JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Sayur asam sambel tomat ikan asin


__ADS_3

Dan tidak terasa kandungan Dira sudah dua bulan, badan Dira merasa lemas tidak berselera makan, mintak ini dan itu tetap saja muntah, dan akhirnya Dira di bawah ke rumah sakit,


Sudah tiga hari ini Dira ada di rumah sakit dan merasa lebih baik dari sebelumnya,


"Mas ! Dira pingin makan kepiting sekarang boleh ya, " ucap Dira dengan nada manja,


Langsung saja Davin memesan kepiting lewat online, satu jam pesanan Dira udah sampai di depan ruanganya, Davin menyuapin Dira sambil tersenyum dan Dira berkata, " Mas ! Rasanya kok gini gak enak, udah Mas pingin muntah aja,


Dira mengambil jeruk dan di kupasnya dan tidak terasa Dira menghabiskan jeruk kurang lebih satu kilo dan Davin melihat Dira yang sedang makan jeruk sambil mengelengkan kepalanya dan berkata, " Sayang ini tadi satu kilo kamu habiskan semua, biar nanti aku belikan lagi kalau kamu suka,


Di sisi lain


Semua teman Dira akan pergi menjenguk Dira di rumah sakit, saat itu Davin sedang menyuapin Dira dan sesekali mencium kening Dira,


Rehan dan teman lainya yang melihat Davin sangat perhatian dan sayang pada Dira, Ica melihat Rehan dan memegang jantung Rehan, Ica berkata, "Udah ikhlaskan saja Dira, Dira itu sudah bersuami, kamu itu pantasnya sama Rani, iya kan Ran !

__ADS_1


Rani hanya senyum saja sambil melihat Davin dan Dira dan Rani berkata, " Semoga aku nanti dapat jodoh seperti Suami Dira, ganteng, kaya , sabar dan penuh perhatian, tidak ketinggalan sayang,


"Aamiin " jawab Ica sambil menepuk bahu Rehan sambil tersenyum dan melihat ke arah Rani,


Tok


Tok


Pintu rungan Dira di ketuk dari luar, dan Davin berjalan membukakan pintunya dan menyuru semua teman Dira masuk,


Davin berpamitan untuk keluar, lima belas menit Davin datang sambil membawah minuman dan makanan ringan, Davin duduk di sofa sambil menerima telpon dari Dosen yang membimbing Dira,


Davin memberitau kalau Dosen yang mengajar Dira akan ke sini, satu jam akhirnya ke tiga Dosen sudah berada di ruangan Dira bersama - sama temannya Dira,


Dan dua jam sudah akhirnya semuanya pada pulang, tinggal Davin dan Dira,

__ADS_1


Pas jam sepuluh malam Dokter Ria memeriksa Dira, dan akhirnya besok Dira di perbolehkan pulang,


Dira merebahkan badanyanya, dan tidak dengan Davin, jari Davin masih setia memainkan leptopnya dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul dua malam,


Davin merebahkan badanya di atas sofa sampai di pagi hari,


Dira terbangun pas jam empat pagi, Dura berjalan mendekati Davin yang seadang tudur sambil menyelimuti badan Davin, merasa ada yang menyelimuti badanya Davin terbangun sambil duduk dan berkata, " Sayang ada apa ini masih malam kamu tidur aja, apa kamu laper pingin makan, biar aku belikan makanan di kantin,


Dira hanya tersenyum sambil duduk di samping Davin sesekali Davin mencium Dira sambil berkata, " Bau asam,


Sambil memanyunkan bibirnya,


"Tapi enakkan Mas ! Segar, Mas ! Jadi pingin makan sayur asam buatan Bik Atun sekarang, enak kali, " jawab Dira dengan nada manja,


Dengan spontan Davin mengirim pesan buat Bik Atun untuk membuatka sayur asam sambil tomat ikan asin,

__ADS_1


Satu jam pesanan Davin belum di baca Davin langsung saja Davin menghubungin Bik Atun,


"I ___ iya Tuan ! " jawab Bik Atun sambil mengucek - ucek matanya dengan nada gugup dan kaget saat terdengan ponselnya berbunyi,


__ADS_2