
ππππππππ
Dua hari pasca lahiran, aku dan bayi bisa pulang ke rumah. Dengan senang hati mama menggendong cucunya keluar menuju mobil. Sementara kak Arsy menggandeng aku berjalan....
π‘π‘π‘π‘π‘π‘π‘
Tiba di rumah,
Suasana rumah sangatlah ramai, Ayla tak kalah senang memiliki adik perempuan yang lucu nan cantik seperti dirinya.....setelah lahiran mama bersedia menemani aku di rumah ketika kak Arsy ke kantor.....
Ini anak pertama aku dengan kak Arsy, aku belum tau bagaimana mengurus bayi. Aku di ajari banyak hal sama mama. Aku berusaha merawatnya sendiri agar kelak aku punya kedekatan dengannya seperti kedekatan aku dengan mama...
πͺAtiya Anugrah Arsyad..
Putri pertamaku dengan kak Arsy ku beri nama Atiya yang berarti hadiah dan anugrah yang berarti pemberian. Sebuah hadiah yang diberikan Allah yang di titipkan kepada kami.....Hadiah teristimewa bagi aku dan kak Arsy...
Setelah Atiya berumur sebulan, aku menjalani hariku sebagai seorang istri dan juga ibu bagi Atiya... segala rutinitas, seperti memandikan bayi telah aku ketahui dari ajaran mama selama sebulan ini...
Kehadiran Atiya menambah kebahagiaan di keluarga kami, kehadirannya membuat kak Reza dan kak Rifal juga Ayla selalu berkunjung ke rumah, tak kalah mama dan papa yang harus bolak balik dari kampung ke kota demi menemui cucu keduanya....lalu bagaimana dengan Dela yang kini lebih lebih sering di rumah sejak kehadiran Atiya yang lama dia nantikan.....
Semua terlihat bergembira dengan kehadiran Atiya, sebuah hadiah bagi kami sekeluargaa....
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
β‘πΉ
Setahun berlalu, pernikahan aku dan kak Arsy masuk tahun ke dua. Sementara Atiya baru berumur setahun....ujian demi ujian kami hadapi dalam kehidupan, musibah tidaklah selamanya bersama kami, akan tetapi dengan kesabaran semua akan membuahkan hasil yang memuaskan dengan kehadrian Atiya yang merupakan sebuah hadiah hidup aku dan kak Arsy terasa lebih lengkap......
Dengan keseharian kak Arsy yang sibuk di kantor membuatnya tak banyak waktu untuk bermain bersama Atiya. Dengan kehadirannya aku melihat kesungguhan dan kerja keras dan tanggung jawab kak Arsy demi masa depan Atiya.....
Kak Arsy menyadari akan kehadirannya bahwa seiring berjalannya waktu Atiya akan tumbuh besar dan ingin menjadikan Atiya sebagai anak yang berpendidikan dan beragama. Tentunya di awali sejak ia masih kecil....
Waktu terus saja berlalu. Suasana pagi indah mengarungi dunia. Matahari condong dari ufuk timur, dirinya mulai menyinari bumi. Kilauannya menembus masuk kaca jendela rumah...
ππππππ
__ADS_1
Nampak sangat indah, kilauan pun menusuk dedaunan bunga halaman depan rumah. Kak Arsy membawa Atiya keluar ke halaman depan rumah mengajaknya bermain dengan kupu-kupu yang silih beterbangan menyinggahi bunga-bunga yang baru saja mekar. Atiya hendak menangkap kupu-kupu yang beterbangan di atas kepalanya. Melompat dan mengayungkan tangannya di atas kepala berusaha meraih kupu-kupu tersebut.....
Hidangan sarapan pagi telah aku sediakan di meja teras depan. Atiya sangat aktif bermain dengan papanya....
Sini sayang, sama mama. Aku tiba-tiba datang menghentikan aktivitasnya. Menyodorkan kedua tanganku padanya....
Melihatku Atiya berjalan menghampiriku, meski jalannya masih tertatih hingga butuh beberapa detik untuk sampai di pelukanku...
Papa Arsy mengikutinya dari belakang menahan saat Atiya hendak terjatuh...
Ayo nak sini sama mama. Sahutku kembali saat Atiya menghentikan langkahnya melihat kupu-kupu yang semakin ramai...
Celoteh demi celoteh tangannya menunjuk ke arah kupu-kupu, sambil bergembira ria, tertawa sangat riang...
Aku terharu melihatnya begitu melihat pertumbuhannya semakin pesat....
Kak Arsy mendekatiku dan mencium keingku...
Sayang, lihat anak kita cantik kan.? Tanyanya sambil melemparkan senyumnya yang memberi kehangatan di kedua bola mataku...
Iya cantik seperti aku dan pintar seperti kamu. Jawabku sambil membalasnya dengan senyuman pula meski senyumanku tak semanis dengan senyum miliknya...
Atiya menoleh ke arah dimana kami berdiri memperhatikan dirinya...Dengan celotehnya yang sama sekali kami sebagai orang tua tidak paham maksudnya...
Kak Arsy duduk menada kedua tangannya hendak memeluk Atiya, namun harapannya sirna. Atiya berjalan merangkak mendekat dan semakin dekat hingga pelukan Atiya jatuh ke mamanya...
Sayang, kenapa mamanya yang di peluk. Papa yang siap menimang tiba-tiba pelukannya jatuh ke mama. Kasihan papa donk, lirihnya dengan suara sedih di lengkapi dengan ekspresi murungnya membuat Atiya tertawa lucu melihat tingkah papanya...
Hidangan sarapan pagi di pindahkan ke taman untuk di cicipi bersama. Kami duduk bertiga di atas rumput yang masih lembab karena embun pagi. Mencicipi teh hangat dan roti. Aku menyuapi Atiya dan sesekali menyuapi kak Arsy juga, begitupun dengan kak Arsy, terlebih dahulu menggingit rotinya lalu menyuapiku, demikian yang di lakukan pada Atiya. Kehadiran Atiya tidak membuat keromantisan aku dan kak Arsy lenyap. Dengan kesempatan seperti ini kami masih bisa saling menyuapi, ritual mencium kening tak pernah padam dan rasa sayang dan cinta kami semakin kuat...
End---------
.
.
__ADS_1
.
.
.
Hallo para readers, penantian dalam sebuah imajinasi telah usai. sebuah cerita khayalan tentang kisah perjodohan telah berakhir sampai di sini.
Author sangat meminta maaf apabila ada kata-kata yang tak sengaja ataupun di sengaja yang membuat hati para readers tertekan atau merasa tidak nyaman, karena sejatinya manusia lahir tanpa wujud yang sempurna.
-Author-
Author sangat berterima kasih atas partisipasinya telah menyempatkan waktunya untuk membaca novel khayalan Jodoh Pilihan Papa yang di dedikasikan langsung dari khayalan si author Rusni Mubin......
Semoga bermanfaat untuk para readers....
nantikan kisah lamunan selanjutnya....
.
.
.
jangan lupa like, coment and share.
Follow ig @rusnimubin
.
.
.
a million thanks to all of the readersπ
__ADS_1
jangan lupa like jika menyukai cerita ini yah, dan mampir jg yuk ke "My Chosen Wife"
Terima kasihπ