
Di pagi harinya seperti biasa Dira bangun pagi dan keluar kamar untuk membantu Bik Atun di dapur, Dira membuatkan segelas kopi dan di antar ke kamar sambil membangunkan Davin,
Mas ! Mas Davin bangun ini udah siang, aku bawahkan kopi buat kamu cepat minum keburu dingin ngak enak " ucap Dira sambil mencium Davin yang selama ini tidak oernah di lakukan Dira,
Davin hanya tersenyum melihat tingka laku Dira, dan Davin berkata " Tumben kamu cium - cium aku !
Mendengar itu Dira hanya tersenyum sambil keluar kamar dalam hati Dira betkata " aku akan suntik biar ngak hamil lagi,
Satu jam akhirnya Davin pergi ke kantor, seperti biasa Dira mengantarkan Davin sampai di teras rumah,
Dan sepuluh menit Dira juga pergi mencari pekerjaan bersama temannya, melihat Dira membawah map Mama Lisa bertanyak, " Nak kamu mau ke mana !
__ADS_1
Iya Ma ! Maaf titip Dewa, Dira Mau cari kerjaan, dan Dira udah ijin sama Mas Davin katanya boleh Ma ! " jawsb Dira sambil mencium tangan Mama Lisa,
Mama Lisa hanya diam tanpa berbicara apapun dan merasa bengong saat Dira berbicara mau cari kerja, dan langsung saja Mama Lisa menghubungi Davin menanyakkan tentang Dira itu,
Davin bercerita tentang apa yang Dira lakukan Davin hanya pasrah
Davin pulang lebih awal dari biasanya, dan di rumah Dira belum pulang , Davin duduk di sofa sambil bercerita tentang apa yang di mau Dira,
"Ya tetap aku kasih , Davin bilang begitu supaya Dira ngak ingin kerja, tapi tekatnya bulat dia pingin kerja ya sudah , tapi Davin akan cari seseorang untuk mengawasi Dira di mana berada, Davin takut ada apa - apa dengan Dira, " ucap Davin,
Tiga puluh menit Dira pulang dan langsung masuk kamar, sambil melihat Davin yang sedang duduk di sofa kamar sendirian Dira berkata, " Mas ! Tumben kamu udah pulang, Mas aku di terima di kantor sebagai Resepsionis, kerjaku cuma duduk aja ngak capek Mas,
__ADS_1
"Iya selamat, " Jawab Davin dengan singkat sambil keluar kamar,
Dira menghampiri Mama Lisa untuk menceritakan jalau Dira di terima di kantor sebagai Resepsionis dan Dira bilang titip Dewa jika Dira kerja,
Mama Lisa hanya tersenyum sambil memberikan ucapan selamat dan memberikan sedikit menasehatin agar tidak lalai dengan kuwajibanya menjadi seorang istri,
"Iya Ma ! Terimakasi atas nasehat Mama, Dira janji tidak akan melalai menjadi seorang istri dan seorang Ibu dari Dewa, " jawab Dira sambil memeluk Mama Lisa,
Dan tidak sengaja Davin duduk bersama pak Mamat di pos security dengan samar - samar Dira melihat Davin mengisap rokok dalam hati kecil Dira berkata, " Apa Mas Davin marah dengan ku, ah ! Ngak usah di pikirin Dira, kata Mama asal jangan melaleikan kewajibanku sebagai Istri dan Ibu dari Dewa,
Dira langsung masuk kamar tanpa menghiraukan Davin, dan Davin melihat Dira yang sedang melihatnya menghisap rokok, dan dalam hati Davin berkata, " Mulai sekarang auu akan mekakukan apa yang enggak kamu sukain seperti merokok,
__ADS_1
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sepuluh Davin membukak pintu kamar dan tidur di atas sofa, mendengar suara pintu kamar di bukak Dira langsung memejamkan matanya, sepuluh menit Dira terbangun dan mendekati Davin untuk di ajak tidur di sampingnya, Davin menolak dengan alsan perutnya sakit,