
Satu jam lebih lima belas menit akhirnya Davin dan Dira sampai, Dira berjalan ke depan untuk memesan tiga porsi bakso,
Tiga menit bakso di antar ke meja Davin dan Dira, melihat bakso tiga mangkok Davin berkata, " Sayang yang satunya untuk siapa ? Kita kan berdua,
Yang satu buat calon anak kita Mas, tu coba lihat ngak pakai caos dan sambal, Mas.! Kalau aku wajib pakai caos dan sambal yang banyak, mantap Mas, terimakasi suamiku sayang, cintaku, sayangku, kamu ganteng loh Mas kalau senyum - senyum biar senyummu itu terpaksa, kamu tetap ganteng, tapi moga moga anak kita ngak niru kelakuan kamu yang ngak benar itu, " ucap Dira sambil makan baksonya dan sesekali melihat Davin,
Davin hanya memangut - mangutkan kepalanya dan tersenyum sambil makan baksonya,
Dira merasa curiga dengan Davin karena semua apa yang Dira bicarakan dan di mintak Davin selalu setuju,
Tiga puluh menit akhirnya Dira mengajak pulang dan di dalam perjalanan Dira melihat penjual jagung bakar, dengan spontan Dira mintak di belikannya,
Mobil Davin sudah terparkir dan Dira membawah makanannya masuk, Dira menjatuhkan Pantatnya di atas sofa ruang tamu sambil memakan makananya,
Davin duduk di samping Dira sambil memakan apa yang di makan Dira, dan datang Mama Lisa juga ikut makan apa yang di makan Dira, dan Mama Lisa berkata, " Enak makananya, Mama suka boleh Mama mintak lagi,
__ADS_1
Dira langsung mengambilkan semua makanan yang baru di beli Dira,
Dira menjadi penasaran apa yang sedang di lakukan Davin sama Mama Lisa terhadapnya.
Beberapa hari Dira tidak sengaja melihat makananya yang di bawah Bik Atun untuk di buang di tong sampah, Dira menghampir Bik Atun sambil berkata, " Lo Bik kenapa makananya kok di buang !
"Oh itu Non, kata Nyonya makanan itu tidak layak di makan, " jawab Bik Atun,
Dira mengajak Bik Atun duduk dan bertanyak tentang yang sebenarnya keluarga mertuanya
Bira berjalan menuju kamar dan merebahkan badanya di atas kasur, Dira memwjamkan matanya sambil merangkul guling dan berkata dalam hati, " Ternyata keluarga Mas Davin tidak sama, kalau keluarga belanjanya di pinggir jalan, ya ngak papa memang keluarga Mas Davin keluaga kaya sultan lagi, jelas ni kalau Dira pingin makan di pingir jalan Mas Davin ngak mau nurutin ,
"Sayang kamu kenapa kok ngomong - ngomong sendiri, " ucap Davin,
Mendengar ucapan Davin dengan spontan Dira terbangun sambil tersenyum - senyum sendiri,
__ADS_1
Davin mendekati Dira dan memeluknya,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul tujuh malam Davin mengajak Dira untuk makan malam di luar, dan lagi - lagi Davin mengajak Dira makan di sebuah rumah makan terkenal,
"Mas ! Apa ngak kemahalan kita makan di sini, enakkan di pinggir jalan murah meria, enak lagi, " tanyak Dira ,
"Enak di sini tempatnya dingin, lagian makananya sangat terjamin kebersihanya, udah ayo di makan, " jawab Davin sambil tersenyum melihat Dira,
Sehabis makan Davin mengajak Dira ke mall untuk berjalan - jalan sambil membeli apa saja yang Dira inginkan,
"Engak Mas ! Terlalu mahal, masak pakian gini di bandrol tiga ratus ribu, di pasar dekat rumah Dira aja cuma tiga puluh, " ucap Dira sambil menaruk pakiannya kembali,
"Kamu kok peritungan banget si sayang ! Kalau kamu suka ambil aja, aku kerja cari duit buat kamu, " jawab Davin sambil mengambil beberapa pakian untuk Dira dan di bawah ke kasir,
"Enak ya Mas jadi orang kaya, " jawab Dira dengan singkat,
__ADS_1