
Dan berangkatlah Mama Lisa dan Dira tidak ketinggalan dengan Davin, Davin menyuruh Mama Lisa untuk duduk di depan di samping Pak Mamat sedangkan Davin duduk di belakang bersama Dira, di dalam perjalanan Dira hanya melihat samping jendela, sesekali Mama Lisa mengajak Dira berbicara,
Mama Lisa mengajak Dira untuk membeli oleh - oleh buat Ibunya,
Dan tiga jam sudah mobil Davin sudah terparkir di depan rumah Ibunya Dira,
Dira, Mama Lisa dan Davin tidak ketinggalan Pak Mamat di sambut oleh Ibu dan Kakak Iparnyan Dira dengan senang hati,
Satu.jam sudah Mama Lisa dan Ibunya bercerita dan bercanda, Mama Lisa berpamitan untuk pulang sedangkan Davin tinggal bersama Dira di sini,
"Udah Pak Mamat bawah aja mobil Davin, besok kalau Davin kerja naik greb aja Pak ngak papa, " ucap Davin,
Mendengar ucapan Davin yang ngak mau pulang, mata Dira melotot sambil berkata di depan Davin, " Kenapa kamu ngak pulang sekalin, aku pingin pulang ke sini terus, kamu pulang aja Mas,
__ADS_1
"Ngak ! Kemana kamu pergi aku tetap ingin dekat dengan calon anak aku, " Jawab Davin dengan nada senyum,
Mama Lisa dan Pak Mamat akhirnya pulang, Dira dan Davin masuk kamar, di dalam kamar Dira hanya diam saja, Davin mendekati Dira yang sedang duduk di pingir kasur sambil mengambil bantal Davin berkata, " Sayang tidurlah dan aku akan tidur di sofa,
"Terserah kamu Dira udah ngak perduli sama tukang selingku, pulang sana kamu ! " teriak Dira sambil menangis,
"Terserah kamu mau bilang apa, udah aku jelasin kalau aku tidak ada apa - apa sama dia apa lagi selingkuh, dan satu lagi jaga ucapanmu, aku bukan tukang selingku , memang aku dulu suka mempermainkan perempuan, dan sejak aku menikah aku sudah tobat " jawab Davin dengan sedikit marah,
"Kalau kamu bukan selingku apa namanya ! Dia duduk di pangkuanmu sambil ketawa tawa, dan kamu menikmatinya, kenapa sih kamu selalu gitu sama aku, aku benci sama kamu, pergi sana ." teriak Dira sambil menangis,
Dan sudah satu minggu Dira dan Davin ada di rumah Ibunya, dan setiap satu jam sekali Davin menghubungi Dira lewat vidio coll tapi Dira sama sekali tidak pernah menerimanya,
Dan di malam hari semua keluarga Dira berkumpul di ruang keluarga, kakak Muklis akan keluar bersama istinya,
__ADS_1
"Kak ! Dira nitip rujak manis sama terambulan pakai toping keju, " teriak Dira dengan kencang,
Mendengar teriakan Dira dengan spontan Davin langsung menghampiri kakak Muklis dan berkata, " jangan Kak nanti Davin belikan lagian Davin akan keluar beli pulsa,
"Kamu itu ngak sopon banget sayang ! Kenapa kamu nitip - nitip segala sama kakak, kakak itu mau kondangan " ucap Davin dengan sedikit marah,
"Emangnya kenapa ! Lagian punya suami ngak pekah banget, tukang selingku lagi, kenapa Bapak dulu menjodohkan Dira sama orang yang suka selingku " jawab Dira dengan nada marah dan berjalan masuk kamar,
"Dira ! Jaga ucapan kamu, ucapan adalah doa, Ibu dan Bapak ngak pernah ngajarin kamu bicara tidak sopan, " teriak Ibunya dengan nada marah,
Davin langsung mendekati Ibunya sambil memintak maaf dan mengelus pundaknya,
Ibunya langsung menangis dan memintak maaf atas perbuatan Dira,
__ADS_1
"Nak Davin maafkan Dira ya atas apa yang pernah ia katakan pada kamu, bimbinglah dia, yang sabar ya Nak ! " ucap Ibunya sambil memegsngi pundak Davin,
"Iya Bu ! Doakan agar Davin busa sabar menghadapinya, " ucap Davin sambil mencium tangan Ibunya.