
Dua hari sudah Davin meninggalkan Dira dan Dewa tampa kabar, dan hari ini Davin menghubungi Dira beberapa kali tetap saja ponsel Dira tidak aktif,
Di malam hari mobil Davin terparkir di teras rumah dan masuk kamar, mencari Dira dan Dewa tidak ada, dan Davin keluar kamar untuk bertanyak kepada Mamanya tentang Dira dan Dewa,
"Kenapa kamu tanyak sama Mama, kamu kan suaminya, suami macam apa pergi ngak ada kabar, kenapa kamu pulang dan kembali ke rumah, dasar pecundang, jangan cari Dira dan Dewa, dia sudah bahagia di sana, kamu malu maluin orang tua , dasar anak durhaka ! Pergi kamu dari sini ! Hiduplah bersana wanita pilihan kamu, " ucap Mama Lisa dengan nada marah,
Dengan spontan Davin pergi dari rumah dan seperti biasa Davin pergi ke diskotik untuk menenangkan pikiranya, dan di pagi harinya Davin pulang di antar oleh dua orang yang tidak di kenal,
"Jangan bawah dia masuk Pak Mamat, biarkan dia di situ, " ucap Mana Lisa dengan nada marah,
"Udah Ma ! Davin itu anak kamu, lihat badanya biru kalau terjadi apa - apa nanti Mama menyesal, angkat dia masuk dan tidurkan di sofa, biar aku panggilkan Dokter ,"ucap Papa Bima sambil menghubungi Dokter,
__ADS_1
Dengan spontan Mama Lisa pergi meninggalkan Davin dan Bima, sampai di kamar Mama Lisa menangis,
Papa Bima menemani Davin dan mengelus - elus kepalanya dan sesrkali Papa Bima membersikan air matanya, dan sepuluh menit akhirnya Dokter datang dan memeriksa Davin,
"Aduh Den ! Kamu tadi minum habis berapa botol, sampai badan kamu begini, biar saya infus aja, keadaan Den Davin ini sangat buruk semoga bisa tertolong, " ucap Dokter sambil memasang infus,
"Bik ! Tolong panggil nyonya suru ke sini kasihan Davin, " teriak Papa Bima,
Dua puluh empat jam Davin belum bangun dari tidurnya, Mama Lisa membersikan badan dan mukanya tidak lupa menganti pakiannya, Mama Lisa duduk di samping Davin dan menanggis sesekali mencium kening Davin sambil berkata, " Bangun Nak !
Saat Mama Lisa ke kamarnya Davin terbangun dan sadar, saat Papa dan Mamanya kembali Davin pura - pura tertidur, dan Davin mendengarkan apa yang di ucapkan Mama Dan Papanya tentang Dira dan Dewa,
__ADS_1
"Gak usah Pa ! Biarkan Dira mencari kesenanganya di rumah Ibunya, lagian di sana Dewa sangat terjamin dan selalu di kelilingi orang - orang yang menyayanginya, udah Pa, Papa urus saja anak kesayangan Papa ini, anak durhaka itu ! " jawab Mama Lisa,
"Jaga ucapan Mama itu, " jawab Papa Bima dengan nada marah,
"Iya Pa ! Dari kecil sampai tua Mama baru ini di kata - katain sama orang gara - gara anak mu Itu Pa ! Mama ingin pergi jauh , " jawab Mama Lisa sambil keluar kamar,
Tidak terasa Davin mengeluarkan air matanya dan membersikanya sambil berkata dalam hati, " Maaf kan Davin Ma ! Davin tidak bisa menahan hati dan hasrat,
Nak ! Kamu sudah bangun ! " tanyak Papa Bima sambil membelai rambut Davin,
"Pa ! Maafkan Davin , " jawab Davin ,
__ADS_1
Davin tidur di pangkuan Papa Bima dan Papa Bima mulai mengelus rambut Davin sambil berkata , " Nak apa benar kamu udah nikah lagi, apa keinginan kamu untuk nikah lagi, kalau kamu ingin nikah lagi selesaikan dulu atau pulang kan Dira pada keluarganya, biar kamu tidak menyakiti istri mu, Mami dari anak kamu, dan jangan membut Mamamu marah juga, udah berapa lama kamu nikah, apa dia sedang hamil,