
Tiga hari sudah Dira hanya tiduran dan di temani Mama Lisa, pas di siang hari Davin pulang kerja lebih cepat, Davin melihat Dira yang sedang duduk sendiri di dalam kamar, Davin mendekati Dira tangan Dira di pegang Davin sambil berkata, " Sayang ! Maafkan aku ya,
Dengan spontan Dira melepas dan berdiri sambil berkata, " Jangan sakitin Dira Mas ! Maafkan Dira !
"Iya aku maaffin kamu Sayang ! Maafkan Ku juga ya ! " jawab Davin sambil memeluk Dira dan membersikan air matanya,
Sedikit demi sedikit trauma Dira sudah hilang dan Davin mengajak Dira dan Dewa pergi berlibur,
Mendengar itu dengan spontan Dewa berteriak ke girangan , Davin dan Dira hanya tersenyum saat melihat Dewa ke girangan lompat - lompat,
Dan Davin mengajak Dewa untuk tidur, di jam dua Dewa terbangun dan mintak pindak ke Omahnya,
Di pagi harinya Dewa bersiap - siap pergi berlibur bersama Mami dan Papinya,
Dewa berpamitan Omah dan Opahnya ,
__ADS_1
Jangan lupa bawah Omah dan Opah belikan oleh - oleh khas bali dan jangan lupa, kalau Dewa tidur ngak boleh cari Omah, " ucqp Omah sambil memeluk Dewa dan menciumnya,
Di dalam perjalanan Dewa merasa senang karena bisa berliburan bersama Mami dan Papinya,
Sampainya di bali, merasa capek Dewa tertidur di atas kasur begitu juga dengan Dira,
tiga puluh menit Dira terbangun dari tidurnya dan langsung melihat Davin yang sedang duduk sendiri di temani secangkir kopi,
Dira berjalalan mendekati Davin dan duduk di samping nya sambil berkata dengan nada manja, " Mas ! Perut Dira lapar ,
Davin mengambil daftar menu makanan untuk di berikan kepada Dira, dan Davin berkata , " Tersera kamu mau pesan apa, apa semua menu biar kamu bisa merasakan masakan khas bali,
Boleh ! Ngak papa Mas, kalau Dira pesan semuanya, " jawab Dira dengan nada manja sambil melihat ke arah Davin,
Davin hanya mengangukkan kepalanya sambil berkata, " Apa sih yang enga aku belikan buat kamu, aku sayang kamu, aku tak bisa hidup jauh dari kamu,
__ADS_1
Langsung saja Davin memesan menu yang tertera di buku daftar menu, tiga puluh menit akhirnya semua makanan udah sampai dan Dira menikmatinya, begitu juga dengan Davin,
"Mas ! Boleh aku cicipin semua ! " tanyak Dira dengan nada manja sambil membawah sendok,
"Boleh ! Boleh kamu makan semua boleh, agar kamu cepat gendut dan berisi ngak kurus seperti ini, " jawab Davin dengan nada senyum,
"Oh ! Ternyata Mas Davin ngak suka ya lihat cewek kurus maunya yang gemoy, tapi Dira ngak mau jadi cewek gendut Mas ! Mangkanya Mas Davin ngak suka sama Dira, suka sama Dira itu cuma terpaksa aja, iya kan Mas ! " ucap Dira dengan nada manyun,
"Ngak gitu, ya aku pinggin aja yang gemoy, tapi jangan Sayang ! Badan kamu naikkan sedikit aja jangan terlalu gemoy, " Jawab Davin dengan nada senyum,
"Mas Davin ! Jangan galak - galak ya sama Dira, ingat kalau satu lagi Mas Davin galak sama Dira, Dira janji akan pergi dari kehidupan Mas Davin selamanya, " ucap Dira sambil ngelayut di badan Davin,
"Ingat ! Kamu harus ingat ucapan yang satu ini, kalsu kamu pergi dari aku aku berjanji aku akan mencari kamu ke manapun walau ke ujung dunia aku akan cari sampai ketemu dan aku bawah pulang ke rumah dan semua ajudanku aku seru menjaga rumah agar kamu tidak bisa meninggalkan aku, ingat itu, " jawab Davin sambil memeluk Dira dan menciumnya sampai Dira merasa geli dan berteriak mintak ampun dan bangun lah Dewa,
"Oh iya Mas Davin kemarin kok tau kalau Dira ada di rumah Bik Ita ? Apa itu juga ajudan Mas Davin yang diam - diam mengikuti Dira, kalau aku pergi nanti aku pakai topeng aja agar ajudan Mas Davin ngak tau, " ucap Dira dengan nada sedikit sewot,
__ADS_1
"Coba aja kalau bisa ! Ajudanku itu seorang pilihan bukan sembarang ajudan , " jawab Davin sambil mencubit hidung Dira,