
Malam yang begitu dingin yang memicu rasa kangenku terhadap mama, walau sebenarnya aku tinggal bersama kakaku tetapi bagiku kasih sayang kakak tak sebesar kasih sayang mam. Memang iya sih di mana_mana begitu..
Kuambil buku harianku untuk kembali curhat dengannya tentang rasa kangenku saat ini.
Tiba-tiba saja handphoneku berdering, seseorang yang menelfonku dengan nomor tanpa nama.
Aku mengangkatnya seru mengucapkan salam dan orang itupun menjawabnya. Aku terdiam sejenak, aku sama sβkali tidak mengenal suara itu. Orang itu tiba-tiba menanyakan tempat tinggal aku sekarang.
Aku takut untuk menjawabnya. Aku teringat akan pesan papa sebelum aku berangkat, dia memberitahuku untuk berhati_hati karena di kota sangat banyak penipuan dan juga penculikan. Teringat semua itu aku langsung mematikan telfonku dan segera membuka kartuku agar orang itu tidak bisa lagi menghubungiku.
__ADS_1
Aku juga tidak memberitahu kakak kalau baru saja ada laki_laki yang menelfonku dan menanyakan tentang alamatku. Aku takut akan semprotan kata-katanya karena dia pikir kalau aku mulai banyak tingkah di sini.
Di tengah lamunan di atas tempat tidurku, tiba-tiba saja aku di kagetkan dengan gerakan pintu kamarku yang tak kelihatan siapa yang mendorongnya dan ternyata ini semua ulah keponakanku yang jail. Dia masuk kamarku tanpa permisi dan dia langsung mengambil handphoneku dan membawanya lari keluar.
Aku pun ikut keluar dari kamarku. Suasana rumah pada malam ini begitu sunyi dan mainan Ayla berserakan di ruang tengah depan kamarku. Aku mencoba bertanya kepada Ayla kemana ibu dan ayahnya pergi.
Namun Ayla tidak menjawab pertanyaanku. Aku terus memanggil manggil nama kakakku dan juga kakak iparku, tapi sepertinya mereka benar-benar tidak ada di rumah saat ini. Tak biasanya mereka pergi tanpa membawa Ayla. Ayla yang begitu jail dan terus-terus saja mengerjainku.
Aku mencoba memancingnya dengan memberinya sebiji gula-gula agar dia menyerahkan handponeku, namun dia menolaknya. Ayla memang sangat nakal padaku ketika ayah dan ibunya tidak sedang di rumah. Aku biarkan saja dia mengontak_ngantik handphoneku, aku tidak tahu apa yang dia lakukan di ruang tamu, sementara aku sedang menonton TV di ruang tengah.
__ADS_1
Tiba_tiba saja handphoneku berdering, tandanya ada panggilan masuk. Ayla mengangkat telfonku dan ternyata itu dari kakaku ayah Ayla. Aku bangkit dari pembaringanku di depan TV dan merebut handphoneku dari tangan Ayla yang dia lekatkan ke telinganya. Aku memarahi kakakku saat itu karena dia pergi tanpa memberitahuku dan juga karena dia tidak membawa Ayla. Dia menyuruhku untuk diam dan mendengarkan apa yang akan dia katakan. Ternyata dia cuma bilang kalau sekarang dia sedang di rumah temannya dan menyuruhku menjaga Ayla untuk malam ini. Aku tidak tahu sedang apa mereka di sana. Aku juga tidak menanyakan hal itu.
Aku lalu masuk kamar dan sengaja meninggalkan Ayla sendirian di ruang TV. Sudah setengah jam aku di dalam kamarku namun Ayla belum masuk juga. Aku mencoba mengintipnya sedang apa dia luar dan ternyata saat itu dia sudah terlelap dalam tidurnya. Aku menggendongya masuk ke dalam kamarku lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidurku kemudian aku baring di sampingnya.
.
.
.
__ADS_1
.πππππππ