JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 29 Happy Anniversary


__ADS_3

Hingga penantian tiba, shalawat di mesjid sudah rameh sebentar lagi adzan tapi belum ada kabar dari kak Arsy.


Dela, kak Arsy belum pulang sejak pergi setelah dzuhur tadi. Aku masuk ke kamar Dela di mana keadaan kamar Dela sangat berantakan karena sibuk ngerjain tugas kuliahnya.


Kenapa tidak di hubungi kak.? Tanya Dela sambil bangkit dari tempat tidurnya, tempat dimana dia menulis.


Dari tadi kakak telfon tapi nomornya tidak aktif. Jawabku dengan gelisah.


Di hubungi lagi kak, seru Dela kembali.


Iya tetap tidak aktif Dela,......


Tiba-tiba suara mobil terdengar ngeriuh dari luar. Itu kak Arsy datang, seru Dela.


Hmmmmm,, Alhamdulillah, gumamku hatiku sedikit lega namun di hantui rasa kesal...


Assalamu'alaikum, salam kak Arsy sambil masuk kamar, di sana tidak ada Putri. Kak Arsy kembali menutup pintu kamar. Dengan bergegas turun melewati anak tangga yang agak berdempetan menuju kamar Dela.


Dela kak Putri mana.? Seru dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Dela.


Aku dan Dela sepakat tidak menyuarakan jawaban salam untuk kak Arsy. Tentu rasa penasaran menghantui.


Mengintip layaknya anak kecil, itu yang aku lakukan di pintu kamar Dela. Terdengar di luar sana kak Arsy kembali menaiki anak tangga menuju kamar. Aku pun segera keluar dari kamar Dela. Kak sedang sibuk memainkan hpnya, tiba-tiba aku masuk.


Sayang, kamu dari mana.? Sambut kak Arsy sambil menyodorkan kepalanya, aku tau maksudnya tapi aku menolak, aku menyeka kedua tangannya saat mulai mendekat dan aku menunduk menoleh saat melihat dia ingin mencium keningku.


Tanpa sepatah kata, aku berdiri menuju kamar mandi, saat ini adzan magrib telah di kumandangkan. Kak Arsy yang lebih dulu mengambil air wudhu. Meski sempat sholat berjamaah tapi belum ada kata yang aku lontarkan padanya sejak baru saja dia tiba di rumah....

__ADS_1


Setelah selesai salam, seperti biasa kak Arsy menoleh ke arahku menyodorkan tangan kanannya untuk salaman. Sampai saat mencium punggung tangan suami aku belum membuka pembicaraan. Kulihat dia tetap tersenyum meski aku masih dengan tatapan biasa saja.... kak Asry mendekat dan memeluk tubuhku yang bisa di katakan lebih kecil hingga saat dia memeluk badan betul-betul dalam dekapan penuh.


Saat dimana aku tidak bisa menolak, kecupan berlansung lama di kening, sekitar semenit. Aku tau dengan cara kak Arsy yang seperti ini aku bisa meleleh dan rasa kesal itu hilang seketika. Aku membalas dekapannya dengan perasaan yang sangat legah. Rasa bersalah melahirkan rasa penyesalan. Betapa beruntungnya aku memiliki seorang suami yang paham akan perasaan sang istri. Rasa penyesalan yang harusnya saat suami datang aku menyambutnya dengan baik, tapi karena aku yang terlalu manja dan egois hingga apa yang seharusnya aku lakukan tidak terlaksana.


%%%%%%


Selang beberap waktu kemudian, kak Arsy mengajak aku keluar dinner.


Tidak usah masak yah, kita makan di luar. Sahut kak Arsy setelah menutup Al-qur'an. Setelah sholat magrib kami menunggu waktu isya dengan ngaji sama-sama..


Setelah waktu isya terlaksana, aku dan kak Arsy segera bersiap untuk keluar dinner malam ini. Karena besok kak Arsy kembali masuk kantor, tentu kita akan menghabiskan kesempatan berdua sebelum masa sibuknya kembali menyita waktu.


Disekitar perjalanan menuju restoran, tentu kak Arsy tidak melewatkan kebiasaannya, meski tangan kanannya sedang sibuk mengendarai, sesekali tangan kirinya mengenggam lalu mencium punggung tangan kanan milikku. Romantis bukan.? Ini kebiasaan kak Arsy ketika kami jalan berdua, karena di saat Dela ikut segala kebiasaan kita berdua di liburkan....


Tidak banyak pembahasan saat di perjalanan hingga tiba di tempat tujuan. Aku ingat persis tempat ini, tempat di saat kak Arsy memberi kejutan di hari ulang tahunku yang ke 21 tahun. Untuk yang kedua kalinya aku mendatangi tempat ini, aku lihat di bagian kosong sana tempat di mana balon- balon bertaburan saat itu.


Kak Arsy mengenggam erat tangan kiriku. Melangkah menuju tempat kosong di mana tempat spesial khusus dua orang saja. Kami duduk berdampingan. Ingat kan tempat ini.? Hahahah, ingat pastinya waktu itu beberapa tahun lalu. Jawabku sambil tersenyum,,,


Back ke sendok/ di balik bungkusan sendok terdapat ukiran sebuah kata, entah kata apa dalam rangkain tersebut. Penasaran tentunya, aku kembali mengambil dan membaca tulisan tersebut...


Happy anniversary my wife, now we have four mounth of our marriage....


Seketika aku terdiam, menatap kosong wajah kak Arsy. Aku tidak punya bahan untuk bicara. Aku lupa hari ini 12 Januari 2016 tepat empat bulan pernikahan kami. Merasa sangat kesal dengan diriku sendiri. Wajar kak Arsy dari tadi enggan bicara. Ini penyebab aku lupa tanggal pernikahan aku dengan kak Arsy. Kesalahan lagi-lagi aku lakukan. Sembari dengan tatapn kosong, mata seketika tidak bisa memandang, dengan mata berkaca-kaca kupeluk sosok lelaki yang duduk di samping aku, sembari aku mendekapnya erat namun tak ada respon dari pihaknya. Aku tau aku salah, aku tau dia kecewa, aku lupa kalau hari ini empat bulan pernikahan kita. Maafkan Putri, sambil menatapnya kosong hampa tidak kutemukan sosok di wajah tampannya. Namun tetap berusaha menatapku sambil menyeka air mata yang mengalir keras di pipiku, sembari memberikan senyuman yang tidak pernah terbayangkan akan kesabaran dan keikhlasannya menerima aku.


Happy anniversary bapak dosen dan tuan Putri,


Nyaring terdengar suara dari belakang, di iringi irama. Aku berdiri dan melihat di sekitar sana ada sosok yang aku kenal, iya tentu kakak kandung aku sendiri kak Reza, tak lain juga di sana ada kak Revan dan teman-teman kak Arsy yang lain, aku baru mengerti ini di rancang saat pertemuan mereka tadi siang. Air mataku tak henti mengalir deras melihat keromantisan suamiku malam ini. Aku berusaha tersenyum menatap wajah kak Arsy dengan penuh rasa syukur namun hati tidak bisa berbohong akan rasa haru ini. Aku menutup mulut sungkang untuk bicara, berusaha tersenyum sembari menahan tangis. Kak Arsy mendekapku mengelus manja punggung kiriku sembari mengecup kepalaku bagian kanan meski d baluti jilbab tetap terasa dalam dan hangat....

__ADS_1


Ini kejutan untuk kedua kalinya kak Arsy lakukan, dengan penuh kesabaran menerima segala kekuranganku, hari sesakral kami pun aku lupakan...tanpa aku ketahui maksud dan tujuan kak Arsy menemui kak Revan tadi siang hanya dengan surprize ini. Dan aku pun sempat memikirkan hal negatif tentangnya bahkan saat tiba rumah pun aku tidak menyambutnya dengan baik... sungguh aku egois bukan, untung saja sang suami sabar dan pemaaf...


Malam ini kami tidak berdua, semua rekan" kak Arsy ikut dinner bersama kami....


Candaan tergurauh dari rekan-rekan semua. Beberapa dari mereka aku tidak mengenalnya, kecuali kak Reza dan kak Revan, mereka tidak asing lagi bagiku... rekan-rekan lainnya merupakan teman seangkatan kak Arsy di S1nya. Wajar iya aku tidak mengenalnya... di saat acara pernikahan juga mereka tidak sempat datang, hingga dengan niat besarnya membantu kak Arsy memberikan surprize ini pada istrinya sebagai tanda perminta maaf katax tidak bisa ikut serta meramaikan acara pernikahan kami empat bulan lalu.....


Sembari berbincang membicarakan hal-hal tentang keseharian mereka, beberpa dari mereka sudah menikah dan beberapa juga belum termasuk kak Reza kakak kandung aku sendiri.


Candaan mereka semakin ramai, waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 pm. Kak Arsy paham betul aku tidak kuat begadang. Ditengah candaan kak Arsy harus memotong pembicaraan mereka karena harus pamit pulang dan mengucapkan rasa terima kasih atas partisipasi mereka berhasil memberi kejutan buatku... sempat terlontarkan pula rasa terima kasih mereka pada kak Arsy karena di undang makan malam bersama kami.......


Sebelum beranjak aku pamit memohon maaf karena terlihat cengeng di depan mereka.. menyalaminya dengan bentuk sopan antara perempuan dan laki-laki yang bukan mahram kecuali untuk kak Reza yang tak lain kakak kandung aku sendiri. Aku dan kak Arsy beranjak meninggalkan tempat.


Malam terasa sangatlah indah, taburan lampu hias mewarnai gelapnya malam kota Makassar. Pancaran lampu setiap kendaraan saling memantul dari arah yang berlawanan. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat melaju sedang di bawah cahaya bintang malam....


Di tengah perjalanan menuju rumah kami tak seindah taburan bintang di langit, tak secerah hiasan lampu di pinggir jalan. Keduanya saling membisu meski sesekali saling menoleh dan bertatap tanpa sengaja. Adegan ini buat aku semakin kaku untuk memulai pembicaraan. Pikirku, bagaimana ketika tiba d rumah, tetap diam saja.? Aku harus memulainya dari mana. Aku harus minta maaf pada kak Arsy. Tapi, aku susah ngomong kalau keadaan seperti ini.....


Laju mobil tiba-tiba berhenti, iya ini sudah tiba di rumah... apasih yang aku pikirkan.... gumamku' sambil keluar dari mobil... tidak ada apa-apa fix di sepanjang jalan tidak ada yang bicara...


Aku dengan polosnya masuk rumah berjalan menuju kamar. Sesaat kemudian kak Arsy datang... masih dalam keadaan diam...


Aku beranjak dari tempat duduk menuju di mana kak Arsy sedang sibuk membereskan tempat tidur, nampak bersiap untuk segera tidur. Semakin aku mendekat, aku menarik tangannya dari belakang menatap wajahnya dengan mata polos entah apa di pikiran dia dengan tatapanku seperti ini...


Aku siap jika kak Arsy harus menghukumku malam ini, aku siap apapun kak Arsy ingin katakan padaku, aku siap apapun kak Arsy ingin lakukan, kuserahkan diriku padamu kak. Lakukan sesukamu, aku tidak pernah mengerti bagaimana cara aku membuat kamu bahagia,,a.aakuu minta (maaf).


Zzzttt...... telunjuk kak Arsy melekat di hidungku, menyuruhku untuk diam. Kata maaf belum aku ucapkan... kamu tidur, sekarang sudah jam 11.00 (pm). Kamu pasti ngantuk itu mata kamu sudah memerah, tidur sana... seru kak Arsy memagang kedua pundakku sambil menoleh ke arah tempat tidur...


Aku masih terpaku dengannya, tidak bisa berkata apa-apa. Sangat berat mata memandang gumpalan air mata semakin membesar. Aku tidak bisa menahan tetesan ini.. kak Arsy menggendong aku menuju tempat tidur, membaringkan aku di kasur menatapku dengan tatapan kosong, air mataku mengalir deras. Aku masih tidak menyangka apa hal yang aku pikirkan selama ini hingga aku lupa tanggal pernikahan aku. Dan ini pertama kali kak Arsy mengingatkan. Mungkin saja selama ini dia menunggu aku mengucapkan happy anniversary tapi nyatanya tidak....

__ADS_1


Masih dengan keadaan menegangkan, Kak Arsy masih sempat menciumku dengan manja... Aku terharu banged memiliki suami yang sabar...


₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩₩


__ADS_2