
Dan tidak terasa sudah satu bulan Davin berada di rumah Dira, pada suatu hari Davin melihat Dira sedang berjalan bersama bersama temanya, dan masuk ke rumah makan ,
Davin sengaja masuk ke rumah makan bersama Joni,
"Dir ! Itu bukan suami kamu, lagi makan di sini juga, " ucap Teman Dira,
"Dengan spontan Dira melihat ke ara Davin dan berkata , " Udah kalau begitu aku suruh Rafi ke sini ah, biar dia merasakan apa yang aku rasakan,
"Jangan membuat masalah, aku ngak setuju kamu pisah sama dia, lihat Anak kamu, ayo kita pergi saja, " jawab Alya teman Dira,
"Bentar kita habiskan makanan ini dan menunggu Rafi datang, aku mau mencoba satu kali lagi gimana reaksi dia, melihat aku bersama lelaki lain, " jawab Dira sambil memohon,
"Terserah kamu, "jawab Alya dengan singkat,
Sepuluh menit Rafi datang membawah makanan ringan dan Dira memberikat tempat yang dekat denganya, Dira mulai aksinya untuk memanas - manasih Davin yang ada di sana,
__ADS_1
"Fi maaf ! Ada suami ku, aku cuma membuat suamiku cemburu melihat aku dengan kamu, mau ya, " ucap Dira dengan nada senyum,
"Suamimu yang tukang kawin itu, kamu sama aku aja, aku akan menjadikan kamu ratu , he he siap, "jawab Rafi,
Melihat Rafi dan Dira , Alya hanya mengelengkan kepalanya sambil berkata, " Dasar kalian jangan membuat masalah , ingat Fi ! Dira dan Davin itu udah punya anak , kasihan anaknya,
Rafi menyuapin Dira dengan mesra membuat Davin yang duduk di sana menjadi cemburu ingin lari dan menampar muka Rafi, Hanya Joni yang menghalang - halanginya dan mengajak pergi,
"Ngak mungkin Istrimu berbuat seperti itu, dia cuma eting saja agar kamu cemburu, udah jangan di lihat, " ucap Joni ,
Dan ke duanya saling menghantam membuat Dira berteriak mintak tolong, sambil mengandeng tangan Rafi,
Dira membersikan darah yang ada di mulut Rafi sambil berkata, " Puas kamu !
Melihat Dira membersikan darah yang berada di mulut Rafi Davin makin cemburu dan apa yang ada di depannya ia buang,
__ADS_1
Dan Joni setia menemaninya duduk di sampingnya sambil berkata, "Tuan aku ngak percaya kalau Non Dira seperti itu, mungkin ini hanya rekayasa Non Dira agar Tuan marah dan keinginanya Non Dira yang mintak cerai segera Tuan kabulkan,
Dira dan Rafi berjalan sambil bergandengan tangan dan menuju mobil Rafi, sedangkan Alya masuk ke dalam mobilnya, sebelum masuk Joni menahan tangan Alya agar mau bercerita tentang Dira yang sebenarnya,
Joni mengajak Alya untuk duduk dan Joni memesan minuman, Davin hanya melihat Alya yang sedang duduk di depanya sambil mendengarkan cerita Alya yang sebenarnya,
"Tolong bantu aku agar Dira menerima aku, aku janji akan mencintainya aku tidak mau kehilangan dia, aku ngak bisa hidup tampa dia, " ucap Davin sambil memohon dang menangis,
Satu jam dan ponsel Alya berbunyi dan Alya menerima panggilan itu , " Iya - iya aku masih di perjalanan kena macet , satu jam lagi aku pulang ke rumah,
Alya berpamitan pulang, dan sebelum Alya masuk ke mobil Joni menghampirinya dan berkenalan dengan Alya tidak lupa memintak nomen ponselnya dengan alasan agar Joni bisa memintak kabar Dira,
"Siap akan aku kasih kabar jika ada apa - apa, katakan pada suami Dira agar dia bersabar menghadapi Dira, " ucap Alya dengan nada senyum,
Joni hanya tersenyum dan memandangnya sampai Joni terdiam di buatnya, Alya berteriak , " Woiiii ! Kebakaran,
__ADS_1
"Sangat indah ciptaanmu tuhan, " Teriak Joni dengan kencang sambil menahan rasa malu.