JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Kayak anak tiri


__ADS_3

Satu jam akhirnya Davin dan Dira sudah sampai di ruang inap Mama Lisa, Dira langsung masuk dan memeluknya Mama Lisa menangis dan memintak maaf pada Dira,


"Ma ! Kenapa Mama menangis dan mintak maaf pada Dira, Mama ngak punya salah sama Dira, malah Dira yang mintak maaf sama Mama, Dira ngak bisa jaga Mama di sini, biar Mas Davin saja ya Ma, yang jaga Mama di sini, " jawab Dira sambil menangis dan memeluk Mama Lisa,


"Udah - udah sayang biar Davin aja yang jaga di sini , " ucap Davin sambil menenangkan Dira,


Dua jam akhirnya Dira di suruh Mama Lisa pulang, dengan alasan kasihan Dewa,


Dan Mama Lisa memintak Dira untuk melarang Davin menemui Mama Lisa sekarang dan seterusnya,


Di dalam mobil Dira bertanyak tentang pembicaraanya Mama Lisa yang melarang Davin menemuinya, Davin hanya menjawab dengan singkat, " Ya kayak ngak tau Mama aja kalau sama saya kayak anak tiri, ya malah enak ,


"Tapi Mas ! Ngak boleh gitu, rubah sikap kamu dan nurut apa yang di katakan Mama, ingat itu jalan surga kamu, kalau Mama benar jengkel sama kamu, kamu di kutuk jadi batu loh, dan kamu jadi anak durhaka, " ucap Dira,

__ADS_1


Davin hanya membanting setir mobilnya sambil berteriak, " Masa bodoh,


"Ya Aalloh Mas Davin istihfar , semoga Dewa nanti jadi anak yang baik dan tidak durhaka pada ke dua orang tuanya Aamiin " jawab Dira sambil mengelus dadanya,


"Kamu itu sama saja sama Mama, " jawab Davin dengan nada marah,


Dira hanya terdiam sambil menatap wajah Davin saat mendengar ucapan Davin, dan sedikit menahan tangis,


Sampai di rumah Davin langsung masuk ruang kerjanya sambil menjatuhkan semua barang yang ada di meja, mendengar barang yang jatuh dan teriakan Davin , Dira langsung mengambil Dewa dari tangan bik Atun dan Bik Atun mengelengkan kepalanya sambil berkata, " Yang sabar ya Non, ngak usah sedih memang begitu Den Davin kalau marah,


"Mi ! Kenapa Mami nangis, kepala Mami sakit lagi, biar Dewa pijitin " ucap Dewa sambil memijitin kepalanya Dira,


Tiga puluh menit Davin masuk kamar, dengan spontan Dewa lari ke Davin mintak di gendong dan sambil berkata, " Pi ! Kasihan Mami , Mami kepalanya sakit, ayo Papi pijitin ,

__ADS_1


Langsung Davin menuju Dira dan berpura - pura memijitin kepalanya Dira, dan Dira berkata pada Dewa, " Nak ! Kalau kamu besar nanti jadi anak yang pintar ya, dan berbakti pada Mami dan Papi,


"Iya Dewa sayang Mami dan Papi, " ucap Dewa sambil memebuk dan mencium Mami dan Papinya,


Dan Dira mengajak Dewa untuk tidur dengan alasan ngantuk,


Davin duduk di sofa kamar sambil membukak ponselnya dan ada beberapa pesan yang masuk,


Dan tidak terasa waktu cepat berganti pagi, seperti biasa Dira masih tertidur dan Davin mempersiapkan dirinya sendiri, Davin menjatuhkan handuknya di badan Dira sambil berkata, " Kamu itu sukanya masalah kecil di besar - besarkan, dikit - dikit ngambek, kalau kamu ngak mau menyiapkan makan, nanti aku ngak akan pulang, ngapain pulang kalau istri masih ngambek,


Dan ponsel Dira berbunyi, " Ma ! Kapan Mama pulang , Dira kangen sama Mama,


"Kenapa dengan suami kamu ! Mama ini siap untuk pulang , " jawab Mama Lisa,

__ADS_1


"Dira cuma kangen sama Mama aja, " ucap Dira dengan singkat,


Sebelum berangkat seperti biasa Davin mencium kening Dira walau ada masalqh dalam rumah tangganya,


__ADS_2