
Dan tidak terasa waktu cepat berganti, sudah satu bulan Davin ada di rumah Dira dan tetap saja Dira mengabaikan Davin, Dira tidak pernah berbicara tidak dengan Davin Davin tetap mengajak Dira bicara walau Dira tidak menjawab,
"Sayang Mama lagi sakit ada di rumah sakit, Mama selalu tanyak kamu , ayo kita ke sana, kasihan Mama selalu panggil - panggil nama kamu, tolong jenguk Mama, " ucap Davin sambil memohon,
Mendengar ucapan Davin langsung saja hati Dira tersentuh sambil menahan tangis,
Dan di pagi harinya seperti biasa Davin berpamitan untuk pergi kerja, sepuluh menit Davin pergi, Dira juga pergi ke rumah sakit untuk melihat Mama Lisa, dua jam Dira udah sampai di ruang Mama Lisa,
"Ma ! Maafkan Dira, baru bisa datang ke sini, Mama sakit apa ? " tanyak Dira sambil mencium pipi dan tangan Mama Lisa,
__ADS_1
"Kamu ke sini sama siapa suamimu ? Ngak tau tiba - tiba kok kepala Mama pusing dan jatuh, " jawab Mama Lisa dengan nada senyum,
"Dira ke sini sendiri Dewa ada di rumah sama Ibu, jaga makan Mama jangan telat makan Ma ! " ucap Dira,
Sepuluh menit Dokter datang memeriksa Mama Lisa Dokter berkata, " Nyonya ! Tensis Nyonya sangat tinggi, Nyonya jangan banyak pikiran, kalau ada masalah sebaiknya Nyonya bicarakan saja agar Nyonya cepat sembuh, aku takut Nyonya sakit setruk,
"Iya Dok biar nanti aku bantu menceritakan beban Mamanya agar cepat sembuh, " ucap Papa Bima sambil tersenyum,
"Dir ! Kapan kamu pulang ke rumah ! Kasihan Mama kamu, suka pusing kepalanya selalu pingin memeluk kamu, udah tiga hari Mama ngak ketemu kamu jadi sakit, kapan kamu pulang biar Papa dan Mama yang jemput kamu dan Dewa, " tanyak Papa Bima,
__ADS_1
"Maaf Pa ! Ma ! Dira ngak bisa tinggal di rumah Mama dan Papa lagi, Dira udah capek menjadi istri Mas Davin , dan Dira mintak cerai , lagian kenapa Papa dan Mama pakai jodohin Mas Davin sama Dira, Papa dan Mama sekarang tinggal meristui Mas Davin dengan pilihanya, dan Dira sudah tau kalau Mas Davin udah kawin lagi, ya memang ini sudah takdir Dira dan Dewa Ma ! Dira hanya mendoakan Mas Davin bahagia dengan pilihanya, dan Dira mintak restuilah Mas Davin Ma , Pa ! Kalau soal Dewa tetap anak Dira juga Mas Davin, restuin ya Ma , Pa agar Mas Davin mau menceraikan Dira, " ucap Dira sambil menangis di pangkuan Mama Lisa,
"Ngak Nak Davin ngak kawin ! kamu tau dari mana, " tanyak Mama Lisa dengan nada gugup,
"Dari teman Dira yang ngasi vidionya pas Mas Davin ijab kabulnya, Ma ! Ternyata yang di nikahin Mas Davin itu Silsi , mungkit Mama tau dengan semua ini , " jawab Dira sambil menunjukkan vidionya ke Mama dan Papa,
"Maafkan Mama Nak ! Mama tidak menyetujui ini semua, gara - gara Mama dengar Davin nikah lagi Mama langsung pingsan saat itu, dan Mama Sakit, " jawab Mama Lisa dengan nada gugup,
"Maafkan Dira juga Ma ! Mungkin sampai di sini jodoh ku dengan Mas Davin , dan mengenai Dewa terserah mau iku aku atau Mas Davin , " jawab Dira ,
__ADS_1
"Bagaimana pun kamu dan Dewa harus tinggal sama Mama , " jawab Mama Lisa sambil memeluk Dira dengan erat,
"Ma ! " ucap Dira sambil mrmbersikan air matanya Mama Lisa,