JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 15 Apa Rencananya.?


__ADS_3

Hari ini tanggal 6 July, besok tanggal 7 adalah hari kelahiranku, tetapi tidak ada tanda_tanda untuk perayaan ultahku. Aku mencoba menghubungi mama, kak Reza, kak Rifal, tetapi tak satu pun dari mereka yang menjawab telfonku.


Malam yang begitu menyedihkan buatku, suasana kamarku saat itu penuh dengan tangisan. Bantal dan selimutku semua terasa basah di linangi air mata. Kak Arsy (sapaan akrabnya pak Arsyad) juga sampai saat ini tidak menghubungiku. Aku menceritakan hal ini pada Arwin lewat BBM, namun respon Arwin juga tidak mendukung. Malah menambah kesedihanku. Lebih_lebih Wiwi yang sama s’kali tidak memberiku respon.


Malam ini aku hanya di temani dengan selimut dan bantalku yang sudah basah, dan juga buku harianku. Aku bercerita banyak kepada sahabat setiaku yang selalu ada dalam sedih dan bahagiaku. Walau dia tidak pernah memberiku respon tetapi aku senang karena dia selalu ada buatku.


Tak terasa buku kesayangannku juga basah. Aku menghentikan untuk menulis, karena aku takut dia sobek terkana air.


Keesokan harinya, saat aku di kampus aku pun merasakan hal yang sama. Sedihnya ketika aku masuk ruangan dan langsung memeluk Wiwi, tapi apa respon Wiwi, dia begitu tega membentak aku di depan teman_teman kelasku. Aku sama s’kali tidak menyangka kalau pada saat hari Ultahku tidak ada yang peduli dengannku.


Arwin selaku ketua di kelasku, juga tidak terlalu pedui dengannku. Dia hanya menyinggahkan tangannya di atas kepalaku, lalu dia pergi. Aku memanggilnya, tetapi tak sekali pun dia membalekkan kepalanya ke arahku. Begitu pedihnya hatiku saat ini.


Aku keluar dari ruangan dan segera pulang. Begitu sialnya aku di hari Ultahku. Aku tidak menyangka ultahku kali ini aku rayakan dengan air mata.


Saat aku tiba di rumah, sama s’kali tidak ada tanda_tanda. Aku sempat berfikir bahwa mereka akan memberiku surprize ketika aku pulang dari kampus, tetapi ternyata pikiranku salah. Suasana rumah begitu sunyi, Ayla juga tidak ada di rumah.


Aku menghabiskan hari_hariku dengan tangisan yang tak bermakna. Mengapa di saat hari bahagiaku aku merasakan kesedihan yang begitu mendalam. Orang_orang yang aku sayang, orang_orang yang aku cintai begitu tega membuatku sedih seperti ini. Mereka pada sibuk dengan urusannya. Kak Rifal lebih mementingkan kerjanya dari apa aku, kak Reza juga tidak memberiku ucapan selamat untukku. Aku hanya butuh ucapan, aku tidak butuh kado termahal dari kalian semua...... Ucapku dengan penuh tangisan di kamar.


Tak terasa hari sudah malam, tak satu pun orang yang menghubungiku. Kak Rifal dan istinya belum juga datang. Aku masih sendiri saja dalam kesedihanku. Aku mencoba untuk menghapus kesedihan, aku tidak boleh larut dalam kesedihan hanya karena tidak ada orang yang peduli denganku. Aku yakin di balik kesedihanku ada kebahagiaan yang menantiku. Masalah orang yang tidak peduli denganku, biarlah aku bisa hidup tanpa mereka, tapi mama papa, aku tidak bisa tanpa mereka. Mungkin mama sibuk, sehingga dia tidak sempat menghubungiku. Aku berusaha bangkit dari tempat tidurku yang dari tadi di genangi air mata. Aku keluar menuju ruang dapur, sepertinya aku lapar. Aku melihat di sana tidak ada makanan, aku keluar untuk membeli sebutir telur dan sebungkus mie. Suasana pada malam hari ini terlihat sangat sunyi, hanya bintang_bintang yang bertaburan di atas langit. Aku belanja tidak jauh dari rumah. Tiba_tiba saja saat aku masuk ke pekarangan rumah dan segera menutup pagar. Tiba_tiba saja suara klakson mobil yang terdengar begitu dekat, namun aku tidak menghiraukan siapa yang datang. Kalau kak Rifal, dia bisa buka sendiri pagarnya, pikirku. Aku segera melangkah menuju pintu. Tiba_tiba suara terdengar memanggilku, aku sangat mengenal suara itu. Aku tidak salah salah lagi, kak Arsy datang.


Aku berusaha tegar dan tidak menampakkan muka sedihku di depannya. Aku menoleh keluar pagar dan di sana aku lihat mobil kak Arsy di depan pagar, aku belum mengarahkan pandanganku ke padanya. Aku berjalan keluar dan membuka pagar. Dia pun segera turun dari mobilnya, aku berdiri di depan pagar dan belum juga aku mengalihkan pandanganku dari tanah.


Selamat ulang tahun putriku, Ucapnya yang begitu menggoda.


Makasih,,,


Sudah makan,.?? Tanyanya.


Belum, aku baru mau makan. Orang_orang di rumah belum pulang sampai sekarang. Jawabku


Aku masuk dulu, mau makan. Tambahku cuek...


Kita makan di luar saja. Katanya mengajak sambil memegang pundakku.


Aku makan di rumah saja.


Aku segera masuk dan meninggalkan kak Arsy di luar pagar. Sementara dia masih berdiri di luar dan memandangku begitu dalam. Aku tidak peduli dengannya saat ini, aku tahu dia pasti tahu apa yang aku rasakan karena dia bisa baca pikiranku dari raut wajah dan cara bicaraku walau aku berusaha menyembunyikannya.


Saat aku di ruang dapur, tiba_tiba saja dia datang dan memelukku dari belakang. Aku berusaha melepaskan pelukannya, tetapi tangannya begitu kuat. Jantung seakan jatuh, sangat gugip berada dalam pelukannya, baru kali ini dia memelukku. Aku tidak menyangka dia melakukan hal ini. Padahal dia orang yang mengetahui banyak tentang islam, dan tidak sepantasnya dia melakukan ini padaku.


Dengan suara lembutnya dia membujukku untuk menuruti ajakannya. Pelukannya semakin erat. Dia mengancamku untuk tidak melepas pelukannya setelah aku mengiyakan ajakannya.


Awalnya aku tidak mau, tetapi mungkin dengan kebersamaanku malam ini, aku bisa merasa tenang. Apa yang kurasakan malam ini dia harus tahu.


Aku segera melepaskan tanggannya yang melingkar di perutku, dan segera masuk kamar. Aku mengunci kamarku dari dalam dan segera mengganti pakaianku. Aku memakai baju hadiaku darinya. Baru pertama kali ini aku memakai baju pemberiannya, dan itu tanda bahwa aku menyukainya. Setelah aku siap, aku keluar dan dari dalam aku melihat kak Arsy duduk di kursi ruang tamu yang sedang menungguku.


Perlahan aku berjalan keluar dan duduk di kursi. Saat itu, aku tidak berkata apa_apa dan aku terus tunduk. Aku tidak ingin melihat matanya, aku malu atas apa yang telah dia lakukan tadi.


Dia segera bangkit dari tempat duduknya, dan mengajakku pergi. Setelah dia di luar, baru lah aku beranjak dari kursi dan segera mengunci pintu rumah dan pagar.

__ADS_1


Aku naik di atas mobilnya, dan aku tidak sengaja melihat matanya yang begitu terpancar kepadaku. Aku merasa gugup saat melihatnya, mungkin karena gara_gara kejadian tadi. Bagiku ini sangat berlebihan, aku tidak pernah di peluk oleh laki_laki selain papa dan ke dua kakak aku.


Sepanjang perjalananku, aku sama s’kali tidak pernah menoleh ke arahnya. Mataku begitu terfokus ke depan. Namun sesekali aku meliriknya, dan setiap aku melirik dia selalu memperhatikanku dan itu membuatnya senyum_senyum sendiri.


Beberapa saat kemudian, tiba_tiba dia menghentikan mobilnya di sebuah tempat yang begitu gelap. Aku merasa takut, dan pikiranku aneh. Kenapa dia membawaku di tempat gelap seperti ini.? Apakah dia punya niat jahat.? Tidak mungkin. Pikiranku yang semakin aneh. Aku belum memalihkan pandanganku ke arahnya, aku masih saja termenung. Tiba_tiba pintu mobil di sampingku terbuka, aku kaget. Aku tidak memperhatikan kalau ternyata kak Arsy sudah turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untukku.


Kita mau apa di sini.? Tanyaku jengkel.


Dia hanya tersenyum dan berkata kita makan di sini.


Bagaimana kita makan di sini, di sini tidak ada orang, gelap lagi. kita mau makan apa.? Kataku yang semakin emosi.


Ada kok makanan di dalam. Katanya yang semakin lembut


Ini tempat apa .? Tanyaku kesal


Dia menggandeng tanganku masuk ke tempat itu dengan suasana yang begitu gelap dan sunyi. Aku memegang erat tangan kak Arsy karena aku takut tangannya lepas.


Pikiranku tidak begitu tenang, di mana aku sangat lapar. Aku tidak tahu apa rencana dia membawaku ke tempat gelap seperti ini.


Aku mengeluh dan marah. Aku segera memberhentikan langkahku dan melepaskan tangannya.


Saat aku ingin berjalan keluar, tiba_tiba gelap yang tadi kini berubah menjadi terang. Aku begitu terkejut melihatnya, aku melihat di sekeliling tempat itu dan tak satu orang pun yang aku lihat kecuali kak Arsy yang berdiri di sampingku. Aku menoleh ke sebuah dinding di sana ada tulisan ‘HAPPY BIRTHDAY’ untukku dengan ukuran besar dan di hiasi lampu_lampu kecil yang sangat menarik. Selain itu juga lukisan wajahku yang tertera di pinggiran_pinggiran kue yan terletak di atas meja dengan pinggiran_pinggiran meja yang di hiasi balon yang berwarna_warni. Aku tersenyum melihat semua ini, dan aku menatap kak Arsy dengan heran, namun dia hanya tersenyum kecil.


Tak lama kemudian, suasana sunyi berubah menjadi ramai dengan nyanyian_nyanyian. Aku perlahan melangkah dan mencari suara itu, sementara kak Arsy tetap pada tempatnya.


Suara yang semakin besar, namun aku belum juga menemukan sumber suara itu. Aku semakin penasaran di buatnya.


“Happy Birthday to You.......”


“Happy Birthday, happy birthday.”


“Happy Birthday to You....”


Nyanyian yang begitu tidak asing di telingaku. Aku tidak menyangka ini terjadi. Ternyata mereka memberiku surprize yang tak pernah terduga di kepalaku sebelumnya.


Aku melihat papa, mama kak Rifal dan istrinya dan juga Ayla berdiri dari kejauhan dan di tengah_tengah mereka ternyata kak Reza juga datang berpartisipasi dalam pemberian surprize untukku, dan beberapa orang_orang terdekatku di sana, termasuk Wiwi dan Arwin. Aku tidak menyangka mereka melakukan hal semewah ini. Inilah makna dari kesedihanku selama dua malam terakhir.


Aku berlari meninggalkan kak Arsy dan menuju di tempat mama dan papa berdiri. Aku menangis bahagia dengan semua ini. Rasa lapar yang tadi aku rasakan hilang seketika.


Aku memeluk mama dan papa sebagai tanda terimah kasihku yang tak terhingga atas cinta dan kasih sayangnya kepadaku selama 21 tahun.


Pah, mah maafkan aku. Aku memiliki banyak dosa pada kalian aku dzuuzun kepada kalian berdua, aku pikir mama lupa dengan tanggal ultahku.


Mama mengusap kepalaku sebagai tanda kasih sayangnya sambil berkata, masa mama mau lupa, sedangkan mama yang melahirkan kamu, mama ingat persis hari bahagia itu saat kuketahui kamu itu perempuan. Katanya sambil mencium kepalaku.


O..yah ucapkan terimah kasi juga donk sama dosen kamu. Lanjut mama


Iya, terimah kasih yah pak dosen telah membohongiku. Ucapku kepada dosen tercintaku.

__ADS_1


Kak Arsy hanya tersenyum, dia begitu bahagia melihat kebahagiaanku malam ini.


Aku juga memeluk kedua kakak tercintaku, dan kakak iparku sebagai tanda terimah kasih atas semuanya. Aku bertanya tentang siapa yang punya rencana sekonyol ini dan aku tidak menyangka kalau ini semua rencana dari kak Arsy yang sengaja membuat pesta konyol dan mewah ini.


Kak Reza yang begitu jauh dari luar kota menyempatkan dirinya untuk hadir di acara ultahku. Ternyata ini semua karena kak Arsy yang sengaja menghubungi kak Reza untuk datang dan menyuruhnya untuk tidak merespon ketika aku menghubungiya. Kak Arsy benar_benar telah terbuka kepada semua keluarga besarku tentang hubunganku dengannya.


Aku begitu malu dilihat oleh keluarga besarku dekat dengan orang yang yang pernah aku tolak perjodohannya.


Aku pun menghampiri kedua sahabat terbaikku di kampus, mereka adalah Arwin dan Wiwi’.


Happy Birthday beb. Kata Wiwi sambil memelukku.


Thank you babyku, ternyata kalian mau ngasih surprize juga, tapi ini kelewatan ah. Aku seharian nangis di rumah gara_gara tidak ada yang peduli denganku.


Put, ternyata yah kamu dekat dengan pak Arsyad. Tanya Wiwi’ mengalihkan.


Aku merasa gak enak dengan Wiwi’ karena selama ini aku sembunyikan kepadanya tentang hubunganku dengan kak Arsy.


Wi'’ maaf ya. Aku tidak bisa bercerita denganmu tentang kedekatanku dengan pak Arsyad. Sebenarnya orang yang akan di jodohkanku yang pernah aku ceritain ke kamu itu adalah pak Arsyad, dan awalnya aku tidak berani menceritan ini padamu karena aku tahu kamu ngefanz sama dia.


Aku kembali memeluk Wiwi sebagai tanda maafku. Wi’ sudah dua satu tahun aku jalan dengan dia, tapi aku tidak berani memberitahumu. Lanjutku.


Iya, tidak apa_apa. Dia memang cocoknya untuk kamu. Lagian sekarang aku juga dekat dengan orang yang ada di samping aku, tapi baru dekat belum jadian seperti kamu. Tambah Wiwi’


Aku melihat cuma ada Arwin di sampingnya. Kecurigaanku ternyata tidak salah.


Aku memberi ucapan selamat kepada mereka berdua atas kedekatannya, namun Arwin kelihatan begitu bingung. Aku mencoba untuk merayu Arwin untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Wiwi’. Saat itu Arwin tersipu malu. Aku memberitahunya kalau dari dulu aku curiga dengan sikap Arwin terhadap Wiwi’ dan ternyata kecurigaanku benar. Win, jangan PHP-in beb aku yah. Ancamku kepada Arwin sambil meninggalkan mereka, biarkan mereka menikmati malam berdua.


@@@


Suasana acara Ultahku begitu ramai. Setelah sesi potong kue selesai, aku mengajak mereka untuk foto bersama. Bahkan aku pun berfoto mesra dengan kak Arsy di depan keluarga besarku.


Mereka begitu merestui hubunganku. Rasa maluku yang tadi aku pikung, telah aku buang jauh_jauh. Mengapa aku mesti malu sedangkan mereka semua telah mengetahui hubungannku, dan respon mereka pun sangat mendukung. Terutama dari kakak ke duaku kak Reza, walau sedikit ada rasa cemburu tetapi dia bahagia melihat aku bahagia dengan kak Arsy.


Acara ultahku perlahan mulai sunyi, orang_orang pada kembali ke rumahnya masing_masing termasuk Arwin dan Wiwi’. Tempat ini hanya ada aku kak Arsy dan keluarga besarku. Kami makan malam bersama di tempat ini, dan memutuskan untuk pulang ke rumah setelah makan.


Setelah kami makan, kami semua bergegas pulang. Aku naik mobil kak Arsy, sementara mereka naik mobil kak Rifal, kecuali papa dan kak Reza yang mengendarai motor.


Setelah kami sampai di rumah, kami kembali berkumpul di ruang tengah. Sepertinya tidak ada rasa lelah di antara kami semua kecuali Ayla yang dari tadi tertidur


Papah segera memulai pembicaraan yang sepertinya begitu serius. Papa sengaja melakukan ini karena mumpung malam ini kami berkumpul, dan kemungkinan besar besok sore kak Reza harus balik ke luar kota untuk melanjutkan kuliahnya yang tinggal beberapa bulan lagi.


Pembicaaran papa saat ini, di mulai dari hubunganku dengan kak Arsy. Papa merencanakan untuk segera menikahkanku dengan kak Arsy. Namun aku menolak itu, bagaimana tidak aku masih berstatus mahasiswa. Aku malu ke kampus setelah aku menikah. Aku meminta ke papa untuk menundanya selama dua tahun, lagian kan tidak enak kalau aku harus melangkahi kak Reza walau dia laki_laki. Itupun kalau aku selesai, sedangkan kak Reza belum juga menikah, maka aku akan menundanya lagi. Walau kak Arsy sebenarnya tidak setuju denganku.


Kak Reza begitu tertekan dengan papa. Papa memang suka mengatur hidup anak_anaknya. Termasuk kakak tertuaku kak Rifal, dia menikah mudah itu semua karena kemauan papa.


Walau kak Reza tinggal beberapa bulan lagi dia menempuh gelar Magisternya, tetapi dia bingung karena dia juga tidak mau menikah cepat. Dia belum menemukan seorang perempuan yang bisa dia jadikan sebagai istrinya. Selama kak Reza kuliah dia tidak pernah menyentuh hati seorang perempuan karena kenapa kak Reza tidak mau melukai hati seorang perempuan. Ketika suatu hari nanty dia meninggalkan perempuan itu dan saat itu lah dia merasa sakit ketika kak Reza tidak di hidupnya lagi. kak Reza begitu menyayangi dan menghormati kedudukan seorang peremuan karena dia sadar betapa pentingnya dan betapa hebatnya seorang perempuan itu.


Ketika kak Reza di tanya papa tentang kedekatannya dengan seorang perempuan. Kak Reza tersenyum dengan polosnya berkata aku tidak punya kedekatan dengan seorang perempuan. Aku tertawa mendengarnya, kak Arsy mencubitku sebagai tegurannya.

__ADS_1


Kak Reza menjelaskan akan semua permintaannya, dia tidak pengen segera menikah, walau dia ingin menikah secepatnya, dia menikahnya sama siapa dan dia juga tidak mau kalau dia di jodohkan. Pengalaman dari sepupu_sepupuku yang di jodohkan tidak bahagia. Papa hanya diam mendengar permintaan kak Reza.


Jarum jam telah menunjukkan pukul 11.00 WITA. Aku meninggalkan perbincangan mereka dan segera masuk kamar. Aku melihat di ranjangku ada mama. Baru kali ini mama masuk tidur di kamarku, mungkin karena orang_orang di luar yang akan tidur di depan TV. Aku segera merebahkan tubuhku dan melambaikan tangannku di atas tubuh mama. Tiba_tiba handphoneku berdering tanda sms masuk. Aku membukanya dan ternyata itu sms dari kak Arsy yang memberiku ucapan selamat ulang tahun untuk ke tiga kalinya dan juga ucapan “Have a nice dream”. Aku membalasnya dengan ucapan “Thank you and good nigth”.


__ADS_2