JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Baju Dira berantakan


__ADS_3

Di suatu hari yang sangat cerah ini tapi tak secerah hati Dira, matahari mulan bersinar terang dan masuk di sela - sela cendela,


Tidak seperti biasanya Davin hanya duduk santai di atas teras kamar sambil melamun, begitu juga Dira tidak beranjak dari tempat tidur, dan Mama Lisa mengetuk pintu kamar dan masuk, untuk mengajak Dira dan Davin makan pagi bersama,


"Lo Vin ! Tumben kamu kok madih santai apa kamu tidak kerja hari ini, " tanyak Mama Lisa,


"Kerja Ma ! " jawab Davin dengan santai,


Setelah makan bersama Davin langsung pergi bergi ke kantor memakai baju apa adanya yang di pakai hari ini, dan Papa Bima melihat pakian yang di pakai Bima langsung berkata dengan keras, " Lo Vin ! Apa kamu lupa, lihat tu pakian yang kamu pakai,


"Iya Pap ! Mantu kesayangan Papa dan Mama sekarang ngak mau lagi menyiapkan pakian untuk Davin, tu lihat mukanya , " ucap Davin sambil melihat arah Dira,


"Mas ! Kamu kok gitu, kamu ngak mau aku siapi, katanya bisa sendiri ya udah Dira ngak mau nyiapin, kamu ngata - ngata in Dira ngak pecus, kamu nyesalkan sama aku, Dira mau pulang, "ucap Dira sambil berjalan masuk kamar dan menangis,


"Udah punya anak seperti anak kecil dikit - dikit ngambek, tu lihat mantu kesayangan Mama dan Papa, " Teriak Davin sambil ngajak Dewa keluar rumah,

__ADS_1


Mendengar ucapan Dira mau pulang, langsung Davin menghubungi Joni untuk menghendel metting hari ini dan di tundah hari besok,


Lima menit Davin masuk kamar dan melihat Dira lagi berkemas - kemas pakiannya untuk di bawah pulang,


"Sayang aku mintak tolong berubahlah sikap kamu jangan suka ngambek kayak anak kecil masalah kecil aja di besar - besarkan, kita udah punya anak, jangan kuwatir aku ngak akan selingku, ya memang begini sikapku, lalu aku suruh bagaimana ? " tanyak Davin sambil duduk di depan Dira yang sedang berkemas pakianya,


"Antarkan aku pulang sekarang, " jawab Dira sambil menangis,


"Iya , aku akan ngantarkan kamu pulang tapi kasih alasan, kenapa kamu mintak pulang, biar aku bisa jelaskan ke Mama , Papa dan Ibuk , kalau kamu mintak pulang, " tanyak Davin,


"Aku antar ke sana, tapi malamnya kita pulang, kembalikan semua baju kamu ke dalam almari, " ucap Davin,


"Aku bawah baju semua, aku mau tinggal sama Ibuk , " jawab Dira,


"Jangan membuat aku marah, taruk baju kamu sekarang, " teriak Davin dengan nada keras,

__ADS_1


Mendengar ucapan Davin dengan keras langsung Dira melempar remot AC ke arah meja, sambil berbaring dan menangis,


Dan pintu kamar terbukan, Dewa masuk mendekatiaminya sambil berkata , " Mami kenapa nangis Mami sakit apa !


Davin mendekati Dewa yang sedang menangis sambil berkata, " Mami kepalanya sakit, Dewa ke Omah aja, biar Mami istirahat, Mami habis minum obat,


"Dewa sayang Mami, Dewa pingin tidur sama Mami di sini, " jawab Dewa sambil menangis dan memeluk Dira,


Davin hanya diam saja sambil mengangukkan kepalanya dan tersenyum,


Dira memeluk Dewa dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul satu malam seperti biasa Dewa menangis mencari Omahnya dan Davin mengendong Dewa ke kamar Omahnya,


Davin merebahkan badanya di samping Dira dan memeluknya dari belakang sambil memintak maaf,


Dan di pagi harinya Davin sedang makan bersama, Davin menyuru Bik Atun untuk membawahkan makanan untuk Dira sambil menyuru merapikan semua baju yang berada di kamar,

__ADS_1


__ADS_2