
Tidak terasa kandungan Dira sudah dua bulan dan di pagi ini seperti biasa Dira membantu bik Ita dan bik Atun di dapur menyiapkan makan pagi,
Semua keluarga makan pagi bersama, dan hari ini Papa Bima dan Mama Lisa akan pergi ke luar negri untuk melihat perusahanya yang ada di sana,
Dira menjadi kesepian saat di tinggal Mama Lisa beberapa minggi ini, dan besok Davin akan pergi juga ke malasiya bersama Joni untuk mengurus perusahaanya yang ada di sana, Davin mengantar Dira ke rumah Ibunya dua hari,
"Bu ! Davin pergi dulu, " pamit Davin kepada Ibunya Dira dambil mencium tanganya,
"Begitu juga dengan Dira, Davin memeluk Dira sambil berkata, " jaga anak kita sayang ! Jangan capek - capek
Sebenarnya Davin tidak tega meninggalkan Dira, dan tidak mungkin Dira di ajaknya ,
Sampai di sana malam hari, langdung Davin memghubungi Dira, di sini Dira tidak bisa tidur seperti biasa Dira mebulak balikkan badanya, sambil berkata, '' Mas ! Dira ngak bisa tidur ayo cepat pulang,
"Iya besok aku pulang, kamu tidur saja aku temani dari sini " ucap Davin di sebrang sana,
Jam menunjukkan pukul satu malam tetap saja Dira tidak bisa tidur dan Dira keluar kamar untuk membuat mie instan, dan tidak sengaja Davin melihat Dira memasak mie tersebut dengan lombok banyak,
__ADS_1
Dira menikmati mie instan tampa ada yang mengangu, Davin yang ada di sana lagi marah marah, dengan dpontan Dira mematikan ponselnya,
Dan beberapa kali Davin menghubunginya tidak di angkat,
Davin mencoba menghubungi kakaknya agar memintak makanan yang di makan Dira,
Muklih dan kakak iparnya menghampiri Dira yang ada di kamar, Muklis memintak mie nya sambil marah - marah, " Dik ! Kamu itu lupa, apa kata dokter jangan makan mie instan, kalau kamu sakit bisa sendiri, kasihan suami kamu di sana lagi kerja,
"Kamu itu bawel Kak ! Tu lihat Mbak, kakak marah - marah ngak jelas, lagian cuma sedikit aja, kebiasaan itu Mas Davin sukanya ngadu ngadu ngak jelas, " jawab Dira sambil menaruk mie instanya,
Langsung saja kakak iparnya membawah mie nya ke dapur dan di buangnya,
Di pagi harinya Davin menghubungi Dira,
"Udah makan belum sayang ! Jangan telat makan, di minum obatnya, '' tanyak Davin,
"Belum ! Dira pingin soto, udah Mas Dira mau cari nasi soto sama kak Rara " ucap Dira sambil mematikan ponselnya,
__ADS_1
Dira dan Rara pulang membawah beberapa makanan, dan menaruknya di ruang tengah,
Dira menikmati makananya dengan senang hati tampa ada Davin yang memintak,
Beberapa menit kemudian perut Dira mulai sakit, Dira hanya diam saja dalam hati Dira berkata, " Kenapa perutku sakit seperti kram,
Lima menit akhirnya Dira berada di rumah sakit, keluarga Dira setia menemaninya,
Di dalam perjalanan pulang Muklis menghubungi Davin untuk memberitau kalau Dira berada di rumah sakit,
Davin menngalami Ibunya dan mendekati Dira sambil berkata, " Sayang !
Dira hanya tersenyum saat melihat Davin duduk di samping Dira, Dira mencium tangan Davin sambil berkata, " Mas ! Maafkan Dira ya, Dira janji ngak akan makan mie instan lagi,
Davin hanya diam saja, dan duduk bersama keluarganya Dira, lima menit Davin keluar untuk menemui Dokter yang menangani Dira untuk bertanyak tentang Dira,
"Iya Tuan, Alhamdulilla nyonya Dira dan kandungannya baik - baik saja, " jawab Dokter yang menangani Dira,
__ADS_1
Ibu dan kakaknya berpamitan pulang, hanya tinggal Dira dan Davin, Dira udah pasrah menerima kemarahan Davin,
Di pagi hari Suster membawahkan makanan dan Davin menyuapin Dira tanpa banyak bicara, pas jam satu siang Dokter memeriksanya akhirnya Dira di perbolehkan pulang,