
Suasana di rumah pada malam itu sangat ramai setelah papa dan kakakku datang dari mesjid melaksanakan sholat magrib secara berjamaah. Sepertinya ada orang ketiga dengan kedatangan mereka. Di pikiranku hanya tetangga sebelah rumah yang datang ingin berbincang_bincang dengan papa seperti biasa. Aku tetap saja di dalam kamarku setelah aku melaksanakan shalat magrib. Tiba_tiba mama masuk dan memberitahuku bahwa pak Arsyad sedang ada di luar. Mama menyuruhku untuk menemuinya, namun aku sedikit di selimuti rasa malu dan takut. Mama memaksaku untuk keluar, dia mengambil jilbab langsung pasang berwarna merah yang tergantung di belakang pintu kamarku untuk aku kenakan.
Mama segera keluar dari kamarku, sehingga dia tidak mendengarkan aku lagi ketika aku berkata bahwa aku malu bertemu dengannya. Aku keluar dari kamarku dan menuju ruang dapur menemui kakak iparku yang lagi buat kopi untuk tamunya di luar. Setelah selesai, kakak iparku menyuruhku membawa kopi itu keluar.
__ADS_1
Aku mengambil baki yang berisi 1 cangkir besar kopi untuk papa dan 2 cangkir tengah untuk kakakku dan pak Arsyad. Aku segera membawanya keluar, kakak iparku ikut di belakangku dengan membawa setoples kue dan sepiring pisang goreng.
Aku meletakkan cangkir yang berisi kopi itu dengan sedikit tersenyum tanpa ada satu orang pun yang aku lihat, aku hanya berfokus pada meja di mana cangkir itu akan ku letakkan. Setelah aku meletakkannya, aku mengangkat kepalaku dan tak sengaja aku melihat pak Arsyad yang sepertinya dari tadi memperhatikanku sambil melempar senyuman manisnya padaku. Aku pun membalasnya dengan senyum juga dan sedikit menganggukkan kepala.
__ADS_1
Aku segera masuk ke dalam. Aku tidak ingin tinggal berlama_lama di luar, sementara kakak iparku ikut gabung bersama dengan mereka di ruangan tamu. Aku akan segera kembali kamarku, namun sebelum aku melangkahkan kakiku masuk, tak sengaja aku mendengar perbincangannya, walau aku tak sempat mendengarkan semuanya, tetapi ada yang bisa aku tangkap. Aku dengar mereka sedikit bercerita tentangku. Pak Arsyad mengatakan bahwa dia mengajar di kelasku dan dia juga bilang bahwa aku sedikit pendiam saat di kelas. Kakakku bilang bahwa aku memang anak yang tidak banyak bicara dan agak pemalu.
Mama hanya diam saat itu, sementara kakak iparku mengalihkan pembicaraan mereka. Mamabjuga ikut dalam pembicaraan itu, namun aku tidak lagi mendengar cerita mereka.
__ADS_1
Buku_bukuku begitu berhamburan di atas tempat tidurku, aku baru merapikannya saat aku masuk setelah beberapa menit aku tinggal di depan pintu kamar mendengar perbincangan mereka di luar. Setelah aku selesai merapikannya, aku mengambil laptopku dari dalam tas lalu membukanya. Aku mencari film barat karena itu akan membantu speakingku dalam bahasa inggris. Aku memakai haedset agar aku tidak ketahuan kalau aku sedang menonton film.
Aku melihat jarum jam di handphoneku ternyata sudah tengah malam, aku membuka headsetku dan saat itu sudah tidak ada lagi suara. Sepertinya pak Arsyad sudah pulang. Kurang lebih dua jam aku menonton film tanpa aku sadari. Aku pun tidak merasa kalau ternyata orang_orang di luar semua pada sedang tidur. Ini akibat suara headsetku yang terlalu besar, dan aku sengaja melakukannya agar tidak ada gangguan saat aku menonton.
__ADS_1