JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 24 S A H


__ADS_3

Sudah seminggu kami di rumah sakit, dokter memberikan beberapa resep obat untuk papa dan hari itu juga papa sudah bisa pulang. Papa kembali sehat alhamdulillah, namun dokter bilang tidak boleh capek harus banyak istirahat,


Sebulan setelahnya papa kembali sehat seperti biasa. Seperti janjiku padanya, aku akan nikah setelah papa sehat. Saat masih d rumah sakit papa pernah bilang dia akan sembuh setelah aku nikah. Tapi nyatanya tidak. Doaku yang terkabul, nikah setelah papa sehat kembali...


Aku terpaksa mendahului kak Reza, soal cinta kak Reza belum ada yang pasti. Sepertinya kak Reza dan Wiwi' tidak ada kecocokan. Aku tidak tau pasti hubungan mereka.


Soal lamaran tidak di adakan lagi, tinggal menentukan hari dan konsep pernikahan. Keluargaku semua yang ngatur karena sebagian keluargaku keluarga kak Arsy juga.


Seminggu sebelum pernikahan, aku dan kak Arsy di sebuah butik milik tante sahabtku Wiwi'. Wiwi telah di sana sebelum aku dan kak Arsy tiba. Tante Wiwi juga sangat kenal dengan aku, tak heran dulu sering main ke rumah wiwi' waktu masih kuliah. Sesuai dengan warna favoritku' warna merah. Kak Arsy ngikut apapun pilihanku' diakan tau kalau aku manja, siap suruh nikahnya sama siputri manja. Hmm.... setelah pilihan selesai. Aku dan kak Arsy lanjuy ngedate berdua. Padahal kan harusnya d rumah saja, adat bugis seperti itu kalau sudah mau nikah tidak boleh lagi keluar rumah. Entah apa pamalinya.


Hari, semakin dekat. H-3 aku cuti kerjaanku selama seminggu persiapan untuk pernikahan begitu dengan kak Arsy. sebagian keluarga ke rumah kak Arsy untuk ngurusin beberap kerjaan juga d sana, ayah dan ibu tirinya juga telah ada d rumah kak Arsy. Tak banyak pernak pernik d rumah kak Arsy hanya dengan dekor sederhana. Beda di rumahku karena akad dan resepsi akan di adakan di sini.


Kamis 12 september 2015. Hari H telah tiba, saat mempelai pria tiba d rumah aku d suruh masuk kamar katax tidak boleh ketemu sebelum akad.


Beberpa ritual d adakan sebelum akad. Hingga lantunan ayat suci terdengar merdu. Saat penghulu memulai tugasnya, menuntun sang pengatin pria untuk mengucapkan ijab kabul. Debar di dada semakin menjadi, seakan ku cabut jantung untuk bisa merasa tenang. Tak terhiraukan keributan d luar sana.


SAH......


Teriakan itu membuatku sedikit kehilangan kesadaran. Sah.? Kenapa aku tidak mendengar kak Arsy mengucapkan saya terima nikahnya... hmmm apa tadi aku tidur... ooh, iyya ini karena ulah jantungku yang tidak pernah diam. Terus saja merontah, bahagia, sedih. Pastinya. Aku sudah sah jadi istri kak Asry, keinginan papa terkabul.


Huufftt, semakin tidak tenang, jantungku sedang menari saat melihat kak Arsy masuk d kamarku dengan pakaian adat bugis. Akan ada lagi ritual di sini, mappasikarawa artinya sentuhan pertama setelah sah jadi suami istri. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Jantungku terus bergoyang, menari karena bahagia.? Mungkin iya.....

__ADS_1


Saat jempolnya menyentuh dadaku, jantungku hening seketika. Mungkin saja kaget, pertama kali seorang pria menyentuhnya. Tapi bersyukur kak Arsy tidak tahu kalau jantungku sedang manari karenanya..............hufffttttt,,,


Malam resepsi telah tiba, tamu berdatangan tiada henti teman-teman kampus, kantor pada berdatangan. Juga para dosen sekantor kak Arsy dan kak Reza. Kerabat dan keluarga dari pihak kakak iparku juga turut mendoakan kami. Bahagia pastinya, namun saat seseorang menghampiriku memelukku erat, Wiwi' sahabat terbaikku, haru di buatnya. Bagaimana tidak kedatangannya mengingatkan aku akan seseorang, Arwin, iya dia sahabat karibku juga yang harusnya datang bersama Wiwi' malam ini menyaksikan pertunjukan yang sakral. Tapi Tuhan berkehendak lain, Arwin lebih dulu di panggil menghadap sang Khalik. Dia lebih menyayanguli Arwin di banding kita semua, ucapku sambil menahan tangis. Walau sesak membayangkan dirinya ikut hadir meramaikan acara ini............


Pada tamu undangan silih berganti bersalaman, tak ada waktu untuk duduk sejenak. Alhamdulillah banyak yang mendoakan kita. Ucapku melirik kak Arsy sembari tersenyun kak Arsy pun membalasnya dengan senyuman tulus. Sesi terakhri, sesi fotoo semuanya tak mau ketinggalan untuk mengabadikan moment kami. Bahagi sekali kukatakan, tentu sangat bahagia.


♡♡♡♡♡♡♡


Malam telah berlalu. Seruan adzan di mesjid, Subuh telah tiba. Aku terbangun dan aku melihat sosok yang tak asing di sampingku'. Aku tersenyum melihat wajahnya terlihat masih sangat muda padahal umurnya sudah 30-an. Dia belum juga membuka mata padahal ingin kusapa ala-ala romantis. Ku usap kepalanya lembut hingga dia tersadar dari tidurnya. Layaknya bukan pengantin baru seakan tidak ada rasa canggung dan malu lagi. Iya wajar kami saling mengenal sudah lama. Saling lempar senyum, semalam belum terjadi apa-apa kami capek habis resepsi.


Sholat yuuk.! Aku membuka pembicaraan.


Rakaat demi rakaat hingga selesai salam. Setelah selesai salam dia menoleh kuajukan tanganku untuk salam denganya. Tak di hiraukan, dia semakin mendekat mendekapku dari depan sambil mencium keningku. Kubalasnya dengan senyum.


Lalu kembali ke posisi semula, belum selesai. Doa sementara akan di panjatkan untuk kebahagiaan dunia akhirat.


Setelah selesai, aku kembali duduk di tempat tidur. Sementara Kak Arsy merapikan sajadahnya lalu menghampiriku. Duduk dan kembali memeluk lalu mencium keningku tanpa sepatah kata.


Aku menoleh menatap wajahnya yang terlihat sangat bahagia.


Mau lagi, ? Tanyanya sambil tersenyum

__ADS_1


Aku kembali menyadarkan kepalaku di dadanya, mendekap dan megusap manja kepalaku.


♡♡♡♡♡♡♡


Pagi hari, ini masih di rumah mama. Baru kemarin juga nikahnya. Kuawali hari-ku yang sangat berbeda berprofesi sebagai istri yang di kala pagi menyediakan sarapan untuk suami. Ini kewajiban untuk istri.


Di sana kulihat keluarga besarku sedang duduk bercanda ria. Tak ada lagi yang berani membangunkan aku. Entah apa yang ada di pikiran mereka.


Saat aku keluar dari kamar, kak Arsy pun ikut keluar. Kulihat di sana dua kursi yang masih kosong, ini pasti untuk kami. Mama, papa, kak Rifal, istri kak Rifal, dan kak Reza. Aku duduk di samping mama dan kak Arsy duduk di samping kak Reza. Ayla di pangkuan ibunya. Ceritany ini meja bundar yah. Bisa bayangin kan.


Sambil mencicipi makanana dan minuman. Papa buka pembicaraan.


Arsy bagaimana, aman.? Tanya papa ke kak Arsy


Aman pah. " jawabnya.


Mereka sambil tertawa. kak Rifal dan kak Reza juga ikuy nyengir.


Aku tidak mengerti maksud pertanyaan papa. Mama dan kakak ipar pun ikut tertawa. Aku menuangkan teh ke gelas yang ada di depan kak Arsy. Aku tersipu saat dia menatapku sambil tersenyum. Padahal tadi di kamar tidak ada rasa malu. Mungkin karena sama keluarga, jadi masih canggung menampakkan keromantisan.


Sehari setelah pernikahan masih family time.

__ADS_1


__ADS_2