
Tidak terasa sudah satu minggu Dewa bersama Davin, sesekali Dira pergi menemui Dewa untuk di ajak pulang,
"Ngak mau Dewa sama Papi dan Omah di sini , Mami di sini aja sama Dewa, " ucap Dewa sambil duduk di pangkuan Dira,
Dan tidak terasa sudah beberapa jam Dira dan Alya berada di rumah Davin, dan pas pukul dua Dira berpamitan untuk pulang, Dira tidak mau bertemu dengan Davin,
"Hati - hati di jalan Mi ! Sama Tante , " ucap Dewa,
Mama Lisa dan Dewa mengantar Dura sampai gerbang rumah, dan sepuluh menit mobil Davin datang, langsung saja Dewa lari mintak di gendong sambil berkata , " Pi ! Tadi Mami ke sini sama Tante Alya, sekarang pulang lagi,
Davin duduk di ruang tamu sambil mendengarkan cerita Mama Lisa kalau Dira dan temanya barusan pulang,
"Kenapa Mama tadi ngak ngasi tau kalau Dira ke rumah, " jawab Davin,
__ADS_1
"Dira ngak mau , dan Dira berpamitan pada Mama kalau dia mulai hari ini dia bekerja di sebuah Cafe, dan dia titip Dewa sama Mama katanya dia kerja cari duit buat beli susu untuk Dewa, Mama cuma diam aja , " cerita Mama Lisa,
Davin hanya tersenyum saat mendengar cerita Mamanya , Mama Lisa juga tersenyum saat melihat Davin, Davin memeluk Dewa sambil berkata, " Udah Ma ! Biarkan besok Davin akan mencari tau ,
"Kamu yang sabar ya Nak ! Ini semua gara - gara kamu, jika dulu kamu tidak nikah lagi pasti rumah tangga kamu tidak begini, apa kamu punya ke inginan menceraikan dia, kalai dia bekerja , " tanyak Mama Lisa,
"Ya engak la Ma ! Mungkin dia mencari kesibukan dengan kerja bisa melupakan masalah ini, Davin akan sabar dengan ini semua, udah Ma ! Mama jangan kuwatir Davin tetap memantau keberadaan Dira di mana saja, Davin mengajak kerjasama di mana Dira kerja , " jawab Davin,
Dan di malam harinya Davin keluar bersama Joni, Joni setia menemani Davin ke mana aja,
"Jangan terbawah emosi, seperti kamu saat ada di cafe, " jawab Joni dengan nada senyum,
Dan tidak terasa sudah Satu minggu Dira bekerja di cafe, seperti biasa Davin ke rumah Dira pada hari minggu pagi dan pulangnya malam hari,
__ADS_1
Dan hari ini Dewa tidak mau di ajak pulang Davin , terpaksa Davin meninggalkan Dewa bersama Dira di rumah, di malam harinya Dewa menangis mencari Papinya terpaksa di pagi harinya Dira ijin tidak masuk kerja,
Dan lagi - lagi badan Dewa panas saat jauh dari Davin , Dira membawah Dewa ke rumah sakit sambil menghubungi Mama Lisa kalau Dewa ada di rumah sakit,
Langsung saja Mama Lisa pergienemui Dewa dan Dira ,
"Nak ! Vin ini Dewa ada di rumah sakit kamu cepat ke sini , panasnya tinggi panggil panggil nama kamu, " ucap Mama Lisa,
Satu jam Davin sudah berada di ruangan Dewa , Davin mengendong Dewa sambil bertanyak , " Panas sekali kamu Nak ! Sayang berapa tensisnya ini tadi sampai lemas,
"Em ___ empat puluh, " jawab Dira dengan gugup sambil mendekati Dewa yang sedang berada di gendongan Davin,
Davin merasa senang saat pertanyaan Davin di jawab oleh Dira, udah beberapa bulan Dira tidak menghiraukan atau menjawab pertanyaan Davin dan baru kali ini di jawab Dira , dengan spontan Davin langsung mencium kening dan memeluk Dira sambil berkata , " Udah kamu jangan nangis,
__ADS_1
Melihat semua ini Mama Lisa tersenyum sambil berkata dalam hari, " Terimakasih ya Aalloh kamu telah mempersatukannya,