JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Pingin bakso


__ADS_3

Malam mulai berganti pagi, seperti biasa Dira bagun lebih awal dari Davin, Dira keluar kamar membantu untuk menyiapkan keperluan acara arisan keluarga,


Dira mendekati Mama Lisa seperti biasa Mama Lisa mencium kening Dira sambil berkata, " Pagi Sayang ! Kamu diam saja jangan banyak gerak,


"Iya Ma ! Ngak tau ni, perut Dira rasanya sakit ngak enak gitu, pinginya tidur aja, " jawab Dira dengan nada manja,


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sembilan sebagian keluarga pada berdatangan, Dira ikut menyambut tamu yang datang tampa menghiraukan perutnya yang sedikit sakit,


Tidak sengaja Mama Lisa melihat wajah Dira seperti menahan sakit, Mama Lisa mendekati Dira sambil berkata, " Nak kamu duduk saja, perut kamu masih sakit ! Istirahat masuk kamar,


Dan Davin mendekati Dira dan di ajak masuk kamar, sebelum sampai di kamar Dira, Dira merasakan ada sesuatu yang keluar dari bawah dan pas di lihat Dira sebuah darah menutes dari kaki,


Davin mengetahui itu langsung mengangkat Dira untuk di bawah ke dalam mobil, sebelum berangkat Davin berkata pada Bik Atun, " Bik tolong bersikan ini, jangan kasih tau Mama dulu,


"Iya Den " jawab Bik Atun dengan singkat,

__ADS_1


Sepuluh menit Davin sudah sampai di rumah sakit, Dira langsung di periksa oleh dokter kandungan dan sementara Dira di infus, Davin setia menunggu, selama dua hari di rumah sakit dan hari ini Dira di perbolehkan pulang,


Dokter Ria berpesan agar Davin jangan menjenguk dedek bayi selama satu dua mingguan, dan Dira tidak di perbolehkan terlalu banyak gerak,


"Iya Dok siap, " jawab sambil memegang keningnya dan tersenyum,


Di dalam perjalanan Dira melihat pedagang bakso Dira langsung berteriak untuk mintak di belikan, Davin menghentikan mobilnya sambil berkata, " Jangan yang itu tidak higienis jualnya di pingir jalan lagi, nanti aku carikan yang lain,


"Tapi Mas ! Dira pingin yang itu, " jawab Dira.sambil memanyunkan bibirnya,


Lima menit mobil Davin sudah berada di warung Bakso urat super jumbo, dan Davin mengajak Dira keluar mobil,


"Kalau kamu sakit gimana, apa kamu bisa sendiri, " ucap Davin dengan sedikit marah,


'Udah Mas Dira ngak pingin bakso pingin pulang, mandi lalu istirahat , " jawab Dira dengan nada manyun,

__ADS_1


Dengan spontan Dira melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit cepat,


Melihat Davin sedikit marah Dira merebahkan badanya dan memejamkan matanya sambil menghadap ke samping,


Tiha puluh menit mobil Davin sudah berada di rumah Dira keluar mobil dan langsung masuk kamar,


Sebelum Dira masuk kamar Mama Lisa menghampiri Dira dan berkata, " Gimana keadaan kamu Nak ! Langsung mandi dan makan siang biar Mama suruh Bik Atun menyiapkannya,


"Dira udah kenyang Ma ! Dira Pingin mandi dan istirahat, " ucap Dira dengan nada manyun sambil melihat ke Davin yang sedanh mendekatinya,


"Ma.! Orang hamil boleh ngak makan bakso belinya di pingir jalan yang ngak higienis itu, soalnya aku pingin ngajak dia makan bakso di pingir jalan , " tanyak Davin sambil melihat Mama Lisa dan Dira,


"Ngak boleh, jangan ajak mantu ke sayangan Mama ! Beli sana sendiri, beli makanan kok di pingir jalan banyak kuman dan debu apa kamu ngak kasihan sama istri kamu " jawab Mama Lisa dengan nada sedikit marah,


"Tu dengerin kata Mama, banyak kuman dan debu, bukan Davin Ma tapi tu dia yang mintak, dia ngambek ngak di belikan bakso kuman dan debu, " ucap Davin sambil melihat ke arah Dira dan tersenyum,

__ADS_1


"Iya sayang, apa lagi perut kamu sangat rentang, laon kali aja ua Nak ! Jangan sekarang , " ucap Mama Lisa sambil memegang pundak Dira,


"Iya Ma ! " jawab Dira dengan singkat sambil berjalan menuju kamarnya,


__ADS_2