JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Kupu - kupu terbang


__ADS_3

Tidak terasa ke hamilan Dira sudah delapan bulan dan hari ini Davin dan Dira belanja keperluan untuk lahiran, sebelum pulang Dura dan Davin mencari makan dan tidak sengaja Davin melihat Rehan dan teman - temanya sedang duduk di samping Davin ,


Rehan menghampiri Davin dan Dira,


"Hai Dir ! Gimana kabar kamu, udah lama ngak terdengar kamar kamu, eh kamu hamil ya , berapa bulan, selamat ya Dir " ucap Rehan sambil melihat Davin,


"Baik Rei ! " jawab Dira dengan singkat sambil melihat ke Davin,


Davin yang merasa di lihat Dira Davin hanya tersenyum sambil melanjutkan makanya, tampa menghiraukan ucapan Rehan,


Marasa tidak enak Dira mengajak Davin untuk pergi,dan Dira belum sempat menghabiskan makananya,


"Sayang habiskan dulu makananya, " ucap Davin dengan nada senyum,


"Udah Mas ! Dira udah kenyang, " jawab Dira dengan singkat,


"Kenyang ! Kenyang dari mana makanan masih utuh kok udah kenyang, jangan - jangan lihat si dia ngak makan bisa kenyang ya , " jawab Davin sambil melihat Rehan yang ada di sana,


Dira hanya mengerutkan ke dua alisnya, dan lama kelamaan Davin bicaranya membuat Dira sedikit marah, Dira melihat Davin sambil berkata, " Kalau iya masalah Mas buat kamu !


Dira berjalan tampa membawah barang belanjaanya dan menuju ke parkiran mobilnya,


Di dalam mobil Dira hanya diam saja, hanya Davin yang selalu mengajak Dira bicara,


"Kamu mau aku selingkuin, kalau bicara itu yang baik, udah Mas, Dira ngantuk cepak Dira pingin tidur, " jawab Dira sambil menahan amarah,


Sampai di rumah Davin membawah barang belanjaanya dan Dira berjalan di belakang Davin, Dira merebahkan badanya di atas kasur sambil berkata, " Mas ! Kenapa perutku dari tadi sakit tapi sekarang sakitnya bertambah, apa aku mau lahiranya tapi sekarang masih tanggal dua perkiraan kan tanggal dua puluh,


"Ayo kita ke rumah sakit saja sayang, " jawab Davin sambil mengelus - elus perut Dira,


Perut Dira sakitnya berkurang sejak Davin mengelusnya, Dira sesekali melihat Davin sambil berkata, " Mas ! Kok aneh ya perut ini, tadi sakit banget, saat Mas Davin elus sakitnya hilang seketika, terimakasih ya Mas ! Kalau begitu Mas Davin wajib mengelus - elus perutku supaya ngak sakit, mau ya Mas !


Davin mengelus - elus perut Dira, sampai Dura tertidur dengan nyenyak, Davin tetap mengelusnya sambil berkata, " Kamu itu bikin aku gemes aja, mintak di elus aja pakai bilang perut sakit,


Davin juga merebahkan badannya di samping Dira, dan akhirnya Davin juga tertidur,

__ADS_1


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul satu siang Dira terbangun dari tidurnya dan keluar kamar merasa perutnya lapar, Dira pergi ke dapur untuk mencari makanan,


"Sayang ! Ayo makan dulu ini udah jam berapa kasihan anak kamu, " ucap Mama Lisa sambil mendekati Dira,


"Iya Ma ! Perut Dira lapar banget, " jawab Dira drngan nada manja sambil mengambil makanan,


Mama Lisa mendekati Dira dan menemani makan, Mama Lisa menyuru Dira untuk makan yang banyak biar bayi yang ada di kandunganya sehat,


Dira tersenyum sambil menambah makanannya dan berkata, " Ma ! Sebenarnya Dira takut gendut kalau banyak makan,


"Biar gendut, dari pada kecil kayak gitu, makan yang banyak supaya cepat besar, iya kan Ma ! Biar cepat besar, " ucap Davin sambil mendekati Dira dan Davin juga mengambil makanan,


Sesudah makan Dira , Mama Lisa dan Davin duduk di ruang keluarga sambil melihat televisi,


Davin mengambil leptopnya untuk melihat pekerjaanya,


Tok


Tok


"Iya Tante , " jawab Joni sambil berjalan menuju Davin,


Davin mengajak Joni duduk di ruang tamu, Davin berteriak memangil bik Ita untuk di buatkan kopi, dua jam sudah Davin dan Joni membicarakan pekerjaan,


Joni berpamitan untuk pulang,


Tidak seperti biasa Davin bangun lebih awal dari biasanya, dan seperti biasanya Davin berpamitan kepada Dira untuk pergi kerja, hari ini Davin dan Joni akan pergi ke luar kota untuk melihat proyek yang akan di bangunya,


Dira dan Mama Lisa pergi ke mall untuk berbelanja dan seperti biasa sebelum pulang Mama Lisa dan Dira mencari makan, dan tidak sengaja Dira bertemu orang tuanya Rehan, dan orang tuanya Rehan mendekati Dira dan Mama Lisa untuk makan bersama sambil bercerita,


"Oh iya Nak ! Udah berapa bulan , "tanyak Mama Rehan sambil memegang perut Dira,


"Udah sembilan bulan Tante , " ucap Dira dengan nada senyum,


Orang tua Rehan mendoakan Dira agar lahiranya cepat ngak ada halangan,

__ADS_1


"Terimakasih doanya Tante, " jawab Dira dengan nada senyum sambil makan,


Satu jam sudah Mama Lisa dan Dira ada di mall dan berderinglah ponsel Dira, dan Dira mengangkatlah pangilan dari Davin secara vidio coll,


"Iya Mas ! Dira sama Mama lagi di mall, Dira di rumah jenuh pingin jalan - jalan, " jawab Dira dengan nada manja sambil melihat Mamanya Rehan,


Dan pada pagi hari perut Dira terasa sakit tidak bisa tertahankan, perut Dira mulai sakit dan di pagi itu Davin mengantar Dira ke rumah sakit,


Di dalam mobil sambil menyetir Davin menghubungi Joni untuk membatalkan metting untuk pagi ini,


Davin memgendong Dira untuk di bawah ke ruangan , Dokter memeriksa perut Dira, sambil memeriksa Dokter berkata " Ngak apa apa ini hanya cuma kram saja, ya memang sakit sekali dan kemungkinan ini kurang lebih dua minggu, Tuan harus siap dan jangan pergi jauh - jauh,


Dan hari itu juga Dira di perbolehkan pulang, dan perut Dira mulai membaik, Dira tidak di perbolehkan kecapean dan berjalan terlalu lama,


Di rumah Dira selalu di pantau sama Davin , sedikitpun bergerak Davin selalu bertanyak kemana Dira akan pergi, makan dan minum selalu di layani Davin dan semenjak Dokter menyuru Dira tidak boleh banyak gerak Davin menyerahkan pekerjaanya kepada Joni,


"Mas ! Dira bosen di dalam kamar terus Dira pingin ke taman melihat kupu - kupu terbang boleh ya Mas ! " ucap Dira dengan nada manja,


"Iya boleh , " jawab Davin sambil mengandeng Dira berjalan menuju ke taman,


Davin selalu mendampingi dan memperlakukan Dira sebagai ratu, Mama Lisa menghampiri Davin dan Dira untuk mengajak makan bersama, seperti biasa Dira mengambilkan makanan untuk Davin sesudah makan seperti biasa Davin mengambil leptopnya untuk memantau perusahaanya dari jauh, Davin duduk di ruang Keluarga sambil mengecrk data - data perusahanya, walau Davin tidak bisa ke kantor Davin masih bisa bekerja di rumah ,


Bik Atun membuatkan segelas kopi untuk teman kerja Davin begitu juga Bik Atun membuatkan segelas susu untuk Dira,


Bik ! Perutku rasanya mual kalau bau susu ini, Dira ngak mau bawah sana Bik ! Ih Bibik bikin muntah aja , ucap Dira sambil lari ke kamar kecil,


Bik Atun siap memijitin Dira di saat Dira muntah sambil berkata , " Maafkan Bibik ya Non ! Bibik ngak tau kalau Non Dira ngak mau, makan lagi ya Non,


"Iya Bik Dira pingin nasi goreng sama telur ceplok , " jawab Dira sambil memegang pingangnya,


Hallo gaes mana kritik dan sarannya



lanjut 👇👇👇

__ADS_1


__ADS_2