JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 20 Duka Seorang Sahabat


__ADS_3

Pagi hari setelah isi kamarku beres, aku keluar menuju dapur dan membantu kakak iparku memasak. Tiba_tiba kak Rifal datang dan memintaku untuk mengantar Ayla ke sekolah karena kebetulan hari ini aku libur.


Beberapa saat kemudian, setelah aku tiba di sekolah Ayla, aku mengantarnya masuk kelasnya dan bertemu dengan teman_temannya yang lain. Sambil aku berjalan keluar dari sekolah Ayla, jauh dari dalam aku melihat Wiwi sedang di luar pagar, dia mengantar adik sepupunya ke sekolah juga, aku segera menghampirinya dan menyapanya. Tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibir Wiwi, dia begitu heran melihatku. Aku segera memeluknya, mungkin sekitar satu menit Wiwi dalam pelukanku namun dia belum berkata apa_apa. Saat aku melepaskan tangannku aku melihat pipi Wiwi’ di derai air mata. Ada apa dengannya.? Gumamku.


Wi’ kamu kenapa, bukannya kamu senang bertemu denganku, selama beberapa bulan kita tidak pernah bertemu.? Tanyaku penuh rasa iba.

__ADS_1


Wiwi’ masih menatapku begitu sedih, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya, kesedihan semakin mencuak pada dirinya. Aku mencoba menenangkannya dan dengan itulah dia mulai berbicara.


Memang sudah beberapa bulan saya tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengannya pun tidak pernah. Wiwi begitu sedih saat aku menyapanya, dia teringat seseorang dalam hidupnya. Arwin. Iya Arwin aku ingat. Dia adalah ketua tingkat di kelasku dulu dan tak lain teman karibku juga di kampus. Wiwi menceritakan bahwa Arwin meninggal dunia seminggu setelah Wisuda, dia meninggal sejak perjalanannya pulang kampung, kapal yang dia tumpangi tenggelam dan Wiwi’ baru mengetahui kejadian itu setelah dua hari meninggalnya, dan Wiwi pun mengetahui itu dari kakak Arwin karena sudah beberapa kali dia menghubungi Arwin namun nomornya tidak pernah aktif. Kegelisahan Wiwi’ pada saat kejadian merupakan tanda kepergian kekasihnya, sehingga dia berinisiatif untuk mengubungi kakak Arwin dan menanyakan kabar tentang dirinya, namun kabar duka yang dia terima dari kakak Arwin.


Hari ini adalah hari untuk sahabtku, di mana aku tidak pernah meluangkan waktuku untuk dia, padahal dia sahabat karibku. Setelah beberapa bulan aku lost kontak dengannya akhirnya kami di pertemukan kembali, walau itu dengan keadaan yang tidak ku sangka.

__ADS_1


Sekitar dua bulan lalu Arwin pergi meninggalkan Wiwi’ untuk selama_lamanya, tak segampang itu untuk move on. Arwin cinta pertama Wiwi’. Hati Wiwi masih tertutup untuk pria lain. Bagaimana cara aku membuat sahabatku untuk tampil ceria lagi seperti saat Arwin masih hidup.


Yang aku ingat dari sosok Arwin adalah dia sedikit pemalu sehingga untuk jujur dengan perasaannya terhadap Wiwi memakan waktu yang cukup lama, dia juga anak yang rajin, shaleh, pintar, ramah, perhatian dan penyayang. Sosok Arwin yang begitu baik memang sulit untuk di lupakan. Arwin begitu menyayangi Wiwi’ begitupun dengan Wiwi’, Arwin pun sangat memanjakan kekasihnya sehingga Wiwi tidak bisa lepas dari cinta Arwin tetapi karena dengan kehendak sang pencipta maka mau tidak mau Wiwi harus melepaskan cinta Arwin dengan kepedihan.


Ini semua karena takdir Allah yang tidak bisa di lawan, ajal dan jodoh sudah dalam ketentuannya. Maka tak satu pun orang yang bisa merubahnya. Aku teringat akan diriku sendiri, dan kembali aku berharap agar kak Arsy tetap jodohku.

__ADS_1


__ADS_2