JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Filing Dira


__ADS_3

Tidak waktu cepat berganti, jam dinding menunjukkan pukul dua Davin baru datang dan langsung membersikan badanya dan berbaring di samping Dewa, seperti biasa Dira terbangun di sepertiga malam ubtuk melaksanakan sholat sunah dua rokaat,


Dan di pagi harinya Davin bangun langsung melihat ponselnya yang sedang berbunyi dan di bukaknya ternyata pesan dari Silsi , yang berbunyi , " Selamat pagi , aku hari ini akan ke kantor kamu , berikan alamatnya,


"Oke " pesan Davin dengan singkat sambil memberi stiker bunga,


Davin mempersiapkan dirinya dan berangkat kerja tampa makan pagi, Dira menghampiri Davin sambil berkata, " Mas Davin ngak makan dulu, ada apa Mas kok sepertinya ke buru amat,


Langsung Davin pergi dan tidak sengaja kunci berkas meja yang ada di kantor ketinggalan,


Filing Dira tidak enak dan Dira pergi membawah kunci yang ketinggalan , dan alangkah terkejutnya saat Dira membukak ruangan Davin ada seorang wanita yang sedang duduk bersama Davin dengan mesra,


"Mas Davin ! Ini kunci kamu ketinggalan, aku takut kamu ngak bisa ___ " ucap Dira dengan nada gugup sambil mendekati Silsi yang sedang makan bersama Davin, dan Dira menganguk - angukkan kepalanya sambil tersenyum,

__ADS_1


Lima menit sudah akhirnya Silsi berpamitan pulang dan tidak dengan Dira , Dira duduk di atas meja Davin sambil berbicara, " Siapa itu tadi Mas ! Ngak ada sopan - sopanya menyuapin suami orang, pantes saja kamu tadi ngak sarapan di rumah, rupanya ada pelakor yang membawahkan makanan untuk pencundang seperti kamu,


Davin hanya tersenyum sambil melihat Dira yang sedang berbicara, dan Davin mencium tangan Dira sambil berkata , " Udah kalau bicara terserah kamu bilang aku apa termasuk pencundang, Dia klayen ku dia sangat baik dan mau memberikan saham banyak ke kantor ku hanya itu, terserah kamu percaya atau tidak,


"Tapi Mas ! " ucap Dira dengan singkat,


"Ayo kita pulang sekarang, " jawab Davin sambil mengandeng Dira keluar ruangan nya,


Di dalam perjalanan Dira dan Davin hanya diam saja sampai di rumah,


Dira merebahkan badanya dia atas kasur sambil memainkan ponselnya,


"Mas ! Aku pingin ke rumah Ibu sekarang Dira kangen Ibu , " ucap Dira sambil menahan tangis,

__ADS_1


"Besok aja biar aku antar, " jawab Davin dengan singkat,


Davin merasa jengkel mendengar ucapan demi ucapan Dira dengan spontan Davin berteriak, " Kamu bisa diam apa tidak dari tadi ngerocos terus mulut kamu, masalah kecil aja di besar - besarkan,


Langsung saja Dira menjatuhkan sesuatu membuat Dewa kaget dan menangis, Davin me gendong Dewa untuk di bawah ke teras rumah, dan di sana Dewa di berikan Bik Atun sebelum berangkat kerja Davin seperti biasa berpamitan kepada Dira mencium kening walau itu sedang marah Davin tidak lupa mencium keningnya Dira,


Di kantor Davin menghubungi Dura beberapa kali tidak di jawab dan hati Davin tidak enak, langsung Davin memutuskan pulang menemui Dira, dan Davin menyangka kalau Dira pulang ke rumah Ibunya,


"Sayang kepalaku pusing pijitin ," ucap Davin sambil tidur di pangkuan Dira,


Dira memijitin kepala Davin, dan Davin betkata , " Sayang aku ngak suka lihat dan dengar mulut kamu ngocos terus,


"Mulutku ngicos aja kamu masih berani macam - macam dari aku apalagi aku diam, pasti kamu injak - injak aku, aku nyadar kok Mas ! Memang kita dulu tidak saling cinta mungkin sampai sekarang kamu belum busa mencintai aku seratus persen, hanya lima puluh persen aja itu terpaksa ada Dewa, ingat aku akan diam mulai hari ini dan kalau kamu sampai main gila aku mintak pisah sama kamu, " ucap Dira sambil meminitin kepala Davin,

__ADS_1


"Sampai kapan pun aku ngak akan mau pisah sama kamu, seumpama aku mempunyai istri lagi tetap aku ngak mau pisah sama kamu, ingat itu, " jawab Davin sambil membela dirinya karena Dira mencubit menampar pipi dan wajahnya,


__ADS_2