
Dira bercerita tentang apa yang sedang terjadi , dan Dira berpamitan akan pergi dari Davin sekarang juga , Mama Lisa menyegahnya dan Mama Lisa berjanji akan menjemput Dira sekarang juga,
Dan Mama Lisa menghubungi Bik Atun untuk mencegah bila Dira pergi dari rumah,
Menempuh lima jam perjalanan di udara akhirnya Mama Lisa sudah sampai di rumah,
Jam dinding menunjukkan pukul lima pagi Mama Lisa sudah berada di rumah, Davin terbangun dan menemui Mama Lisa sambil berkata , " Ma ! Kapan Mama datang, masih pagi kok sudah ada di sini, tumben Ma , ada apa ?
Mana Dira akan aku ajak dia pergi dari sini, dari pada cucu Mama jadi korban, ternyata kamu pengecut, Mama kan sudah bilang jaga dan sayangi dia kenapa kamu menyakitinya, aku akan ajak Dira, berbuatlah seenak kamu di sini tampa ada yang melarang, " Ucap Mama Lisa dengan nada marah sambil masuk kamar Dira,
Mama Lisa mendekati Dira dan mengajak Dira pergi dari sini,
Davin melarang Mama Lisa membawah Dira pergi, Davin bersujud ke kaki Mama Lisa sambil berkata, " Ma maafkan Davin jangan bawah Dira pergi, Davin ngak bisa hidup tampa Dira,
"Begitu juga dengan Dira , Dira ngak bisa hidup bersama suami yang tukang selingku dan pengecut seperti kamu, kejarlah Ratna dan satu lagi jangan temui Mama, " ucap Mama Lisa dengan nada marah dan mengandeng Dira untuk keluar rumah,
Di dalam perjalana Dira tetap menangis, sebelum masuk bandara Mama Lisa mengajak Dira untuk makan pagi , dan pas jam tujuh mobil yang di tumpangi Mama Lisa sampai di bandara,
Dan tidak sengaja Dira melihat Davin yang berada di bandara juga lagi pesan tiket,
Mama Lisa dan Dira menghindari Davin,
__ADS_1
Pas jam delapan pesawat yang di tumpangi Mama Lisa dan Dira sudah terbang di angkasa, menempuh perjalanan lima jam akhirnya sudah sampai,
Sebelum ke rumah Mama Lisa mengajak Dira untuk membeli baju dan belanja makanan yang Dira sukai,
"Nak ! Pilih makanan yang kamu sukai dan jangan lupa beli susu buat cucu Mama agar di sehat, " ucap Mama Lisa dengan nada senyum,
"Iya Ma ! Terimakasih Mama sangat baik pada Dira, maafkan Dira Ma ! Dira selalu merepotkan Mama ! " jawab Dira sambil menangis dan memeluk Mama Lisa,
"Kamu sudah saya anggap anak Mama sendiri, dan apa pun yang terjadi kamu harus sama Mama sampai kapan pun, " jawab Mama Lisa sambil menangis dan membersikan air matanya Dira,
Dan tidak terasa sudah satu minggu Dira berada di jepan bersama Mama dan Papa Davin begitu juga dengan Davin,
Dira tidur satu kamar tapi Dira tidak mau berbicara sama Davin, saat Davin mengajak bicara Dira hanya diam saja, dan semakin hari Dira merasa jengkel terhadap Davin selalu mengajak bicara,
Dan di malam itu saat Davin mengelus perut Dira Davin berkata, " Sayang aku besok ke indonesia dua hari ada metting aku harus hadir,
"Kenapa sih kamu kok selalu ngajak aku bicara, kepalaku pusing saat mendengar suara kamu, aku udah bilang terserah kamu mau ke mana aku ngak perduli lagi sama kamu, kalau aku tau kamu ikut ke sini aku ngak mau ikut sama Mama, aku ingin pergi sendiri, hatiku sakit kalau lihat kamu, pergilah dari kehidupanku jangan dekati aku, " ucap Dira sambil menangis dan memegang perutnya,
Mendengar ucapan Dira dengan spontan Davin mengambil nafas panjang dan mengeluarkanya dengan keras sambil melihat Dira, sesekali Dira melirik Davin, Davin tetap melihat Dira, satu jam sudah Davin melihat Dira ke mana saja Dira jalan tetap Davin melihaynya dengan pandangan yang menakutkan,
Merasa takut Dira merebahkan badanya sambil memeluk guling, selama dua jam Dira tidak belum bisa tidur dan perut Dira merasa sakit dan kram, terpaksa Dira menggirim pesan ke pada Mama Lisa kalau perutnya terasa sakit,
__ADS_1
Dengan spontan Mama Lisa mengetuk pintu kamar dan Davin membukak pintunya sambil berkata, " Ada apa Ma !
Mama Lisa tidak menjawab ucapan Davin dan langsung mendekati Dira dambil duduk dan berkata, " Ayo Mama antar ke rumah sakit sekarang !
Langsung Davin mendekati Dira sambil mengusap perut Dira dan berkata, " Kenapa dengan kamu Nak !
Dengan seketika perut Dira langsung tidak sakit lagi saat Davin mengelusnya,
Mama Lisa membawahkan minum air putih,
"Terimakasih Ma ! Perut Dira agak mendingan dan tidak sakit lagi, " ucap Dira dengan nada gugup,
"Apa mungkin Davin mengelusnya tadi, kok seperti aku dulu, saat mengandung Davin, dan kalau bertengkar perutku mesti kram, dan lebih parahnya lagi kalau mau tidur mintak di elus sama Papanya dulu, kalau belum di elus ngak bisa tidur, " ucap Mama Lisa dalam hati sambil terdiam sesaat,
Mama Lisa berpamitan untuk kembali ke kamarnya sambil mencium kening Dira dan mengelus perut Dira sambil berkata, " Jangan nakal di dalam perut ya kasihan Mami kamu jadi sakit perutnya,
Mama Lisa keluar kamar dan Davin mengikuti di belakangnya sambil berkata, " Ma ! Besok Davin mau ke indonesia boleh ya Ma aja Dira ! Sepertinya Dira butuh Davin,
Mendengar ucapan Davin Mama Lisa mengerutkan ke dua alisnya dan tersenyum sambil berkata, " Biarkan dia di sini sama Mama,
Dan di pagi harinya Dira duduk santai di taman depan rumah, Mama Lisa bercerita saat hamil,
__ADS_1
"Mama dulu saat hamil Davin sejak kandungan Mama satu bulan dan seterusnya kalau perut Mama belum di elus sama Papanya Mama ngak bisa tidur karena si Davin yang ada di dalam perut nendang - nendang mintak di elus, lalu Mama menyuru Papa mengelus perut Mama dengan seketika perut Mama yang sakit seketika sembuh, apa kamu juga gitu Nak ! Mintak di elus juga sama Papinya, " cerita Mama Lisa sambil tertawa,
"Sepertinya gitu Ma ! Tadi malam saja saat Dira marah sama Mas Davin dengan spontan perut Dira kram dan langsung sakit, biasanya juga gitu Dira ngak bisa tidur kalau perut Dira belum di elus, sebenarnya Dira males sama Mas Davin itu, maaf ya Ma ! Kali lihat Mas Davin bawahanya ingin marah terus, ngak tau sakit hati Dira kok ngak bisa hilang, dan sebenarnya Dira ingin pergi jauh ngak mau lihat Mas Davin bikin sakit hati saja, " jawab Dira,