JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Dewa sakit


__ADS_3

Tidak terasa sudah dua belas hari Davin tidak bertemu Dira dan Dewa begitu juga dengan Dewa selalu Dewa memanggil Papinya, dan suatu malam badan Dewa demam dan memanggil - manggil Papinya, Muklis membawah Dewa ke rumah sakit dan panas Dewa semakin tinggi terpaksa Dewa di rawat, tetap saja Dewa memanggil Davin,


"Papi ! _____ " teriak Dewa dengan keras,


"Dik ! Apa tidak sebaiknya kamu telpon Suami mu saja bilang kalau Dewa sakit, ada di rumah sakit, " ucap Muklis dengan nada gugup,


Dira terdiam saja sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Mama Lisa, Dira bercerita sambil menangis kalau Dewa lagi sakit ada di rumah sakit,


"Iya Nak ! Sakit apa ? Sekarang Mama sama Papa ke sana, " teriak Mama Lisa dengan keras,


Sampai Davin mendengar teriakan Mama Lisa , dan Davin menghampiri Mama Lisa, dengan spontan Mama Lisa berkata, " Dewa , Dewa lagi sakit ada di rumah sakit, ayo cepat ke sana, ini semua gara - gara kamu,


Satu jam sudahkeluarga Davin ada di ruangan nya Dewa, dengan spontan Dewa berteriak memanggil kata Papi sambil mintak di gendong,


"Iya Nak ! Maafkan Papi Sayang ! " ucap Davin sambil mengendong Dewa dan menciumnya,


"Badan kamu sangat panas Nak ! Berapa suhunya tadi , " tanyak Mama Lisa sambil melihat Dira,


"Tiga puluh sembilan Ma ! " jawab Dira sambil membersikan air matanya,

__ADS_1


Melihat Dewa terdiam saat di pelukan Davin hati Muklis dan Dira terasa teriris,


Davin mengengong Dewa sampai Dewa tertidur di pelukan Davin, dan panas Dewa mulai berangsur membaik,


Dokter memeriksa Dewa dan panas Dewa mulai berangsur membaik dengan angka tiga puluh enam,


Di pagi harinya Dewa terbangun dan langsung memanggil Davin , dan langsung saja Davin mengendong Dewa, Davin duduk di samping Dira, Dira hanya diam saja sambil memainkan ponselnya,


"Mami ! "ucap Dewa sambil mintak gendong Dira,


Davin berpamitan kepada Mama Lisa untuk mencari makan, tiga puluh menit Davin kembali sambil membawah makanan untuk Dira dan Mama Lisa, dan Davin memberikan makanan untuk Dira sambil berkata, " Makan dulu biar Dewa sama aku,


"Ngak usah , " jaeab Dura dengan sungkat sambil memeluk Dewa,


Mama Lisa dan Davin mengajak Dira untuk kembali pulang ke rumah, tapi Dira menolak untuk di ajak pulang,


"Ngak usah Ma ! Dira sama Dewa pulang ke sini saja, biar Dewa terbiasa , "jawab Dira sambil menahan tanggis,


Mama Lisa hanya terdiam saat mendengar ucapan Dira ngak mau ikut pulang ke rumah dan Davin langsung berkata, " Maksud kamu bicara biar Dewa terbiasa itu apa ?

__ADS_1


"Ya terbiasa jauh dari kamu ! " jawab Dira,


"Udah - udah ! Biar Dewa sehat dulu di rumah yangti nya , " jawab Mama Lisa sambil mendekati Davin,


Davin hanya menghembuskan nafasnya, dan membawah peralatan Dewa ke mobil, di dalam mobil Dewa di tidur di pangkuan Mama Lisa dan Dira memainkan ponselnya, Davin hanya tersenyum saat melihat Dira dalam kaca mobilnya dan Davin berkata dalam hatinya, " Kalau kamu marah aku jadi gemes,


Sampai di rumah Dira ,Davin dan Mama Lisa masuk di dalam rumah, dengan spontan Dewa mintak di gendong di Davin sambil menangis,


Papi !


Papi !


Dan tidak terasa sudah waktu sudah sore Mama Lisa dan Davin berpamitan pulang, sebelum Davin keluar rumah Dewa lari ke Davin sambil berteriak, " Papi Dewa ikut Papi,


"Dewa di sini sama Mami dan Yangti dulu Papi kerja dan besok Papi ke sini lagi, " ucap Davin sambil mengendong Dewa,


"Ngak mau Dewa ikut Papi kerja, " jawab Dewa sambil memeluk Davin dengan erat,


"Ya udah papi ngantar Omah pulang dulu ya, lalu Papi ke sini lagi, " jawab Davin,

__ADS_1


Dengan spontan Dira mengendong Dewa dari tangan Davin dan di bawahnya masuk kamar, di dalam kamar Dewa terdengar menangis memangil Papinya,


Mendengar tangisan Dewa Mama Lisa berkata, " Udah kamu di sini saja temani Dewa biar Mama pulang naik ojek,


__ADS_2