
Tampa berpikir panjang Davin mengambil kunci motornya dan segera meninggalkan penginapan dan Davin hanya berpamitan sebagian temanya yang ada,
Pas jam tangan menunjukkan pukul sepuluh siang Davin telah sampai di rumah sakit, seperti biasa Davin mengelus perut Dira dan mencium tangan Dira lima menit Dira terbangun dan mendadak perutbya tidak sakit lagi dan lagi - lagi Dira di periksa Dokter ternyata bayinya kembali ke pisisi yang benar dan tidak membuat Dira sakit lagi, akhirnya oprasi di batalkan,
Davin duduk di samping Dira, dan Dira hanya diam saja saat tau Davin datang dan bertanyak tentang perutnya, Davin tidak mau bertanyak kepada Ibu , Kakak apalagi dengan Mama Lisa, dan di dalam ruangan terasa sepi,
Dokter datang memeriksa dan mengajak Davin ke ruanganya,
Dokter memberitau kalau satu kali lagi perut Dira sakit Dokter tidak menjamin anak atau orang tuanya selamat,
"Iya sayang akan berusaha untuk menjaga dia dengan baik , " jawab Davin.dengan nada gugup,
Lima menit akhirnya Davin masuk dalam ruangan Dira dan duduk di antara Mama dan Ibunya untuk memintak maaf atas kelakuan Davin yang tidak bisa jaga Dira, dan Davin berjanji akan menjaga Dira dengan baik,
Maaf aku ngak ikut campur masalah rumah tangga kamu satu kali lagi kamu menyakiti adikku aku tidak akan memaafkan kamu ! Dan aku akan menjauhkan adikku dari orang yang tidak bertanggung jawab seperti kamu, " ucap Kak Muklis dengan nada marah dan berjalan keluar ruangan Dira,
"Maafkan Muklis ya Nak Davin ! Jaga Dira dengan baik, " ucap Ibunya sambil berpamitan kepada Dira,
"Bu maafkan Dira ! Karena Dira kakak jadi marah, hati - hati di jalan Bu ! " ucap Dira sambil menangis saat Ibunya memeluk dan menciumnya,
Sebelum Ibunya pulang Mama Lisa sudah pulang duluan tingal Davin dan Dira yang ada di rumah sakit,
Dira hanya diam saja sambil tidur membelakangi Davin yang sedang duduk di sampingnya,
Dan tidak lama suster datang membawah makanan, Davin mengajak Dira untuk makan, Dira hanya mengelengkan kepalanya,
Davin mencoba merayu Dira agar Dira mau makan dan akhirnya Dira makan di suapin Davin,
"Udah ! Dira mau pipis, " ucap Dira dengan singkat,
Davin mengendong Dira ke kamar kecil tampa banyak omong, dan datanglah suster membawah obat, Dira duduk di tepi kasur sambil bertanyak pada suster, " Sus Dira pingin buah pisang buat minum obat,
__ADS_1
Mendengar ucapan Dira mintak pisang dengan spontan Davin mendekati Susternya sambil berkata, " Sus tolong jaga istri saya biar aku belikan dia pisang,
Lima belas menit Davin ke ruangan membawah pisang dan buah - buahan, Davin mengupasakan pisang untuk di makan bersamaan obat,
"Mas ! Dira pingin apel , " ucap Dira sambil menunjuk buah apel,
Davin menggupaskan beberapa buah yang baru dibeli Davin tampa Dira mintak, dan sesekali Davin melihat Dira yang menahan sakit,
"Kamu sakit sayang ! Buar aku panggilkan Dokter ya, " ucap Davin sambil mendekati Dira dan mengelus perutnya,
"Ngak papa cuma sedikit mungkin dia lagi bermain, " jawab Dira sambil menahan sakit,
Davin mendekati Dira sambil mengelus - elus perutnya sambil berkata, " Sayang kamu mau sesuatu biar aku belikan,
"Dira pingin di temani Mas Davin terus ! Ngsk mau di tinggal - tinggal lagi , " ucap Dira dengan nada manja sambil sedikit nangis,
Davin langsung memeluk Dira dan menciumnya sambil berkata, " Iya ! Maafkan saya ya ! Saya janji akan menemani kamu dan anak kita susah dan senang,
Tok
Tok
Tok
Masuklah Mama Lisa sambil membawah mskanan kesukaan Dira, dan Mama Lisa mendekati Dira memeluk dan menciumnya sambil berkata, " Bagaimana ke adaan kamu Sayang ! Maafkan Mama ya Nak,
Saat Mama Lisa mendekati Dira , Davin langsung berdiri dan duduk di atas sofa sambil melihat Mama dan Istrinya yang sangat akrab bagai anak kandung sendiri begitu juga dengan Dira, Dira begitu nyaman berada di dekat Mama, Davin melihat ke dua wanita yang di cintai sangat akrab Davin senyum - senyum sendiri,
Sesekali Mama Lisa melihat Davin senyum senyum sendiri, Mama Lisa berkata dalam hati, " Davin lihat betapa senang dan bahagianya Mama bisa memeluk Dira, sampai kapanpun Dira aku angap anak aku sendiri,
Dokter Santi masuk untuk memeriksa keadaan Dira dan hari ini Dira di perbolehkan pulang,
__ADS_1
Sebelum pulang Mama Lisa mengajak Dira untuk belanja keperluan bayinya, dan Dabin siap mengantarkanya kemana ke dua perempuan yang ia sayangi dan cintai,
"Ma ! Jangan lama - lama kasihan istriku jalan dia baru sembuh , " ucap Davin,
"Iya Mama juga tau ! cuma sebentar kok, sana ambilkan troli , " jawab Mama Lisa,
Sampailah di rumah, Dira berpamitan masuk kamar dan merebahkan badanya di atas kasur sambil memainkan ponselnya, Davin mendekati Dira sambil mencium keningnya, Davin merebahkan badanya di samping Dira,
Mas Davin ! Mandi sana bau apa ini, " ucap Dira sambil menutup hidungnya,
Dengan spontan Davin bangun dan berjalan menuju kamar mandi, setelah mandi Davin melanjutkan untuk berbaring di dekat Dira sambil berkata, " Gimana bau badanku, udah harum ? Tapi kok masi bau, bau apaan ini seperti bau keringat, oh aku tau berasal dari mana bau itu, ternyata kamu, kamu juga belum mandi, sana mandi dulu,
"Ah ! Dira males mandi, kalau Dira bau sana Mas Davin tidur di sofa, jangan dekat - dekat Dira, " jawab Dira dengan nada manja,
Siapa yang dekat kamu, aku pingin tidur dekat anakku, tapi Sayang biar kamu belum mandi badan kamu masih harum, benar sayang , aku suka bau ini, " jawab Davin sambil mencium badan Dira bergantian mulai ujung rambut sampai ujung kaki,
Dira merasa geli sambil berteriak mintak ampun, dan sengaja tangan telinga Davin di letakkan di perut Dira,
"Sayang anak kita bergerak - gerak, di dalam sama kira - kira dia main apa ya , apa di sana ada bolanya , Eh jangan nendang - nendang nanti perut Mami sakit, boleh nendang tapi jangan keras - keras Nak ! Tu lihat wajah Mami kamu nahan sakit, " ucap Davin sambil mengelus elus perut Dira,
"Itu Mas, mungkin anak kita pingin es campur, boleh ya Mas ! " ucap Dira dengan nada manja,
Davin hanya mengangukkan kepalanya sambil tersenyum dan berbicara, "Hanya itu pingin es campur aja,
"Iya ! Sekarang ya Mas ! " jawab Dira dengan nada manja,
Satu jam akhirnya Davin pulang membawah es campur untuk Dira,
Dira memakanya dengan lahab dan Davin mendekati Dira sambil berkata, " Udah jangan banyak - banyak nanti anak kita batuk,
Dira hanya diam saja saat es campurnya di ambil Davin,
__ADS_1