JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Kepergian Davin


__ADS_3

Di sore hari mobil Davin sudah berada di depan rumah, Davin dan Dira masuk rumah dan di sambut dengan senang hati oleh Ke dua pembantunya,


Dira masuk kamar dan Davin menyuru Bik Ita untuk memasak nasi goreng buat Davin tidak lupa sama udang goreng,


Dira ke dapur sambil membawah sebungkus susu untuk di seduk, dan Bik Ita menyapa Dira sambil berkata, " Non ada yang bisa saya bantu !


"Ini Bik, tolong buatkan susu hangat, Bik ! Itu nasi goreng buat siapa ? Dira juga mau, pakai telur ceplok ya Bik biasa setengah matang, maaf kan Dira ya Bik, selalu ngerepotin " ucap Dira sambil duduk menemani bik Atun dan bik Ita,


Seperti biasa Dira membantu menyiapksn makanan untuk di taruk di meja makan, sambil berkata, " maaf ya bik Mas Davin sama Dira sukanya ngerepotin Bibik,


"Tidak Non ! Memang itu sudah kuwajiban Bibik, Bibik di sini buat ngelayani Den Davin sama Non Dira, Non Dira duduk aja, jangan ikut - ikut itu sudah tanggung jawab Bibik, Bibik di sini kan kerja buat ngelayani Den dan Nona, " jawab Bik Atun dengan nada senyum,


"Terimakasih ya Bik, semoga Bibik di kasih kesehatan dan panjang umur, " ucap Dira sambil duduk di kursi meja makan,


"Aamiin, terimakasih doanya Non, " jawab Bik Atun dan Bik Ita bersamaan sambil melihat ke arah Davin yang sedang berjalan,


"Ih Mas Davin kok gitu ! Pantesan di luar sana banyak cewek yang suka sama Mas Davin, di berantankin sedikit ngak bisa apa , Mas Davin panjangin rambutnya, " ucap Dira dengan nada manja ,


"Ngak bisa sayang, biar rambutku di panjangin , di gundul , di awut - awutin begini ya tetap saja aku ganteng, ya dasarnya aku udah ganteng dari sananya, ya kan Bik ! Bik Atun dulu yang merawat Davin sejak kecil, kecilnya aja uda ganteng apalagi besarnya, cewek mana yang ngak ngejar Davin, Davin gitu lo , " jawab Davin sambil membrantakin rambutnya, dan mencium kening Dira dan tidak lupa mencium bibir Dira yang manyun,


Bik Atun tersenyum saat melihat tingkah laku Davin dan Dira yang sedang akur, dan Bik Atun pergi ke dapur sambil berkata, " Dari dulu Den Davin itu memang ganteng,


Tiga puluh menit Davin dan Dira sudah selesai makan dan beranjak di ruang keluarga , Dira menyalakan televisi sambil merebahkan badanya di atas sofa,


Davin mengambil leptop untuk melihat perusahaanya yang ada di luar kota,


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam Davin menyuru Dira untuk tidur di kamar, Dan ternyata ucapan Davin tidak di hiraukan Dira,

__ADS_1


"Dasar ya kamu, kamu itu gimana sih kalau lihat bantal bawahanya kok pingin bubuk, dasar anak kecil, " ucap sambil mengendong Dira ke kamar,


Di dalam kamar saat Davin membaringkan Dira, tangan Dira memegang leher Davin dengan erat, dengan spontan Davin mengelitik badanya dengan lembut sampai Dira berteriak kegelihan,


"Dasar anak kecil, kalau tau kamu tidak tidur tidak akan aku mengendong kamu, dasar kamu, " ucap Davin sambil mengelitik pingangnya Dira,


Lima menit sudah dan akhirnya Davin krmbali ke ruangan untuk menyelesaikan tugasnya, sebelum tugas selesai datanglah Dira duduk di pangkuang Davin sambil memeluk lehernya sambil berkata, " Mas Dira pinggin terambulan pakai keju,


Davin hanya berkata " Em iya boleh,


Davin tidak menghiraukan ucapan Dira yang memintak terambulan, selama lima menit sudah Davin tidak merespon ke inginan Dira, dengan spontan Dira masuk kamar sambil menutup pintu dengan kencang,


Mendengar pintu di tutup dengan kencang Davin hanya mengreengkan kepalanya saja, Davin merasa tidak fokus langsung Davin menghubungi asistennya untuk bertanyak mengenai laporan ini, sebelum pangilan Davin di angkat, Davin melihat Dira keluar kamar dengan bibirnya yang manyun,


"Sayang kamu mau kemana ? Ini sudah malam hai sayang tunggu, " teriak Davin sambil mengejar Dira,


"Dira pingin terambulan, Mas Davin udah ngak menghiraukan Dira, udah sana Mas Davin fokus saja sama ponsel dan leptopnya, ngak usah perduliin Dira, Dira bisa beli sendiri, udah sana , " ucap Dira dengan sedikit marah,


"Maaf sayang ! Ada sedikit masalah pada perusahanku yang ada di luar kota, data dan bulanan dan harian tidak sama, ini udah malam beli di mana, ' jawab Davin sambil menyetir mobil dan menghubungi asistenya,


Satu jam sudah mobil Davin muter - muter mencari pedagang terambulan,erasa ngntuk dan capek Dira mengajak Davin untuk pulang,


Dira masuk rumah dengan mulut manyun dan menutup pintu kamar dengan keras, dan Davin mengambil leptopnya untuk di bawah ke kamar,


Seperti biasa Davin duduk di samping Dira sambil mengelus perutnya dan tangan yang satunya memainkan leptopnya, Davin lihat ke samping ternyata Dira sudah tertidur dengan nyenyak,


Davin turun dari ranjang dan duduk di atas sofa sambil membukak leptopnya, dan tidak lama asisten Davin menghubunginya,

__ADS_1


"Aku tidak mau tau ! Besok aku ke sana dan tolong semua stap kamu beri tau besok ada metting, aku sendiri yang akan memimpinya, bukan satu kalinya ini terjadi, " ucap Davin dengan nada marah, sambil meletakkan bulpenya dengan keras,


Dira terbangun saat mendengan suara Davin yang sedang marah dan meletakkan pulpen dengan keras, Davin memegang kepalanya sambil meremas - remasnya dan memejamkan matanya,


"Maafkan Dira Mas ! Dira ngak tau kalau kamu ada masalah, pantesan tadi ngak ngespon ucapan ku, " ucap Dira dalam hati, sambil melirik Davin, yang sedang mengacak acak rambutnya,


Dira akan mencari bukti apa benar Davin cinta sama Dira, Dira pura - pura haus mintak minum, apa benar Davin masih perduli walau ada masalah,


"Mas ! Dira haus pingin minum susu, " teriak Dira dengan nada manja,


Tampa berkata iya langsung saja Davin berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu, Di dalam kamar Dira terlihat tidur nyenyak Davin membangunkan Dira sambil memberikan segelas susu,


"Ih Mas Davin, apaan sih ! Dira jadi ngak bisa tidur ni, Dira udah kenyang ngak mau ! Minum sendiri saja, " jawab Dira dengan nada sewot dan sesekali melirik Davin,


"Ya udah, maaf ! Biar susunya saya taruk meja saja, da tidur lagi ,." jawab Davin sambil mengelus perut Dira, sambil memejamkan matanya,


"Dira memeluk Davin sambl berkata, " Mas ! Udah malam ayo tidur, besok di lanjut lagi, lihat jam berapa sekarang !


Davin merebahkam badanya sambil memeluk Dira dan berkata dengan singkat, " Sayang besok aku metting di luar kota,


Di pagi harinya Davin bersiap - siap berangkat dan Dira mintak ikut menemaninya, tapi Davin tidak mengijinkannya, agar Dira tidak mengetahui kemarahan Davin,


"Tapi Mas !


Kamu di rumah aja ya sayang, aku takut kamu kenapa - kenapa, " jawab Davin sambil mencium kening Dira dan tidak lupa mencium perut Dira,


"Jaga Mami di rumah ya Nak !

__ADS_1


__ADS_2