JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 30 Hadiah Buat Papa Arsy


__ADS_3

Hari terus berlalu, siang malam silih datang bergantian. Seperti biasa aku selalu sendiri di rumah ketika kak Arsy dan Dela ke kampus....Aku biasa menghabiskan waktu dengan menonton Tv. Lama aku merasa tidak kedatangan tamu. Tapi rasa mual dan pusing tidak pernah lagi aku rasakan setelah hari itu...


Aku tidak punya teman untuk ke Dokter, Wiwi pasti kerja. Tidak apa-apa aku pergi sendiri.


Selamat siang Ibu, Ini hasil tesnya. Usia kandungan ibu sudah 7 minggu. Sembari memberi hasil tes usgnya...


Dok saya hamil.? Tanyaku tidak percaya...


Dokter mengangguk, iya usia kandungan ibu sudah memasuki minggu ke 7. Dokter itu sambil tersenyum...


Tapi dok, saya tidak rasakan mual ataupun pusing..


Mual ataupun pusing ini sudah ibu rasakan di awal kehamilan, ini terjadi cuman beberapa hari. Dan kejadian ini sangat langkah bu' banyak orang yang menginginkan kehamilah seperti ini tidak banyak pusing dan mual. Meski demikian, ini tidak terlalu parah seperti ibu-ibu yang lain alami...


Kalau boleh tau pekerjaan suami Ibu apa yah.? Tanya si dokter.


Suami saya seorang dosen dok. Jawabku...


Ibu beruntung punya suami seperti bapak, suami ibu punya cara memperlakukan ibu agar tidak merasakan yang namanya ngidam ini itu..


Oh. Iya ini resep obat buat ibu di minum 2 dua kali sehari setelah makan (pagi & malam). Ini untuk kesehatan janin ibu yah, dan yang ini buat nafsu makan ibu. Ibu harus rajin makan buah dan sayuran untuk kesehatan ibu dan juga janin yang di kandungan.


Oh.. Iya dok,Terima kasih banyak, kalau begitu saya permisi pulang dok..


Baik buk, segera sampaikan kabar baik ini sama suami ibu.. sahut sang dokter yang terlihat sangat ramah...


Aku bergegas keluar dari rumah sakit, Sesampai dirumah. Aku tidak sabar memberitahukan kabar baik pada kak Arsy..


Aku tidak sabar menunggu kak Arsy pulang dari kantor. Pasti kabar ini akan buat dia lebih tenang dan melupakan peristiwa kemarin. Aku yakin kak Arsy makin sayang sama aku. Gumamku' sambil senyum-senyum...


Kabar baik ini juga pasti sangat di nanti mama papah Dela dan juga keluarga besar aku...


Waktu sudah pukul 03.14 wita.sebentar lagi kak Arsy pulang...


Aku menuliskan kata "Soon to be papah" aku tempel di pintu kamar di dalam kamar juga beberapa aku tempel supaya kak Arsy langsung lihat saat datang nanti.


Setelah sholat adzar aku duduk di teras atas sambil membaca Ayat" Al-qur'an sembari menanti kepulangan sang suami....


Angin sepoi-sepoi sesekali menerpa, dedaunan dan bunga silih bertabrakan. Dua sampai tiga kendaraan bermotor dan mobil melaju di jalan depan rumah. Sebuah motor berhenti pas depan pintu pagar halaman rumah, seorang perempuan memakai helm berwarna hijau turun dari motor tersebut.


Aku turun melewati anak tangga dengan sangat hati-hati. Kulihat Dela yang datang.


Del, kak Arsy mana.? Tanyaku..


Dela pulang naik ojek online kak, kak Arsy katanya punya urusan di luar. Mungkin abis magrib baru pulang....


Oh. Gituu,, Jawabku


Kamu makan yah, kakak naik dulu.... pintahku ke Dela... kabar ini belum aku sampaikan ke Dela. Harus suami yang lebih dulu tau daripada yang lain.


Hmmm... kak Arsy mah sok sibuk, padahal anaknya dari tadi nunggu...

__ADS_1


Sabar yah nak, papah Arsy sibuk... kataku sambil mengelus-elus perut yang belum terlihat jelas seperti orang hamil. Iya kan baru 7 minggu...


Setelah aku melaksanakan sholat magrib, kak Arsy baru saja masuk terburu-buru menuju kamar mandi...


Aku sedang membaca Al-qur'an, kak Arsy baru saja takbir memulai sholat magrib. Setelah salam, kak Arsy menoleh ke arahku lalu tersenyum, lalu memperbaiki kembali posisinya dengan menadah kedua tangannya, sembari memanjatkan doa-doa harapan kebahagiaan di dunia dan akhirat....


Sembari membereskan sajadahnya, tatapan demi tatapan pada tulisan yang terpaku di kertas. "Soon to be papah" . Terbaca nyaring terdengar di telingaku, kak Arsy sudah membaca tulisan itu. Alhamdulillah perasaanku legah, dia sudah tau kalau aku sedang mengandung anaknya.


Perlahan kak Arsy mendekapku, Memeluk, mencium sedalam-dalamnya.


Congratulation, in syaa Allah kamu akan segera jadi papah. Ucapku memecahkan suasana hening di awal malam, sembari aku menatap wajahnya dengan penuh kebahagiaan.


Aku kembali meneteskan air mata, bahagia campur haru sebab Tuhan telah menciptakan manusia dalam rahimku', Terimah kasih ya Allah, terimah kasih suamiku, mama papa atas segala cinta, kasih dan doa yang selalu tercurah padaku...


Sudah donk jangan nangis, sembari menyeka air mataku kak Arsy kembali mencium keningku',


Mama papa sudah tau.? Tanya kak Arsy,


Belum ada aku kabari siapa-siapa selain aku menunggu kak Arsy pulang untuk memberitahu hasil tes dokter tadi siang...


Aku menceritakan kak Arsy tentang dokter yang memeriksa aku tadi siang, dia sangat baik dan ramah. Sang Dokter juga bertanya soal pekerjaan kak Arsy, iya aku jawab kalau suami aku dosen...


Aku berdiri mengambil hasil tes yang di berikan oleh dokter.


Ini keterangan usgnya, sambil aku menyodorkan kertas tersebut kepada kak Arsy.


Di kertas sebelumnya terdapat nama dokter yang memeriksa aku. Namanya dr. Kaina Almaira.


Aku tidak tau pasti namanya siapa, tapi orangnya sangat ramah.


Iya ini ada namanya, dr.Kaina ini istrinya Revan, rumah sakit ini juga milik ayahnya...


Oiya, tadi Putri ke rumah sakit naik apa.? Tanya kak Arsy lagi


Naik ojek online, jawabku polos...


Lain kali kalau ada apa-apa hubungi kakak yah, nanti kakak izin balik. Lain kali yah... harus izin kasihan anak kamu,


Anak kamu.? Anak kita. Jawabku sambil merengek manja memeluk tangannya...


Iya anak kita, jawab kak Arsy sambil mencium perut aku....


#################


Malam telah berlalu, hari demi hari kulewati keseharianku di rumah... sebelum kak Arsy berangkat kantor dia harus masak dulu. Aktivitas di rumah di kerjakan sepenuhnya oleh kak Arsy sejak dia tahu aku mengandung...


Setelah kemarin aku buat dia kecewa karena lupa tanggal pernikahan kami. Sekarang kak Arsy nampak sangat bahagia, di anniversary pernikahan kami yang ke empat Tuhan membuka hatiku untuk mengetahui keberadaan si baby dalam perut yang sebelumnya aku cuek dan tidak percaya kalau secepat ini aku alami. Ini merupakan hadiah untuk kak Arsy setelah memberi kejutan di malam tanggal pernikahan yang sempat aku lupa...


Aku dan kak Arsy sepekat untuk tidak segera memberitahukan keluarga termasuk mama papa, Dela pun juga belum tau soal kandunganku padahal kan kita serumah.


Kak Arsy harus mencari waktu luang untuk ajak mama papa ke kota untuk memberitahukan surprize ini juga... nanti di umumkan saat keluarga sudah kumpul.

__ADS_1


Hari demi hari, ketika kak Arsy ke kantor aku tidak sendiri lagi di rumah. Sekarang ada baby di perut aku yang selalu aku ngajak ngobrol sepanjang hari..


Sekitar seminggu aku belum memberitahu Dela soal calon ponakannya, aku tau pasti akan lebih bahagia setelah mengetahuinya. Hingga aku tidak bisa menunggu waktu untuk dia tahu kabar baik ini...


Suatu hari, aku mengajak Dela ke rumah sakit. Terlebih dahulu harus izin dulu sama kak Arsy. kebetulan Dela tidak punya kelas katanya sudah di pindahkan ke hari lain. Aku mengajak Dela ke rumah sakit saat itu juga aku memberitahu kalau aku mau memeriksa kandungan.


Dela sontak terkejut mendengar pernyataan aku. Hahhgg...??? Dengan ekpresi terkejut sembari tersenyum dan tidak percaya akan kabar baik ini.


Iya aku hamil...aku berusaha meyakinkan Dela, nampak aku melihat wajahnya sangat senang kabar yang lama dia nantikan akhirnya terdengar nyata.


Dengan sangat antusias menemani aku ke rumah sakit, Aku kembali bertemu dr. Kaina yang kini telah menjadi dokter khusus buat aku. Kami belum mengenal satu sama lain, tapi aku sudah tahu kalau dr. Kaina ini istri dari kak Revan teman kak Arsy.


Assalamu'alaikum dok, selamat pagi. Sahutku sambil masuk ke ruangan...


Wa'alaikumussalam, silahkan duduk bu',


Bagaimana keadaan si baby, sehat tidak rewel.?


Alhamdulillah sehat dok, si baby ini juga tau persis keadaan papanya yang sibuk di kantor jadi dia rewel pas papanya pulang... jawabku.


Yang rewel si babynya atau mamanya sih.? Tanya dokter bercanda


Mama dan anak sama-sama rewel dok, kerja sama yang baik. Jawabku pula bercanda...


Aku dan si dokter layaknya sudah mengenal lama, padahal ini yang kedua kalinya aku ketemu dr. Kaina.


Dokter mulai memeriksa kandungan aku, masih belum terlihat bentuk tubuhnya, Dela sangat senang bisa melihat si baby meski masih dalam gambar.


Kata dokter, ini minggu ke 8 sudah hampir masuk minggu ke 9. Dokter meminta kembali memeriksa jika ada kelainan yang aku rasakan. Semuanya normal baik, kita akan lihat perkembangannya di minggu selanjutnya. Ini vitamin buat si baby dan ini buat ibu aturan makanannya sama seperti sebelumnya ya bu'.


Baik dokter terima kasih. Rasa terima kasih selalu aku curahkan untuk dr. Kaina yang baik hati....


Aku dan Dela segera meninggalkan rumah sakit. Sebelum tiba di rumah ku sempat singgah ke toko buah membeli beberapa yang di sarankan oleh dokter Kaina.


Kelakuan Dela sama seperti kak Arsy, semua belanjaan di tenteng kedua tangan Dela. Jangan bawa yang berat-berat kak kasihan babynya. Ucap Dela sambil berjalan keluar dari toko.


Dela memesan taxi online untuk mengantar kami sampai di rumah. Setelah sekian menit perjalanan akhirnya kami tiba.


Aku segera masuk dan semua d handle oleh Dela. Persis sama seperti kak Arsy, Dela menjaga aku.


Aku segera naik di kamar, sementara Dela masuk di dapur membereskan belanjaan....


Sejam kemudian masakan Dela sudah jadi. Aku segera turun, di meja sudah siap mangkuk besar berisi sup, nasinya sementara di angkat ke meja....


Dela baru saja mau berteriak, tapi taunya aku sudah di bawah.


Kak Arsy dan Dela menurutku terlalu lebay mengerjakan pekerjaan rumah, padahal kan aku bisa kerjakan separuh. Aku kuat dan babynya juga kuat tidak rewel, jadi aku bisa mengerjakan pekerjaan ringan seperti menyapu lantai dan cuci piring. Tapi mereka berdua sama s'kali tidak mengizinkan. Kak Arsy dan Dela masing-masing punya giliran untuk pekerjaan rumah. Sekali lagi aku katakan padahal aku bisa sesekali bantuin mereka...


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


__ADS_2