
Suasana di rumah pagi ini begitu sejuk, aroma masakan kakak iparku begitu menyengat. Aku segera keluar dari kamar dan segera masuk kamar mandi. Setelah aku mandi aku kembali masuk kamar dan bersiap_siap untuk ke kampus. Hari ini aku ke kampus bersama kak Arsy.
Setelah aku tiba di kampus, aku turun duluan dari mobil dan menyuruhnya untuk tinggal beberap menit di dalam mobilnya. Nanty setelah aku jauh baru dia turun karena aku takutnya dosen_dosen lain curiga.
Aku berjalan masuk dengan sendiri, di dalam aku melihat Wiwi’ yang sedang duduk di kursi. Aku menghampirinya dan mengajaknya naik, tetapi dia masih mau duduk di kursi ini karena menurutnya juga masih terlalu pagi.
Beberapa menit kemudian kak Arsy lewat, dengan mengucapkan Good Morning.! Aku hanya tersenyum dan Wiwi yang membalas ucapannya. Aku menceritakan Wiwi tentang perbincangan papaku tadi malam bahwa dia akan segera menyuruh pak Arsyad melamarku tetapi aku menolaknya. Aku tidak pengen cepat menikah Wi’, aku mau kuliah dulu dan aku mau nikmati masa_masa mudaku dulu. Aku takut waktuku hanya untuk kak Arsy, waktuku untuk kamu dan teman_teman lainnya terbatas.
Wiwi’ tersenyum mendengar ceritaku dan berkata bagaimana dengan pak Arsyad, apa dia sudah siap.? Masalah siapnya dia dari dulu, tetapi aku belum menerima itu.
Aku menunggu setelah kak Reza kakak ke duaku menikah. Kalau dia belum, maka aku tidak akan mendahuluinya. Lanjutku
Seiring perbincanganku dengan Wiwi’, tiba_tiba Arwin datang membawa absen. Setelah Arwin bersama kami, kami bertiga naik melewati anak tangga. Ternyata Wiwi’ menunggu Arwin. Aku curiga dengan mereka, sepertinya Wiwi menyembunyikan sesuatu. Pikirku
Sesampai di kelas, aku duduk di bagian depan dan di sampingku ada Wiwi dan di samping Wiwi ada Arwin. Mereka begitu dekat, sepertinya mereka memang sudah jadian. Pikirku lagi.
Setelah mata kuliah pertama selesai, Wiwi dan Arwin ke kantin, sementara aku tidak ikut karena aku tidak mau jadi obat nyamuk mereka.
Di sela_sela waktu istirahat, aku mengobrol dengan teman_temanku yang lain, tak lain obrolanku mengenai pengalaman masing_masing. Aku memang suka mengobrol dengan teman_temanku agar aku bisa dekat dengan mereka semua. Walau aku dekat dengan Wiwi’ bukan berarti bahwa aku tidak bisa lagi mengobrol dengan mereka tetapi itulah keadilanku dalam bersahabat. Aku paling suka ketika teman aku banyak, tetapi untuk teman dekatku memang aku pilih hanya satu orang yang bisa sejalan denganku.
__ADS_1
Tak lama kemudian Wiwi sendiri, aku bertanya di mana Arwin dan Wiwi bilang bahwa Arwin sedang ngobrol dengan pak Arsyad di perpus. Aku penasaran dengan obrolan mereka. Aku mengajak Wiwi untuk ke perpus mendengar obrolan mereka tetapi dia tidak mau karena katanya di perpus banyak orang dari jurusan lain.
Aku melanjutkan obrolanku dengan teman_teman lain. Aku mengajak mereka untuk buat kelompok belajar, dan mereka pun setuju. Rencanaku akan di mulai pekan ini dan aku memberitahu kepada mereka soal mentor yang akan membimbing kami. Nanty aku hubungi kak Divan kalau dia bisa.
Salah satu temanku yang bernama Dewi mengusulkan, bagaimana kalau kita di ajar saja sama pak Arsyad, aku berusaha tenang mendengar usulan Dewi. Dia memang tidak tahu tentang kedekatanku dengan kak Arsy. Aku memberitahu kepada mereka bahwa sepertinya pak Arsyad sibuk dan dia tidak ada waktu untuk membimbing kita, keculi kalau memang mata kuliahnya baru dia ada untuk kita. Untung saja alasanku itu di terima oleh teman_temanku semua.
Rencanaku ini akan membantu kami semua lebih aktif dalam proses pembelajaran, karena terus terang ilmu di kelas aku itu masih kurang. Sementara kami semua telah memasuki tahun ke dua. Apa kata dunia ketika kami selesai dengan katergori ilmu yang masih rendah.
Sore harinya, setelah kuliahku selesai, aku dan Wiwi’ ke kantin untuk bertemu dengan kak Divan karena biasanya sore_sore seperti ini dia nongkrong di kantin. Jauh sebelum aku sampai di kantin, aku sudah melihat kak Divan dan juga kak Dion di kantin. Aku sedikit tidak sampai di kantin ketika melihat kak Dion di sana, tetapi di sisi lain ada sesuatu yang akan aku beritahukan kepada kak Divan dan ini penting untuk aku dan juga teman_temanku.
Saat aku sampai di kantin, aku segera menghampiri kak Divan. Aku meminta sedikit waktunya untuk ngobrol. Tanpa basa_basi aku segera memberitahu tujuan utamaku kesini, karena aku tidak bisa berlama_lama dengannya ketika ada kak Dion.
Sepanjang rencana yang aku ceritakan kepada kak Divan, dia pun sangat setuju dengan rencanaku dan katanya baru pertama kali ini ada junior yang mengajaknya berpartisipasi. Kak Divan meminta dalam rencanaku ini akan dia ciptakan dalam sebuah communitas, dan itu sangat bermanfaat juga untuk orang lain bukan hanya untuk teman_teman sekelasku dan setiap tahunnya akan di adakan perekrutan untuk member baru. Aku sangat setuju dengan ajukan kak Divan, dan aku meminta untuk pekan ini kita merapatkan rencana ini dan kak Divan juga setuju.
Setelah perbincangannku selesai, aku mengajak Wiwi’ untuk pulang karena sudah terlalu sore.
@@@
Saat aku tiba, aku segera mengambil wudhu dan sholat Adzar lalu aku istirahat.
__ADS_1
Setelah aku sholat, aku duduk di atas kursi sambil mendengarkan musik, aku juga sms_san dengan kak Arsy. Aku memberitahu tentang rencanaku bersama kak Divan. Kak Arsy sama s’kali tidak cemburu dengan kedekatanku dengan kak Divan karena dia juga sudah kenal dengannya jauh sebelum aku masuk kuliah. Dia juga sangat setuju dengan rencanaku dan katanya kalau ada waktunya dia juga ikut bantu_bantu kami untuk saling berbagi ilmu. Aku sangat senang mendengarnya, dia memang sangat baik dan juga perhatian. Aku semakin sayang padanya.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya komunitas kami pun terbentuk. Aku serahkan semuanya kepada kak Divan karena aku anggap dia yang lebih berpengalaman. Kak Divan sendiri yang akan menghendel kelas aku dan teman_temanku untuk belajar dan mengenai pengajar lainnya dia serahkan kepada teman_temannya yang lain.
Selang beberapa waktu silam, setelah di adakannya perekrutan anggota baru dalam komunitas kami, aku pun di percayakan untuk berbagi ilmu kepada semua teman_teman anggota baru, dan ketika muncul sebuah pertanyaan dari para pelajar yang aku tidak ketahui jawabannya, aku pun berusaha untuk mencari tahu lewat pengajar_pengajar senior dan kadang juga aku belajar dengan kak Arsy.
Dengan terbentuknya sebuah komunitas belajar ini membuatku bangga akan perkembangan teman_teman sekelasku. Beberapa di antara mereka yang tidak pernah mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran di kelas kini menjadi mahasiswa yang cerewet akan pengetahuan yang dia miliki. Bahkan mereka pun selalu menentang dosen_dosen ketika cara menjelaskanya tidak sesuai pemahamannya.
Dosen_dosen yang mengajar di kelas Bahasa Inggris B mengakui atas kecerdasan kami semua, tetapi itu tidak membuat kami sombong. Kami tetap belajar untuk mendapatkan ilmu yang lebih baik dan bisa berguna untuk orang lain.
.
.
.
Salam hangat dari author.
saran dan komentar d butunkan karena ini karya pertama aku d noveltoon..😍😍
__ADS_1
Ig:Rusni Mubin