JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Dira terjatuh


__ADS_3

Tiga jam sudah Davin keluar rumah, danntak tau kemana perginya Davin, Mama dan Papanya takut kalau pulangnya Davin nanti mabuk,


Pas jam delapan malam Mama dan Papanya menggajak Dira pergi dari rumah untuk memberi pelajaran sama Davin,


'Sayang kamu kenapa ! Pa - Papa tolong Dira, Dira jatuh tidak sadarkan diri, " teriak Mama Lisa dengan kencang sampai semua seisi rumah lari mendekati Mama Lisa,


Ke dua orang tuan Davin membawah Dira ke rumah sakit, sampai di rumah sakit langsung Dira di tangani Dokter,


Papa menghubungi Davin beberapa kali tidak di angkat, dan Papa Bima mengirim pesan dan memberi tau kalau Dira terjatuh dan sekarang ada di rumah sakit,


Satu jam berlalu akhirnya Davin membukak pesan dari Papanya, dengan spontan Dira menghubungi Papa Bima kembali menanyakkan Dira,


Sampai di rumah sakit, Dira belum tersadar dan Dokter berkata kalau satu jam ini Dira belum bangun terpaksa Dira di oprasi , Davin duduk di samping Dira dambil mengelus - elus perutnya, dengan seketika Dira terbangun dan berteriak kesakitan, Mama Lisa memanggil Dokter,


Dokter memeriksa perutnyaDira sambil berkata, " Alhamdulillah udah membaik, dan Dokter mengajak Davin untuk pergi ke kantor,


Davin duduk di kursi berhadapan dengan Dokter, dan Dokter berkata , " Alhamdulillah Tuan kalau tiga puluh menit Nyonya belum terbangun terpaksa Bayi yang ada di kandungan nyonya di keluarkan secara sersar, dan Nyonya jangan sampai memikirkan yang aneh - aneh dan kelihatanya bayinya sangat lemah bisa jadi Nyonya banyak pikiran, tolong jaga Nyonya agar bayi nya bisa sehat dan selamat, ya memang orang yang sedang hamil mintak nya yang aneh - aneh, Tuan harus menurutin demi bayi yang di kandungnya, Nyonya sedih bisa berakibat fatal pada calon bayi,


"Siap Dok ! " ucap Davin dengan singkat,


Davin kembali menemui Dira yang ada di kamar, Davin duduk di samping Dira sambil memegang tanganya dan sesekali mencium kening dan tanganya sambil memintak maaf,


Dira hanya diam saja sambil memejamkan matanya dan menahan air matanya,


Mama dan Papa mendekati Dira untuk berpamitan pulang, Dira menangis sambil berkata, " Mama di sini saja, Dira takut,


"Ngak Sayang kan di sini ada suami kamu, kalau dia berbuat macam - macam bilang sama Mama dan Papa, biar saya cincang hidup - hidup, besok pagi - pagi Mama ke sini lagi, " ucap Mama Lisa sambil mengelus kening Dira,


"Ma ! Tapi Dira pingin makan pisang, " ucap Dira dengan nada manja,


"Iya Nak ! Biar Papa dan Mama carikan pisang sekarang, " jawab Papa Bima sambil mengelus rambut Dira,

__ADS_1


Dira tidur membelakangi Davin yang sedang duduk di sampingnya, sepuluh menit Mama dan Papanya datang membawah pisang, Mama Lisa mengupaskannya sambil berpamitan pulang, sebelum pulang Mama Lisa berkata, " Jaga dia, kalau ada apa - apa kamu saya cincang hidup - hidup,


"Mama ! Davin kayak ayam aja di cincang hidup - hidup, " jawab Davin sambil tertawa,


Dan tidak terasa sudah jam satu malam Dira kebelet pipis, Dira bangun dan duduk dengan seketika Davin terbangun memegangi tangan Dira sambil berkata, " Sayang kamu mau kemana biar saya antar?


Dira hanya diam tampa menghiraukan ucapan Davin, sebelum kaki Dira menginjak lantai Dira berteriak , "Aduh sakit,


Dengan spontan Davin memegangi badan Dira yang mau jatuh dan mengangkatnya untuk di dudukkan di atas sofa, dan sekali lagi Dira berjalan dan teriak sakit ,


"Biar aku bantu kamu mau ke kamar mandi , bilang biar saya antar, ngak bisa jalan butuh saya kan, " ucap Davin sambil mengendong Dira untuk di bawah ke kamar mandi,


"Terpaksa, " jawab Dira dengan singkat sambil memalingkan wajahnya,


Dan di pagi harinya Suster menyuru Davin untuk menyeko badan Dira, dengan spontan Dira berkata, " Tidak Sus ! Aku bisa mandi sendiri tampa perlu bantuan,


Suster memberi tau kalau Dira tidak boleh bergerak untuk beberapa hari sampai kondisi calon bayi sehat,


Davin menyeko badan dan menyuapin Dira sambil Davin tersenyum saat melihat Dira makan dan berkata, " Amit - amit kamu jangan meniru watak bapak kamu yang arogan itu, amit - amit , " ucap Dira sambil mengelus perutnya,


Sesudah Davin menyuapin Dira datanglah Mama Lisa dan Papa Bima, dan sementara Davin pulang untuk mengambil baju ganti Dira,


"Nak jangan lupa belikan ponsel buat Istri kamu biar ngak jenuh, " ucap Mama Lisa sambil melihat Davin,


"Ngak usah Ma ! Ngak baik, biar kan dia sementara ini ngak pegang HP, biar fokus kresembuhanya, " jawab Davin dengan nada senyum,


"Dasar pelit, " jawab Dira dengan singkat,


Dengan spontan Davin berjalan mendekati Dira sambil menciumnya dan berkata, "Coba bilang sekali lagi, aku pelit,


"Pelit, " ucap Dira sambil memalingkan wajahnya,

__ADS_1


Davin mencium Dira berulang kali tampa menghiraukan ke dua orang tuanya, Mama dan Papanya hanya tersenyum saat melihat Davin mencium Dira,


Sesudah mencium Davin meninggalkan kamar Dira untuk pulang ke rumah, sampai di rumah Davin merebahkan badanya di atas kasur dan Davin tertidur beberapa jam,


Den ! Den Davin Nyonya habis nelpon kalau Den Davin suru cepat ke rumah sakit karena Non Dira teriak kesakitan, " ucap Bik Ita dengan nada gugup,


Dengan spontan Davinn pergi menemui Dira, dan duduk di sampingnya sambil mengelus kepalanya dan berkata, "Sayang maafkan aku ya ! Aku ketiduran di rumah,


Dira merengek ke sakitan, Davin selalu mendampingi Dira sambil memijitin kepalanya dan beberapa detik Dira terdiam tidak mengeluh ke sakitan lagi,


"Tidurlah biar aku temani di sini , " ucap Davin sambil mencium tangan Dira,


Dira memejamkan matanya sambil memeluk guling dan berkata , "Kenapa dengan ragaku yang ngak bisa jahu dari Mas Davin, dan hatiku berkata lain, aku ingin jahu darinya,


Mama dan Papa berpamitan kepada Davin untuk sementara waktu mungkin dua hari saja, dan Mama dan Papa mencium Dira yang sedang tertidur, dan ternyata Dira hanya pura pura tidur,


"Nak jaga istri kamu jangan tinggalkan dia, dia butuh kamu tidak dengan yang lainnya, bila kamu ingin sesuatu hubungi bik Atun suruh dia antarkan, " ucap Mama Lisa,


"Siap Ma ! " jawab Davin dengan singkat sambil tersenyum"


Dan tidak terasa sudah satu jam Dira tertidur dan terbangun saat memdengar suara Bik Atun dan Pak Mamat datang, membawahkan pakian Davin dan Dira tidak lupa sama leptopnya Davin,


"Mas ! Dira pinggin pipis, " ucap Dira dengan nada singkat,


"Pipis di situ aja ngak papa kok, " jawab Davin sambil melihat leptopnya,


Dira langsung bangun dan berdiri untuk menuju kamar mandi sambil berpegangan tembok sebelum sampai di kamar mandi Davin mengangkat Dira di bawahnya masuk,


di dalam gendongan Davin Dira berkata sambil menggoyangkan badanya untuk ber jalan sendiri,


Udah Mas ! Dira bisa sendiri kok, Mas Davin lihatin leptopnya aja, ngak papa kok dengan Dira, Dira bisa sendiri, " ucap Dira dengan sedikit marah,

__ADS_1


Iya - iya maaf gitu aja kok marah, aku cuma bercanda Sayang, kalau suami istri itu saling membutuhkan " jawab Davin sambil mengendong Dira dan di taruk ke kamar,


__ADS_2