JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 28 Something happen


__ADS_3

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hari semakin berlalu, suasana di rumah mama sangatlah ramai. Kebahagiaan terasa nikmat apabila kita di kelilingi oleh orang-orang yang kita cinta, iya mereka adalah keluarga yang merupakan harta tak ternilai dari apapum, suatu kebanggan punya papa dan mama yang selalu setia berdoa untuk kami para malaikat kecilnya...


Siang malam silih berganti, tak ada yang patut di syukuri selain nikmat dari sang Pencipta...


Setelah dua hari di rumah mama, saya dan kak Arsy dan Dela harus segera kembali ke kota karena kak Arsy harus masuk kantor lagi setelah ambil off selama honeymoon. Dela pun demikian besoknya harus masuk kuliah. Aku sendiri tidak punya kesibukan selain ngurus suami dan Dela, dan wajib saya ikut mereka pulang. Kak Rifal dan istrinya juga demikian karena Ayla harus masuk sekolah juga. Rumah mama kembali sunyi, wajar raut wajahnya kembali sedih meski tetap berusaha untuk selalu tersenyum di depan kami semua...


Mama yang dulu tidak bisa jauh dari Putri bungsunya yang merupakan satu-satunya anak perempuan harus ikhlas menerima keadaan. Sekarang Putri bukan tanggung jawab mama papa lagi. Iya, sedih mereka, tapi percayah pah, mah, kak Arsy menyayangiku lebih dari apapun di hidupnya. Sayangnya papa sama dengan sayangnya kak Arsy sama Putri...


Kurangkul penuh hangat mama, debaran di dada sangat terasa kalau sedang menahan tangis, ku kecup kedua pipi mama yang sudah mulai keriput, kubisikan kata love you di telinga kanannya, mama pun membalasanya " love you too putri kecilku" ,sampai kapanpun mama masih mengaggap aku sebagai anak kecil meski sekarang sudah jadi istri seorang dosen tampan.hahai


Papa, kukecup punggung tangan kanannya, papa mengelus manja pundakku. Jadi istri yang baik yah, kata papa. In syaa Allah, Putri akan selalu menjadi istri sebagaimana mama lakukan ke papa...


Daaaa mah, pah, lambaian tangan beriringan kami sontak keluarkan dari jendela mobil. Sama seperti sebelumnya, Dela yang tetap di tengah dan tentunya aku mendapingi suami di depan. Mobil kak Rifal jalan mengikuti kami dari belakang...


Seiring percakapan selama di perjalanan, tak terasa kami sudah tiba di rumah. Hari ini masih hari libur, besok kembali harus ngantor. Dela bergegas ke kamarnya, akupun demikian, tas tentenganku di bawa oleh kak Arsy naik di kamar.


Istirahat sana, pinta kak Arsy sambil membereskan barang bawaan...


Setelah selesai, kak Arsy duduk di samping aku tepat di pojok tempat tidur. Kiss kembali melayang, selama dua hari tidak sempat memberi kiss karena selama di rumah mama waktuku sepenuhnya untuk mama.


Rasanya dua hari itu tidak memberi kiss serasa sebulan katanya😂alay bukan...


Tangan kanannya ada di bagian belakang punggung sementara tangan kirinya sibuk mengelus-elus perut aku yang masih rata.


Kak ngapain.? Tanyaku sambil nyegir.


Ke dokter yuk, siapa tau sudah terisi. Pintanya,


Ah, masa iya secepat ini kan honeymoonnya baru seminggu mana mungkin secepat ini terbaca d usg, tunggu sebulan yah ini juga belum ada tanda-tanda pusing mual seperti orang lain di awal kehamilan.


Iya, tapi kan sebelum berangkat kamu ngalamin seperti ibu hamil muda.. tak dia mau kalah kan dia, sudah gak sabar sih pengen tahu hasilnya. Tapi aku bersih keras untuk tidak mengikuti kemauannya...


Nanty aja kak, tunggu sebulan lagi, ucapku sambil membujuk dengan posisi duduk berhadapan untuk buat dia lebih sabar....


Lagi dan lagi kiss melayang di kening,


Hari ini sudah siang, tepat pukul 11.30wita. Tiba di rumah sekitar jam 09. 50 wita. Tak terasa sejam kita bercengkrama di kamar.


Putri turun dulu mau masak. Aku sambil keluar dari kamar, sedangkan kak Arsy masih dengan posisinya sambil mengecek handphone nya...


Dela keluar dari kamarnya dengan niat mau bantuin aku masak, aku memang belum terlalu mahir soal masak memasak. Kalaupun selama ini kita makan dengan masakan aku yah dengan rasa seadanya, tapi sekalipun kak Arsy tidak pernah komplain soal rasa masakan aku.

__ADS_1


Aku beda 40% dengan kakak ipar istri kak Rifal yang jago masak.


Sambil memotong" wortel, Dela mengeluarkan seikat sayur kangkung dari kulkas, ini tadi di kasi mama kak saya yang masukin tadi ke mobil, ohiya tadi aku tidak sempat melihat barang bawaan karena langsung turun dari mobil trus naik ke kamar. Mama sengaja membekali sayur kangkung karena kak Arsy sangat doyan dengan kangkung, wajar saja hobbinya tidur.


Setelah semuanya masak. Kak Arsy juga trun. Pas banget tidak repot lagi ke kamar untuk panggil dia makan.


Dela gak mau makan.? Tanyaku,


Nanti ajja kak. Dela masih kenyang.


Iyya sih, sarapan waktu di rumah mama masih terasa.


Tapi kak Arsy tetap mau makan, tidak tega donk liat suami makan sendirian. Yaudah aku makan juga. Akhir-akhir ini aku memang kuat makan, apa iyya ini tanda aku sudah hamil, pernikahan aku sudah 3 bulan sudah mau masuk empat bulan malah. Gumamku sambil mengunyah makanan. Tapi kan orang hamil muda biasa tidak bisa makan karena alasan makanannya bau trus bawaannya pengen muntah terus. Tapi kenapa aku berbeda.? Iya sempat aku pusing dan mual dan beberpa minggu lalu, liat aku juga penasaran kan. Memang iyya sih sudah sebulan telat tapi aku tidak menghiraukan karena sebelum nikah saja aku selalu dapaf masalah yang sama yang kadang teman-teman aku nyaranin ke dokter karena katanya gak normal. Tapi aku masih saja bandel tidak hiraukan merka.


Sayang mau tambah, pinta kak Arsy, sayur kamu enak. Katanya.


Aku sambil menyendok nasi dan sayur ke piring kak Arsy. Serius sayurnya enak.?


Iya, kan yang masuk kamu. Jawabnya gombal, akhir-akhir ini dia hobby ngegombal seperti ada maunya...


Enak masakan siapa Putri atau mama.? Tanyaku memastikan


I.iyya..a enak masakan mama sih, jawabnya sambil terbata-bata. Kenatar kan kalah masakan aku tidak enak...


Hahaha. Terima kasih aja deh, enak tidaknya yang penting kan aku sudah lakukan kewajiban untuk masak buat kamu. Berusaha sibisa mungkin untuk bisa masak yang enak tapi hasilnya masih kurang. Mungkin kurang bahan atau salah resep, yaudah yang penting sayurnya habi. Di nikmati aja kak, enak tidaknya nanty aku belajar masak sama mama atau kaka ipar.


Kak Arsy menangguk mengiyakan sambil mengunyah makanannya...


Setelah selesai makan, kak Arsy duduk di kusri bagian tengah depan Tv, aku membereskan meja dulu.


Kak hari ini mau ngapain, tidak keluar ke manalah atau ketemu sama siapa gitu.? Tanyaku sambil berjalan menuju kursi di mana kak Arsy menyandarkan badannya.


Tadi Revan kirim pesan di WA katanya mau ngumpul sama teman-teman.


Putri tidak di ajak.? Tanyaku


Kalau mau pergi, tidak apa-apa. Tapi sepertinya mereka tidak bawa istri ke sana. Jawab kak Arsy.


Hmmm... tidak apa-apa kak Arsy saja yang pergi sendiri tapi jangan lama pulang yah, bakal rindu kalau lama... aku sambil bersandar di bahunya menggandeng lengan kanannya. Sedangkan tangan kirinya megusap-usap manja kepala aku.....


Kakak mandi dulu yah, sambil beranjak dari kursi, kemudian sholat.


After few minutes later, sosok pria tampan ini berdiri rapi pas depan cermin sambil menyisir rambutnya.

__ADS_1


Masya Allah ganteng banget suami aku, wangi pula. Aku sambil menghampiri dan menyodorkan kepala ke bagian tubuhnya meresapi kewangiannya.


Masih cuek dianya, masih sibuk dengan rambutnya..


Ini orang katanya mau ketemu kak Revan tapi kenapa dandanya rapi, pakai wangian lagi. Sama istri saja tidak pernah sewangi ini.


Adek kenapa, kaget liat kakak ganteng. Memang iyya dari dulu ganteng coba tidak gantenf mana mungkin kamu mau nikah sama aku iyakan.? Bisa kebayang gak sih muka songongnya saat ini. Iya memang gantengnya aku akui tapi aku menikahi kak Arsy itu karena papa. Jawabku cuek sambil duduk di pojok tempat tidur...


Oh,, gituuu karena papa.? Lanjut kak Arsy dengan posisi yang sama.


Jadi selama ini kamu tidak cinta, hemmmm.? Sambil berjalan mendekat lalu duduk dengan jarak yang sangat dekat, memandangku dengan mata tajam.... Debar seketika menghanyutkan perasaan canda, takut.? Dia marah, atau bercanda.?


Masih dalam keadaan diam, dengan tatapan yang semakin tajam mendekap bahuku keras hingga aku tidak bisa beranjak.


Semakin erat dan semakin dekat. Egh... mau nagapin ini, katax mau keluar. Gumamku salah tingkah...


Bisikan menggeli di telinga, yakin kamu tidak mencintai dosenmu.?


Ihhh,,, geliih ngapain bisik", sahutku menggeser kepalanya, seketika rasa khawatir hilang saat kecupan kembali menyentuh keningku. Itu namanya kamu tidak cinta sama aku.? Tanya sambil menatapku', kalau memang iya, kenapa.?


Hmmmm, sambil menarik hidungku keras.....


Auuuu,, sakiit kak. Aku berteriak kesal sambil memegang hidungku yang sakit....


Sana pergi, benci sama kamu, Sambil aku membaringkan badanku menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhku', berharap kak Arsy membujuk aku, ikut baring membuka selimut yang membalut di tubuhku. Tapi nyatanya dia pergi dan mengambil beberapa jam tangan yg di pakai silih berganti, d coba-coba gitu... sok ganteng amat siih, gumamku kesal. Aku kembali menarik selimut tersebut.


Setelah beberapa menit dia mendekat lagi, pikirku mau membujuk membangunkan aku ternyata lagi dan lagi kecupan tersentuh di bagian kepala tidak terlalu terasa sih kan badanku di baluti selimut tebal,,,


Selamat tidur siang istriku yang manja. Kakak pergi dulu yah, baik-baik di rumah. Sambil berbisik, mengecup kening tiga kali lalu kak Arsy beranjak dari kamar.......


Setelah kudengar pintu kamar tertutup dengan pelan, aku bangkit dari tempat tidur dan mengintip kak Arsy yang sedang menuju teras parkiran mobil. Posisi aku saat ini di jendela kamar yang terlihat jelas pemandangan di luar sana termasuk teras dan halaman rumah. Laju mobil saat keluar dari halaman terlihat pelan, kupandangi hingga ekor mobil tak muncul lagi....


Aku kembali ke tempat tidur, duduk sembari menatap foto pernikahan aku dan kak Arsy yang tertata rapi di meja. Perlahan ku sentuh gambar demi gambar dengan bingkai berwarna putih polos, aku menatapnya sambil tersenyum, gumamku "I love you". Sungguh aku mencintaimu karena Allah, terima kasih telah memilih aku sebagai ibu untuk anak-anakmu kelak. Semoga Allah memberkati pernikahan kita dan karuniakan keturunan sholeh dan sholehah. Aamiin,,, sembari berdoa menatap dalam-dalam wajah kak Arsy dengan senyuman yang tak asin lagi. Hari demi hari, jam perjam,menit permenit bahkan perdetik selalu saja ada untuk buat aku selalu tersenyum, memberi kecupan tanpa ada permisi itu merupakan kebahagiaan bagi diri aku pribadi. Tak heran cintaku telah tertanam rapi dalam hatinya. Semoga kak Arsy cepat pulang, eghh belum cukup lima menit rasanya sudah kangen banget.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Sekitar pukul 03. 15 pm, suara adzan bergumandang ramai di mesjid-mesjid sekitar. Waktu sholat adzar tiba. Kak Arsy dimana yah, kenapa belum pulang katanya cuma sebentar...gumamku',


Tak berdiam lama setelah adzan selesai, aku beranjak dari tempat duduk untuk mengambil air wudhu.... rakaat demi rakaat hingga selesai salam.


Aku sementara masih mengenakan mukenah, kuraih handphoneku untuk menghubungi kak Arsy, khawatir kenapa belum pulang juga, tapi sayang nomornya sedang tidak aktif, apa mungkin lowbat "gumamku, tapi kan dia punya power bank. Masa iyya.? Atau jangan" adduhh... Putri jangan pikir aneh-aneh deh baru berapa jam juga perginya. Masa iya aku terlfon kak Revan? No no. Tidak boleh, takut ganggu atau kak Arsy malah tidak enakan sama teman-temannya saat ngobrol.... yaudah tunggu sampai magrib, Putri sabar gumamku sambil mengusap dada mencoba menenangkan diri...


################

__ADS_1


__ADS_2