
Dan tidak terasa kandungan Dira sudah berjalan tujuh bulan, dan Alhamdulilla selama tiga bulan ini kandungan Dira sehat - sehat saja, Ibu , Kak Muklis juga Kakak Ipar Rere sangat sayang kepada Dira, apa pun yang di mintak Dira selalu di turutin oleh Kakak iparnya,
Pas sesudah hari tujuh bulanan perut Dira merasa sakit dan Muklis langsung membawah ke rumah sakit terdekat, dan Dokter Kheri memeriksanya, Dokter Kheri melihat wajah Dira tidak asing, dan Dokter Kheri teringat pada Davin yangnpernah mengirimkan sebuah foto istrinya yang sedang menghilang dari rumah,
Dengan spontan Kheri menghubungi Davin dengan vidio coll dan ponselnya di hadapkan ke Dira yang sedang berbaring lemas,
"Iya Kher kasih alamatnya aku segera ke sana sekarang juga "ucap Davin di sebrang sana,
Davin pulang menemui Mama dan Papanya untuk memberitau keberadaan Dira, Mama dan Papanya ikut menemani Davin dan menjemput Dira,
***************
Sampailah Davin, Mama dan Papa di rumah sakit tempat Dira, ternyata rumah sakit yang Dira tempati milik Papa Bima, jeluarga Davin terlebih dahulu menemui Ibunya dan Kakaknya Dira, Kak Muklis sangat marah terhadap Davin dan tidak mengijinkan Dira bersama Davin,
Kak maafkan Davin, Davin janji ngak akan ngulangi lagi, aku akan menuanyanggi Dira, hukum aku tapi jangan pisahkan aku dengan Dira " jawab Davin sambil bersimpul di kaki Muklis dan Ibunya,
Dan Mama Lisa juga mintak maaf atas kelakuan Davin dan Mama Lisa berjanji akan memberikan hukuman pada Davin, dan berselang tiga puluh menit Dokter Kheri keluar memanggil keluarga Dira untuk masuk,
__ADS_1
"Hai Vin apa kabar, silakan duduk, ini akau mau ngomong kalau istri kamu akan melahirkan bayi prematur dan Istri kamu rupanya tidak kuat, mauntidak mau jalan yang ter baik adalah di oprasi, itu juga kemungkinan bayi kamu tidak bisa di selamatkan " ucap Dokter Kheri,
"Iya aku nurut saja, bagaimana yang terbaik buat istriku " jawab Davin sambil melihat Muklis,
Muklis hanya mengangukkan kepalanya sebagai tanda setuju akan tindakan Dokter yang menangani Dira,
Dua jam akhirnya Dira bisa melewatinya dan Davin akan mengadzani bayinya sambil mencium pipinya,
"Dia seperti kamu "ucap Mama Lisa sambil mencium kening dedek bayi,
Keluarga Davin dan Dira sedang duduk di sofa sambil menunggu Dira membukak matanya, dan Davin setia menunggu Dira di sampingnya sambil mencium tangan Dira,
Dengan spontan Davin berdiri mengelus perut Dira sambil berkata " Sayang,
Mendengar suara Davin dengan spontan Dira memejamkan matanya sambil berkata " Kenapa kamu ke sini, kamu belum puas menyakiti aku,
Dan Mama Lisa mendekati Dira sambil memeluknya dan berkata " Maafkan Mama Nak !
__ADS_1
Satu hari sudah Dira berada di rumah sakit, dan Davin setia menemani Dira,
Pada malam hari Dokter Kheri memeriksa perut Dira dan Davin menyuru Kheri duduk di sofa ruangan Dira, dan Dokter Kheri menyuru Davin untuk membantu Dura buat duduk dan belajar berjalan agar besok bisa pulang,
Ayo Sayang biar aku bantu kamu duduk " ucap Davin sambil membangunkan Dira,
"Aduh sakit ! Sakit " teriak Dira dengan nada manja,
Dengan pekan - pelan Davin membantu Dira duduk dan berjalan,
Dira terpaksa memintak tolong pada Davin dan tetap saja Dira tidak mau bertanyak hanya diam saja,
"Dok ! Apa boleh aku bertemu dengan anakku, aku pingin lihat sekarang " ucap Dira pada Dokter Kheri,
"Ya boleh sekarang, akan saya antar, Bro pegang dan gandeng istri lo " ucap Dokter Kheri,
Dengan cekatan Davin mengandeng Dira untuk menuju ruanggan bayi,
__ADS_1
Dira meneteskan air matanya saat melihat bayinya yang penuh dengan infus, sambil berkata " Maafkan Mama Nak !
Melihat Dira menangus dengan spontan Davin memeluk Dira sambil berkata " Kamu yang sabar, kita doakan anak kita cepat di beri kesehatan,