat Dira untuk di bawah ke kamar,
Dira tertidur sangat nyenyak tidak terasa kalau Davin mengangkatnya, dan Dira terbangun saat Dira di taruk di atas kasur,
Seperti biasa Dira tidak bisa tidur sebrlum Davin mengelus - elus perut Dira, sampai jam dinding menunjukkan pukul sebelas Dira tetap tidsk bisa tidur,
Sesekali Davin melihat Dira yang membolak balikkan badanya, dalam hati Dira berkata sambil memejamkan matanya, " Mas - Mas kamu ngak peka aku ngak bisa tidur ni ! Mintak di elus kamu,
Sambil manyun bibirnya Dira mengambil remot televisi dan menyalakan dengan volume sangat kesar sampai Davin tergangu,
__ADS_1
Davin hanya menggeleng - gelengkan kepalanya sambil berkata, " Kenapa bibir kamu !
Merasa di lihat Davin dengan spontan Dira memeluk guling dambil membelakangi Davin, merasa ada yang aneh Davin mendekati Dira sambil mengelus pundaknya dan menariknya agar Dira menghadapnya, dengan spontan Davin mengelus perut Dira sambil mencium kening dan berkata, " Aku udah tau maksud kamu itu apa, aku suka melihat bibir kamu yang manyun ini, bilang apa kalau mintak di elus,
"Kamu ngak ikhlas sana , " jawab Dira sambil menempis tanganya,
"Ngak bisa ta sehari ngak marah, memangnya kamu bisa tidur kalau anak kita belum aku usap - usap, dasar ____ ucap Davin tidak melanjutkan ucapanya,
"Dasar apa Mas ! Teruskan dasar apa ! " ucap Dira sambil duduk dan menghadap ke Davin,
"Mau tau jawabanya, dasar apa, dasar kamu sok manja membuat aku ngak bisa jauh dari kamu, apalagi kalau kamu sedang marah, aku pingin jengguk dedek bayi udah lama, gara - gara bibir kamu yang manyun aku jadi pinggin sekarang " ucap Davin sambil memeluk Dira dan mencium tidak ketingal memainkan dua aset kembar Dira,
Dira hanya diam saja sambil menikmati sentuhan yang di berikan Davin, lima menit keduanya sudah melayang ke angkasah,
Dira tertidur sangat nyenyak tidak dengan Davin, Davin melanjutkan pekerjaanya, dan keluar untuk membuat kopi,
__ADS_1