
Selang beberapa hari kemudian, keadaan kak Arsy sudah beraktivitas seperti biasa. Meski sebelumnya dokter menyarankan untuk istirahat setelah keluar dari rumah sakit. Kesehatan kak Arsy kembali pulih setelah menjalankan terapi dan Alhamdulillah semuanya sudah membaik, kak Arsy menjalankan aktivitas seperti biasa di waktu sebelum peristiwa menimpah dirinya. Hari-harinya kembali di habiskan di kantor, dan Aku pun masih seperti sedia kalah tetap di rumah bersama si baby....
Hari terus saja berlalu, siang berganti malam, hari silih bergantian bahkan minggu hingga pergantian bulan. Perutku sudah kelihatan sangat besar, perkiraan dokter aku melahirkan bulan depan, tepat pada tanggal 10 September tapi tidak menutup kemungkinan bisa kurang dari tanggal prediksi ataupun bisa lebih... Tentu penantian tersebut menjadi impian aku dan kak Arsy dan keluarga besarku. Seperti di awal kehamilan keadaan aku selalu sehat dan babynya pun demikian "kata dokter."
Gerakan semakin aktif di perut seakan baby ini tidak sabar juga ingin bertemu mama papanya....
Adduuuhhh, sayang kamu aktif banget sihh menari nari terus dalam perut mama. Kataku sambil tersenyum mengelus elus perutku yang besar....
Aku duduk di kursi bagian tengah tepat depan TV menyaksikan siaran yang tak lain siaran dari teman-teman kantor aku dulu... rindu rasanya kerja, rindu canda gurau bersama teman-teman di kantor. Hmmm tapi aku tidak lepas dari kewajiban aku sebagai istri dan sebentar lagi akan jadi ibu.....gumamku memeluk dan memandangi baby dalam perut, mama sayang kamu nak dan juga papa. Kamu jadi anak yang pintar yah, kelak kamu kebanggaan mamapapa. Seruku sambil mengelus elus.
Tak terasa silauan matahari sore menembus masuk ke jendela ruang tamu, orang-orang di luar silih bergantian melewati terik matahari sore. Suara mesin mobil dan motor pun tak hentinya meramaikan jalan kompleks ini. Tandanya para pekerja hendak balik menuju rumah mereka masing-masing...
Aku sedang di taman menyiram bunga-bunga yang sedang layu karena terik matahari tadi siang... tiba-tiba laju mobil terhenti pas depan pagar, seorang lelaki handsome turun dari mobil tersebut hendak membuka pagar rumah. Papa Arsy sudah pulang nak, ucapku sambil tersenyum...
Aku menaruh selang di tempat semula. Aku hendak menghampiri kak Arsy yang baru saja memarkir mobilnya di halaman parkiran rumah...
Assalamu'alaikum kesayangan papa, ucap kak Arsy mendekat lalu mencium perut dan berdiri melanjutkan kecupannya di kening milikku...
Kak Arsy menggandeng aku masuk ke dalam rumah....
Dela belum pulang .? Tanya nya.
Iya belum, mungkin masih punya urusan di luar... jawabku...
Kak Arsy duduk di tempat aku sebelumnya sambil meraih ponselnya,
__ADS_1
Aku bergegas ke dapur memboyong perut aku yang buat langkahku terlihat merangkak hendak mengambil segelas air buat kak Arsy...
Telfon dari siapa.? Tanyaku ketika melihat kak Arsy sedang mengakhiri pembicaraan dengan seseorang lewat telephone.
Dela, katanya singgah di rumah temannya kerjain tugas... jawab kak Arsy.
Oh gitu. Jawabku sambil menyodorkan gelas berisi air padanya...
Kak Arsy menenguk air tersebut kelihatannya sangat kehausan.
Sayang, kamu gak rewel kan selama papa pergi, hag.? Tanyanya sambil membungkuk mendekatkan kepalanya keperut...
Iya tidak donk pah, aku kan tau mama sendirian di rumah jadi aku yang gantiin papa jagain mama. Seolah-olah si baby yang bicara menjawab pertanyaan papanya padahal ini suara kak Arsy sendiri yang berlagak seperti suara anak kecil... kak Arsy sambil menempelkan telinganya seolah mendengar jawaban..
Uh, sayang kamu pintar baget sih nak ngerti banget kerjaan papa. Sahut kak Arsy kembali yang bibirnya menyentuh lembut perut aku...
Sana mandi ganti baju baru kita makan. Pintahku padanya,
Kak Arsy pun beranjak dari kursi menuju kamar untuk segera membersihkan diri.
Aku dengan langkah merangkak menuju dapur menghidangkan makanan buat kak Arsy. Setelah semua siap aku menunggu kak Arsy di meja makan aku tidak bisa naik ke kamar memanggilnya karena perutku susah di boyong apalagi menaiki tangga...
Setelah sekian menit kak Arsy turun dengan pakaian rapi seperti hendak ke mesjid. Rupanya kak Arsy baru saja melaksanakan sholat adzar pantesan dia lama di kamar.
Aku hendak berdiri kembali menyendokkan nasi ke piring kak Arsy tapi tiba-tiba kak Arsy memegang kedua pundakku menahan aku untuk tidak berdiri...
__ADS_1
Kamu duduk saja, biar aku yang ambil sendiri kamu harusnya tidak boleh banyak gerak nanti kamu kecapean kasihan baby juga rasakan apa yang kamu rasakan. Lirih kak Arsy sambil duduk di samping aku, menyedokkan nasi terlebih dahulu ke piring yang ada di depanku. Padahal kak Arsy ini lebih capek dari pada aku habis kerja seharian di banding aku yang hanya diam duduk di rumah tiap harinya.
Kak Arsy mulai menyantap makanannya dengan lahap, aku tersenyum melihatnya di saat dia melihatku rasa lelah di tubuhnya hilang seketika, di saat tugasku sebagai istri teralihkan padanya sejak kehadiran baby dalam perut....
Kak Arsy menyodorkan tangannya ke mulut aku berniat menyuapi,
Aaaaa'.. dengan bentuk mulutnya yang mengarahkan aku untuk menerima suapannya...
Aku menerimanya, aku sengaja menggigit tangannya...
Aoo, jangan sampai di gigit. Lirihnya menarik tangannya keluar....
Hahahah, sengaja. Jawabku sambil tertawa...
Liat tuh keusilan mama kamu, papa coba nyuapin ala-ala romantis seperti artis-artis di tv malah tangan papa di gigit. Keluh kak Arsy sama si baby. Kak Arsy ini sejak kehadiran baby dianya lebih sering ngobrol sama baby di banding aku. Sedikit-dikit lapor ke baby. Emang baby dengar keluh kak Arsy.? Tanyaku sambil tersenyum meledek.
Nih, makan lagi nasinya saja yang di makan jangan tangannya... sahut kak Arsy sambil menyodorkan kembali tangannya....
Seusai makan, kak Arsy yang membereskan meja makan dan dapur serta mencuci piring.
.
.
.
__ADS_1
.
🌹para readers yg hendak berkenalan bisa di folow d ig yah @rusnimubin