JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Teriak - teriak ngak sopan


__ADS_3

Dan tidak terasa sudah tiga hari Dira berada di rumah sakit dan keadaannya sangat membaik di pagi harinya Dira di suapin Davin,


Di siang harinya Mama Lisa ke Dira membawah ponsel baru, Dira menerimanya dengan senang hati, langsung saja Dira menghubungi Ibunya dan memberitau kalau Dira ada di rumah sakit,


"Terimakasih Ma ! Mama baik pada Dira, bagamana cara Dira balasnya, Mama bukan siapa - siapa Dira, " ucap Dira sambil mencium tangan Mama Lisa dan menangis,


"Mama adalah Mama Dira juga sampai kapanpun , "jawab Mama Lisa sambil membersikan air matanya Dira,


"Ih Mama, drama apa lagi ini, lo Mama ngapain belikan ponsel Dira, itu terlalu mahal Ma ! Biar Davin aja yang belikan, dan Davin punya niatan kalau Dira udah sembuh Davin belikan, berapa Ma biar Davin ganti, " tanyak Davin sambil mengambil ponselnya dan memasukkan nomer lamanya,


"Ngak usah, Dira juga anak Mama sampai kapanpun, dan Mama mintak jaga anak Mama jangan kamu sakitin lagi, sifat aroganmu itu buang jauh - jauh sebentar lagi kamu punya anak, " ucap Mama Lisa,


"Iya Ma ! Kenapa Mama kayak Mama tiri aja selalu ngancam Davin dan Davin bertanyak siapa sih yang anak Mama itu sebenarnya, kok selalu dia yang di bela Mama dan Papa srlalu marahin Davin, " ucap Davin sambil bersujud di kaki Mama Lisa,


Empat jam akhirnya Ibu, dan ke dua kakaknya udah berada di rumah sakit, Dira menangis sambil memeluk Ibunya dan kakaknya,


Ibunya bertanyak tentang kenapa kok bisa di rumah sakit,


"Iya Bu ! Dira jatuh di depan kamar mandi pas lagi Mas Davin kerja dan untungnya Mama masuk ke kamar Dira dan menolongnya, iya hampir saja anak yang di kandung Dira ngak bisa di selamatkan , " cerita Dira sambil bersandar di badan Ibunya,


Dan Dira bercerita kalau Dira kangen sama Ibu, kalau Dira udah sembuh Dira pingin pulang ke rumah sambil nunggu lahiran di sana,


Davin dan Mama Lisa cemberut saat mendengar ucapan Dira ingin pulang ke sana sampai lahiran dengan spontan Davin mendekati Dira sambil berkata, " Ta __ tapi Sayang ! Gimana kalau kamu periksanya sangat jauh,


"Ngak papa Mas ! Di sana ada Dokter yang terbaik seperti ini, Mas Davin kan bisa mintak pendapat Dokter di sana yang baik, iya kan Ma !, " jawab Dira,


"I __ iya Nak, biar suami kamu yang mencarikan Dokter di sana, " jawab Mama Lisa dengan nada gugup dan sangat kecewa karena Dira meninggalkannya,

__ADS_1


Sudah satu minggu Dira ada di rumah sakit dan hari ini Dira di perbolehkan pulang, samai di rumah,


Di malam harinya Dira menata pakianya untuk di bawah besok dan Dira berkata, " Mas Davin aku besok pulang ke Ibu,


"Jangan besok maaf aku besok ada metting mungkin pulangnya agak malam, " jawab Davin,


Sudah tiga hari Davin hanya janji - janji saja ,Dira sudah tau kalau Davin tidak mengijinkan Dira pulang, dan di sore hari nunggu Davin pulang kerja,


Pas jama dinding menunjukkan pukul empat Dira terlebih dahulu memintak ijin Mama dan Papa untuk pulang ke rumah Ibunya,


Mama Lisa menganyar Dira keluar dan Mama Lisa berkata , " Lo di mana suami kamu,


Dan Dira bercerita tentang Davin yang sebenarnya tidak mengijinkannya hanya janji janji, Dira masuk kamar dan berpamitan Davin untuk pulang sambil menenteng tas yang berisi pakian,


"Sayang ! Lo Sayang sebentar , "teriak Davin sambil lari mengejar Dira,


Dira duduk bersama Mama Lisa di teras depan, dan sepuluh menit Davin sudah siap mengantar Dira pulang, di dalam perjalanan Dira dan Davin hanya diam saja,


Mobil Davin sudah terparkir di depan rumah Dira Ibu dan kakak ipar Dira mrnyambutnya,


Davin masuk rumah sambil menyalami tangan Ibunya,


Di malam hari Davin merebahkan badanya di samping Dira, Davin tidak seperti biasa Davin hanya diam saja,


Dira duduk di samping Davin yang sedang berbaring sambil berkata " Mas ! Dira ngak memaksa kalau kamu pulang ke sini yang silakan kalau kamu pulang ke rumah Mas Davin ya silakan, Dira ngak memaksa untuk kamu tinggal di sini,


"Ngak ! Aku mengijinkan kamu pulang ke rumah Ibu cuma satu minggu saja, lalu kamu pulang ke rumah, aku ngak mau di bantah, nurut apa kata saya ! "ucap Davin,

__ADS_1


"Ngak Mas ! Aku mau pulang ke sini terus sama Ibu, " jawab Dira dengan nada sewot,


"Awas kamu cuma sa ____ satu minggu, jangan di bantah, kalau aku ngak pingin marah " ucap Davin dengan nada marah,


"Karena sifat kamu itu aku jadi pingin jauh dari kamu, setelah anakku lahir nanti kita pisah, aku capek sama sifat kamu ngak ada manja manjanya, Mas ! Aku dulu punya ke inginan kalau punya suami itu Sayang , Penyabar tapi ke dua orang tua kita salah menjodohkan kita, kita sama - sama keras , ngak ada yang ngala, " ucap Dira sambil menangis,


Davin hanya diam saja sambil mendengarkan ucapan Dira, sebenarnya Davin tidak tega melihat seorang wanita yang menangis, Davin hanya mengajaknya agar Dira pulang dalam satu minggu,


Dira tidur di samping Davin dengan posisi membelakangi Davin sambil menangis,


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul dua suara tangisan Dira masih saja terdengar, dengan spontan Davin memeluk Dira dari belakang sambil berkata, " Ya udah maafkan aku, terserah kamu maumu sampai kapan kamu di rumah Ibu ! Mulai sekarang aku akan memberimu ke bebasan apa yang kamu mau, dan maafkan aku bila selama ini aku mengekang kamu, dan sering membuat kamu menangis, ya udah tidurlah udah malam, besok aku berangkat pagi,


Dan lima menit Davin sudah tidak mendengarkan suara tangisan Dira, Davin pindah di atas sofa sambil merebahkan badanya dan tanganya di taruk di atas keningnya,


Tidak terasa jam tangan Davin menunjukkan pukul lima pagi Davin berpamitan untuk pulang,


"Lo Nak Davin ngak sarapan dulu, atau minum susu hangat biar Ibu buatkan " ucap Ibu,


"Terimakasih Bu ! " jawab Davin dengan nada senyum,


Davin berpamitan pada Dira dan tidak lupa mencium perut Dira sambil berkata , " Kamu harus hati - hati jangan terlalu capek,


Dira hanya mengangukkan kepalanya sambil mencium tangan Davin sambil berkata, " Hati hati di jalan Mas !


Sampai di rumah dengan selamat,


Davin duduk di terasa depan sambil menghidupkan rokok dan berteriak memanggil bik Atun untuk di buatkan kopi, Mama Lisa dan Papa Bima mendengarkan teriakan Davin yang tidak sopan sama Bik Atun, Mama Lisa mendekati Davin dan duduk di sampingnya sambil berkata, " Kenapa dengan kamu ! Teriak - teriak ngak sopan, kalau kamu punya masalah selesaikan,

__ADS_1


__ADS_2