JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Saling menerima


__ADS_3

Di pagi harinya Dira menghubungi Ibunya untuk memintak ke rumah sakit sekarang juga, dan pas jam tuju pagi Dokter memeriksa Dira , sambil memeriksa Dokter mengelengkan kepalanya sambil berkata, " Nyonya kenapa tensismu semakin tinggi apa yang sedang Nyonya pikirkan , bagaimana bisa pulang Lambung kamu naik lagi, udah Dokter bilang jangan banyak pikiran, dan kalau Nyonya dalam satu minggu ini belum ada kemajuan terpaksa Nyonya saya rujuk berobat ke luar negri,


"Iya Dok ! Dok tolong pindah kan aku ke ruangan yang biasa aja, gimana aku bisa sembuh , aku memikirkan dari mana bayar nantinya ruangan ini sangat mahal bagi kami, tolong Dok pindahkan aku ke ruangan yang biasa saja, " ucap Dira sambil memintak,


"Tapi Nyonya ! Rumah sakit ini punya Tuan , dan ruangan ini juga gratis , Nyonya ngak usah berfikir dari mana bisa bayar ,ini gratis Nyonya rumah sakit ini milik Tuan " jawab Dokter sambil memegang tangan Dira yang terasa panas,


Dokter "


Sebelun Dira melanjutkan ucapanya Davin berkata, " Dok gimana kalau sekarang aja Dokter buatkan rujukan untuk berobat ke luar negri dan cari kan Dokter yang terbagus,


Davin mendekati Dira yang sedang berbaring dan Davin berkata, " Kamu harus nurut apa kata Dokter, fokus sama kesehatan kamu, aku ngak mintak apa - apa dari kamu , cukup aku mintak kamu cepat sembuh hanya itu, kasihan anak kita,

__ADS_1


"Iya maaf ! " jawab Dira dengan singkat sambil menangis,


Satu jam Ibunya sudah berada di ruangan kamar Dira, Dira mencium tangan Ibunya sambil menangis,


Ibunya menggelus keningnya Dira sambil berkat, " Kenapa kamu menangis Nak !


"Dira kangen Ibu ! Maafkan Dira ya Bu ! " ucap Dira sambil mencium tangan Ibunya,


Dan Dira memintak Ibunya untuk bermalam di sini , dengan alasan Davin ada metting di luar kata,


"Oh iya ! Terimakasih, lagian aku ngak bisa istri ku lagi sakit di rumah sakit " Jawab Davin,

__ADS_1


Dan Davin bercerita kapada Ibunya kalau Davin tidak jadi Metting , dan di sore harinya Ibunya pulang di antar Joni dan kebetulan Joni ke rumah sakit menemui Davin,


Sebelum pulang Ibunya berpesan agar Dira tidak banyak pikiran agar cepat sembuh dan segera pulang,


Dan tidak terasa sudah dua minggu Dira berada di rumah sakit, badan Dira mulai membaik dan besok Dira bisa pulang, Davin setia menunggu Dira , Davin mendekati Dira sambil berkata, " Sayang besok pulang ke rumah ya ! Kasihan anak kita,


"Aku mau pulang , tapi ada syaratnya ijinkan aku kerja lagi, " Ucap Dira,


"Terserah kamu asal kamu bisa bahagia, kerja di cafe lagi, ngak papa, kamu udah ngak kerja satu bulan apa masih boleh kerja lagi, apa kamu kerja di kantor aku jadi seketaris pribadi aku saja , " tanyak Davin dengan nada senyum,


"Waduh ! jadi tau kalau kamu selingku ! Mas dulu kita perna bicara kita hanya di jodohkan tidak saling cinta, dan dulu Mas Davin pernah bicara kalau salah satu dari kita sudah menemukan pendamping hidup kita harus berpisah, kita berhak memilih pasangan kita masing - masing, dan hari ini Dira ikhlas kan kalau Mas Davin bersama perempuan lain, itu yang seharusnya Mas Davin pertahankan, selamat ya Mas, dan doakan aku juga segera dapat pasangan , Mas ! Aku ingin mempunyai pasangan yang setia , cinta dan menerima aku apa adany tidak lupa menerima anak aku, oh iya Mas ! Istri kamu katanya hamil udah berapa bulan, kasihan istri kamu gara - gara Dira kamu jadi ngak bisa nemani istri kamu, sekali lagi maafkan aku ya Mas ! " ucap Dira sambil menangis,

__ADS_1


"Udah kalau bicara, kenapa kamu menangis ? Memang dulu aku bilang begitu , tapi lama kelamaan aku ngak bisa hidup tampa kamu, kalau aku ngak cinta sama kamu ngak mungkin ada Dewa, iya aku siap menjadi suami kamu aku akan mencintai kamu menerima kekurangan kamu begitu juga kamu harus mau menerima kekurangan aku , kita bukak lembaran baru, dan mengenai Silsi , Silsi tidak hamil dia hanya mencebak aku , agar aku mau menikahin dia , " jawab Davin sambil bersujud di kaki Dira dan menangis,


"Mas ! Ucap Dira dengan singkat ,


__ADS_2