
Waktu begitu cepat berganti, di pagi hari Dira keluar rumah dan berjalan menuju Mang Ujang yang sedang menyirami tanaman, dan Dira mengambil selang yang ada di tangan mang Ujang,
"Jangan Non ! Biar mang Ujang aja yang siram Non Dira duduk aja, " ucap Ujang sambil memintak selangnya,
Davin tidak sengaja melihat Dira dan mang Ujang sangat akrab, dengan spontan Davin berdehem,
Mang Ujang membalikkan badanya ke arah Davin sambil membungkukkan setengah badanya,
"Sayang masuk sana, aku mau berangkat kerja makan jangan lupa minum obat, " pamit Davin sambil mencium kening Dira,
Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh Dira menghubungi Davin untuk memintak ijin keluar rumah, dengan spontan Davin tidak mengijinkan pergi Dira,
Sebelum Davin menjawab ponsel Dira langsung di matikan, dan beberapa kali Davin menghubungi Dira tidak di jawab, Davin menjadi panik dan menghubungi Bik Atun,
"I ___ iya Tuan ! Non Dira pamit mau pulang sebentar, " jawab Bik Atun dengan nada gugup,
Sampailah di rumah Ibu dengan selamat, Ibunya mendekati Dira sambil berkata, " Nak kamu kenapa kok pulang sendirian, apa kamu lagi bertengkar ?
"Ngak lah Bu ! Aku jenuh di rumah sendiri aku pulang aja, " jawab Dira dengan nada manja,
__ADS_1
Dan lagi - lagi ponsel Dira berbunyi, Dira melihat ponselnya beberapa pangilan tidak di jawab, Dira langsung menghubungi Davin,
Kamu kemana aja, ponsel kamu di mana, kamu lihat berapa panggilan, di ma _____
Sebelum Davin meneruskan ucapanya Dira berkata, " Mas ! Aku jenuh di rumah sendiri, enakan kamu bisa bertemu ___ ,aku di rumah Ibu, kalau mau nanti jemput aku ya Mas ! Mas kalau kamu marah ngak usah jemput Dira, biar Dira di sini sama Ibu, udah selingku ngomel terus,
Dengan spontan Dira langsung mematikan ponselnya,
"Dira kamu itu, kalau ke mana - mana itu harus ijin suami, kalau ngak boleh ya ngak usah pergi, " ucap Ibunya Dira,
"Udah Buk Dira pusing, " ucap Dira dengan singkat sambil berjalan menuju kamarnya,
Satu jam mobil Davin sudah terparkir di depan rumah Ibunya, Davin masuk menemui Ibu dan Kakanya,
Melihat Dira sedang tertidur dengan nyenyak Davin merebahkan badanya di atas sofa kamar Dira, Dira terbangun saat mendengar suara ponsel Davin berbunyi, Dira duduk sambil menguap,
Davin menerima pangilan dan berjalan mendekati Dira dan mencium kening Dira,
"Mas ! Aku mau tinggal di sini sama Ibu boleh ya Mas ! "tanyak Dira dengan nada manja,
__ADS_1
"Ngak boleh, ayo kita pulang, " jawab Davin dengan singkat tanpa melihat Dira,
Dira langsung diam sambil memanyunkan bibirnya saat mendengar ucapan Davin yang tidak mengijinkan Dira tinggal di sini,
Davin dan Dira berpamitan untuk pulang, di dalam perjalanan Dira hanya diam saja tidak dengan Davin, Davin yang banyak bertanyak dan banyak membeli makanan,
"Sayang tumben kamu mau apa mumpung kita di luar, " tanyak Davin dengan singkat sambil melihat ke arah Dira,
"'Pinggin mobil, " ucap Dira dengan singkat,
Mendengar ucapan Dira dengan spontan Davin memberhentikan mobilnya sambil melihat muka Dira dan berkata , " Oke ! Aku belikan sekarang,
Davin membelokkan mobilnya ke arah deler mobil, lima belas menit mobil Davin sudah terparkir di depan deler,
Davin mengajak Dira untuk memilih mobil yang ia inginka,
Udah Mas bercandanya, udah gila apa kamu membelikan aku mobil, udah - udah Mas ayo pulang ," ucap Dira ,
"Gila ! Iya aku tergila - gila sama kamu, ayo turun atau aku gendong ," jawab Davin sambil memegang badan Dira yang mau di gendong,
__ADS_1