
Sudah satu minggu Dira bekerja sebagai pelayan di suatu restoran ternama, walau gaji Dira sedikit Dira merasa senang,
Dan di suatu hari Davin dan Joni sedang makan di restoran tempat Dira bekerja, Dira membawah buku menu sambil menyapa dan mempersilakan duduk untuk penggunjung restoran,
Dan tidak sengaja Davin melihat Dira yang sedang menyapa seorang pengunjung dengan rama tama membuat Davin cemburu di buatnya,
"Maaf Mbak aku ingin di layani sama Mbak yang itu " ucap Davin sambil menunjuk jarinya ke tangan Dira,
Mbaknya menyuru Dira untuk menyapa pengunjung yang ada di sana, dan alangkah terkejutnya Dira saat melihat Davin yang sedang duduk bersama Joni dengan nada senyum,
Dira menghampiri Davin sambil membawah daftar menu dan menyapa Davin dan Joni dengan rama tama,
"Sayang aku cemburu kalau kerja kamu selalu memberi senyuman pada setiap orang, kamu besok harus riset , dan sekarang temani aku makan " ucap Davin dengan nada sedikit marah,
"Ma ___ maaf Mas ! Aku di sini bekerja sebagai pelayan bukan yang lainya, " jawab Dira sambil tersenyum dan berjalan,
"Iya Tuan kamu harus sabar, " ucap Joni dengan nada tersenyum,
__ADS_1
**********
Di sore hari saat Dira pulang dan hari ini Davin pulang lebih cepat dari biasanya, Davin menunggu Dira di terasa rumah sambil memainkan ponselnya,
"Mas ! Tumben kamu sudah pulang, " ucap Dira dengan nada senyum sambil mencium tangan Davin dan berjalan masuk kamar,
Davin sebenarnya ingin marah saat mengetahui kalau Dira memakai pil KB, dan tidak tau apa maksud Dira yang sebenarnya, Davin berjalan di belakang Dira,
Sejak ke jadian dulu Dira menjadi pribadi yang sedikit norak,
"Iya Mas ! Maafkan Dira " jawab Dira dengan singkat,
"Maksud kamu apa ! Kamu minum ini, kamu tidak mau punya anak " ucap Davin dengan nada marah,
"Bukan ngak mau, tapi Dira belum siap, Dira pingin kerja dan senang - senang dulu hanya itu, kalau sudah siap Dira tidak akan minum boleh ya Mas ! " jawab Dira sambil duduk di sofa,
Davin hanya mengeleng - gelengkan kepalanya sambil melihat tingkah laku Dira yang sangat menghemaskan,
__ADS_1
Davin mendekati Dira sambil berkata, " Sampai kapan jangan lama - lama, Mama dan Papa sangat menginginkan cucu,
"Sampai lulus kulia " jawab Dira dengan singkat,
"Ke lamaan " jawab Dira sambil mencium Dira,
Mas ! Dira sih mau - mau aja tapi takut Mas Davin ninggalin aku lagi kayak kemarin, Mas Davin kan belum bisa mef on sama cewek - cewek lain apalagi dengan si Ratna itu, Mas Davin harus jawab jujur ngak boleh bohong, Mas Davin masih punya perasaan cinta kah sama Ratna sedikit saja, ngak papa Mas bilang aja, kalau iya Dira bisa bantu melupakannya, " ucap Dira sambil melihat wajah Davin yang agak gugup,
"Kamu bilang apa sih, ayo kita tidur udah malam, " jawab Davin dengan nada singkat dan gugup,
"Mas ! Kalau kamu tidak jawab berarti iya, kamu masih punya rasa cinta sama Ratna, memang Mas cinta pertama tidak bisa di lupakan, Dira juga gitu, kalau Mas Davin menceraikan Dira, Dira pasti akan kembali sama mantan pacar Dira, Mas ! Sebenarnya kita ini korban dari orang tua kita, gimana kalau kita kabur dan menjalani hidup masing - masing sama pasangan kita, kamu setuju Mas, Mas bagaimana kalau Dira aja yang selingku biar Mama dan Papa mas Davin marah dan menyuru Mas Davin untuk bercerai, gimana kamu setuju Mas ! " ucap Dira sambil melihat Davin yang sedang tidur sambil memainkan ponselnya,
"Kamu bicara apa sih, ingat sampai kapan pun aku ngak akan menceraikan mu, itu dulu ! Dan mulai besok aku tidak mengijinkan kamu kerja di restoran, aku mau kamu kerja jadi asisten pribadiku di kantor dan di rumah, aku kepala rumah tangga kamu harus nurut "ucap Davin sambil memeluk Dira,
"A __ apa kerjaku dua puluh empat jam Mas ! Di kantor dan di rumah " teriak Dira sambil matanya melotot melihat ke muka Davin,
"Aku bayar kamu satu bulan lima puluh juta, tidak termasuk uang jajan kamu, jadi kamu satu bulanya tujuh puluh juta, " jawab Davin dengan nada senyum.
__ADS_1