JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Mantu kesanyangan


__ADS_3

Dan tidak terasa waktu cepat berganti, srlama Dira ada di penginapan Davin tidak pernah menghubungi Dira begitu juga dengan Davin, pas hari ke dua mobil Pak Mamat sudah siap untuk menjemput Dira pulang,


Dan hari ini Dira tidak mau pulang bersama Pak mamat,


"Pak ! Beritau pada tuan kamu kalau aku ngak mau pulang kerumah, sebelum Tuan kamu mintak maaf dan menjemput aku untuk pulang, " ucap Dira sambil menyilangkan ke dua tangannya di dadanya,


Dengan spontan Pak Mamat menghubungi Davin dan mengatakan apa yang sedang Dira katakan, Davin memintak Untuk memberikan ponselnya ke pada Dira,


"Ya sudah terserah kamu, ikut aja sama selingkuanmu, " jawab Davin di sebrang sana,


"Oke kalau itu yang kamu mau ! Jangan menyesal, " jawab Dira dengan nada marah,


Davin menghubungin Pak Mamat untuk memastikan Dira tidak pergi, Davin akan menjemput Dira,


Dua jam mobil Davin sudah berada di depan penginapan Dira, Davin langsung turun untuk menjemput Dira, di dalam perjalanan Davin hanya diam saja sesekali melirik Dira,

__ADS_1


"Kenapa kamu menjemput aku, takut aku selingku, rupanya kamu takut kehilangan aku ya Mas ? " tanyak Dira sambil tersenyum dan memcubit hidungnya,


Davin tidak menjawan ucapa Dira sesekali tersenyum sambil melirik Dira,


Sampai di rumah


Dira duduk di sofa ruang keluarga bersama Mama dan Papanya, Davin mendekati Mama Lisa sambil berkata, " Ma ! Tu coba Mama tanyak pada mantu kesayangan Mama kapan bisa punya anak,


Sebelun Mama Lisa bertanyak Dira berkata sambil memeluk Mama Lisa, " Apa Mas ! Punya anak, kita berdoa aja supaya cepat di kasi momongan lagi,


Mas ! " teriak Dira sambil memintaknya,


Davin lagsung tegas berbicara kalau Davin tidak mengijinkan Dira pakai obat, Dira mintak perjanjian pada Davin jikala Dira hamil,


"Mas ! Mas Davin harus janji dulu, kalau Dira hamil kamu jangan selingku ya Mas ! Manjain Dira terus ya Mas ! Dira takut Mas Davin selingku lagi seperti dulu, "tanyak Dira sambil menangis di pelukan Davin,

__ADS_1


"Iya aku janji, akan menyayangi kamu terus, dan tak akan keninggalkan kamu sampai kapan pun, " jawab Davin sambil mencium kening Dira,


Dira menangis sambil memeluk Davin sambil berkata, " Mas Davin kenapa menuduh Dira selingkuh, Dira berani sumpah Dira ngak selingku Mas ! Kalau Mas Davin menuduh Dira lagi, Dira akan pergi jauh,


"Pergi saja kalau berani ! " jawab Davin sambil mengigit telinganya Dira,


Dira berteriak kesakitan sambil menangis dan memukuli Davin, Davin menundukkan kepalanya ke pangkuan Dira,


Davin mulai mengoda Dira memeluknya dan menidurka Dira di atas kasur dan tangan Davin mulai memainkan aset kembarnya sambil mencium bibir Dira dengan lembut,


Dira mulai terangsang dengan permainan Davin, Davin berbisik di telinga Dira " Sayang aku mau sekarang,


Dan ke duanya mulai menikmati permainanya dan tidak terasa sudah melayang di angkasa, Dira.dan Davin mulai lelah dengan permainanya, dan tertidur sambil berpelukan,


Tidak terada jam menunjukkan pukul dua seperti biasa Dira terbangun dari tidurnya dan membersikan tidak lupa mengambil air wudhu untuk mengerjakan sholat sunah dua rokaat, sambil menunggu waktu shubuh,

__ADS_1


Dira membangunkan Davin untuk berjamaah sholat subuh,


__ADS_2