
Di dalam kamar Dewa tidak terdengar menangis , Davin berada di teras rumah duduk bersama Muklis, dan lagi - lagi Davin mintak maaf ke Ibu dan Muklis,
Sekali lagi kamu menyakiti Adik , kamu jangan berharap bisa ketemu sama Dewa, " ucap Muklis dengan nada marah,
"Iya Kak ! Davin janji dan berikan satu kesempatan satu kali lagi untuk merubah ini semua, " jawab Davin sambil mencium tangan Muklis,
Dan tidak terasa jam tangan menunjukkan pukul sepuluh , terdengar suara Dewa menangus memanggil Papinya dengan spontan Davin mengetuk pintu kamar Dira,
"Kamu ! Kenapa kamu masih di disini, biarkan Dewa menangis dan kamu pulang, lama - lama Dewa terbiasa tampa ada kamu, aku bisa hidup tampa kamu, pergi kamu dari rumahku, " ucap Dira sambil mengendong Dewa yang sedang menangis mintak gendong ke Davin,
"Iya kamu dan Dewa bisa hidup tampa aku, tapi aku ngak bisa hidup tampa kalian berdua, maafkan aku aku janji berikan aku kesempatan satu kali lagi aku akan berubah, ternyata aku ngak bisa hidup tampa kamu, apa pun yang akan kau lakukan , kamu ucapkan dan kemana pun kamu berada aku tetap ikut kamu , " jawab Davin sambil bersujud di kaki Dira,
Dewa terdiam dan tidak menangis lagi saat Dewa berada di pelukan Davin ,
Dira merebahkan badanya sambil memeluk guling dan berteriak , " Aku benci kamu Davin,
__ADS_1
Tidak hanya tidur Dira langsung duduk sambil berteriak , " Aku benci kamu Davin sampai kapanpun dan kalau kamu mencintai aku dan Dewa tolong ceraikan aku, hatiku dan batinku tersiksa hidup dengan kamu, tolong ceraikan aku,
"Sampai kapan pun aku ngak akan menceraikan kamu, aku mencintai kamu, sampai maut memisahkan kita, " jawab Davin,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul satu malam Dewa tidur dengan tenang di pangkuan Davin sampai di pagi hari,
Tidak sengaja Ibu melihat Dira sedang tertidur di sofa ruang keluarga, dan Ibunya mendekati Dira sambil berkata, " Ayo masuk kamar, apa kamu ngak sholat,
"Iya Bu ! " ucap Dira sambil menghadap ke samping,
"Dewa ikut kerja Papi boleh ya, sama Mami ! Boleh ya Pi ! " ucap Dewa sambil memohon,
"Ngak boleh Nak ! Dewa masih kecil ngak boleh ikut, nanti kalau Dewa udah besar itu Papi kerja " Jawab Davin sambil mencium kening Dewa,
Dewa hanya mengangukkan kepalanya sambil tersenyum, dan seperti biasanya sebelum berangkat Davin mencium kening Dewa dan Dira ,
__ADS_1
Untuk hari ini Dira tidak mau di cium oleh Davin, Dira membalikan mukanya saat Davin mau mendekati Dira,
"Nanti kamu jangan balik ke sini ! Aku tidak mau Dewa tergantung pada kamu, " ucap Dira dengan nada sewot,
"Dewa anak aku, kalau kamu tidak memperbolehkan aku ke sini biar Dewa aku ajak pulang, " jawab Davin dengan tegas, sambil keluar kamar dan berjalan ke Ibunya untuk berpamitan kerja,
"Hati - hati di jalan Nak, " ucap Ibunya sambil tanganya di cium Davin,
"Iya Bu , " jawab Davin dengan singkat,
"Dewa lari sambil berteriak, " Papi ! Dewa ikut kerja, dan beli mainan mobil - mobilan,
Iya sayang Papi janji, pulang nanti ayo kita beli mainan, Dewa sejarang sama Mami dan Yangti di rumah, " Ucap Davin sambil duduk sejahar dengan Dewa,
"Siap Pi ! Papi hati - hatu di jalan ya, " jawab Dewa sambil memberi hormat,
__ADS_1