JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Mama Rehan


__ADS_3

Malam cepat berganti matahari mulai menampakkan sinarnya, di sela - sela cendela kamar Dira sudah nampak sinar matahari yang sangat cerah se cerah hati Dira di pagi ini, Dira mempersiapkan dirinya untuk berangkat reoni,


Pas jam dinding menunjukkan pukul delapan Ica dan Rani sudah berada di rumah Dira,


"Hai Ran, Ca masuk saja , "ucap Dira sambil melambaikan tanganya menyuru Ica dan Rani masuk kamar,


Rani dan Ica saling memandang dan terkejut saat melihat kamar Dira, Rani masuk sambil berkata, " Dir aroma kamar kamu bikin aku betah, pantesan kamu betah di kamar, jadi kamar kamu seperti cerita di novel aja,


"Ni baru sultan Ran ! Ukuran kamarnya saja segede rumahku, " ucap Ica sambil tidur di kasur Dira,


"Udah Dir ngak usah berangkat reoni kita di sini saja, aku mau bobok di sini , "ucap Ica sambil memeluk guling Dira,


"Udah - udah ayo kita pergi, sebentar lagi Mas Davin datang, kalau Mas Davin datang nanti aku ngak boleh ikut reoni apalagi tau reoninya di rumah Rehan , " ucap Dira sambil mengambil tas selempanganya,


Dira berpamitan kepada Bik Ita dan Bik Atun, satu jam tiga puluh menit Dira , Ica dan Rani sudah sampai di rumah Rehan,

__ADS_1


Dira di sambut dengan gembira, sebagian temannya Dira membawah pasanganya dan Dira duduk bersama teman - temanya sambil bercanda tawa,


Dan alangkah terkejutnya saat mamanya Rehan mendekati Dira mencium dan memeluk Dira sambil berkata, " Hai sayang kamu berangkat sendirian mana suami kamu ? Istri hamil kok di biarkan pergi sendirian,


"Maaf Tante Dira pergi sama Rani dan Ica tidak berangkat sendirian, dan insya Alloh nanti suami Dira menjemputnya, suami Dira masih di luar kota, " jawab Dira dengan sedikit kecewa,


Mendengar ucapan Mamanya Rehan dan Dira, Ica dan Rani saling memandang dan memainkan matanya, seakan - akan Rani dan Ica memberi kode tidak beres,


Mamanya Rehan berpamitan ke pada Dira untuk masuk rumah, Dira hanya tersenyum, Rani dan Ica mendekati Dira dan mengajak duduk sambil betkata, " Kenapa dengan kamu Dir ! Ngak sopan banget Mamanya Rehan sama kamu, kenapa dia bilangnya begitu sama kamu,


Tiga puluh menit Davin sudah berada di depan rumah Rehan dan Dira menjemput Davin masuk untuk di perkenalkan sebagian temanya,


Dan tidak sengaja Dira melihat seirang wanita yang tidak asing di samping Mamanya Rehan yang sedang membantu menata minuman,


"Ratna kenapa dia ada di sini , " ucap Dira dengan nada pelan sambil membungkan bibirnya dan melihat ke ara Davin yang sedang bermain ponselnya,

__ADS_1


Dengan spontan Dira mendekati Ica dan Rani sambil bercerita tenta seorang wanita,


Ratna sengaja mendekati Davin sambil membawahkan se gelas minumman dan duduk di samping Davin,


Ica memberi tau kalau wanita itu sedang duduk di samping Davin dengan spontan Dira mendekati Davin,


Dira , Ica dan Rani duduk bersamaan dan bercanda,


E ini siapanya Rehan, boleh kenalan Tante , apa jangan - jangan tante ini calon istrinya Rehan , " ucap Ica sambil melihat Rani, Dira juga Davin sambil bersalaman,


"Apa calon istrinya Rehan, " teriak Rani,


Davin memeluk Dira dengan mesrah dan Dira berkata, " Mas ! Kita pulang sekarang , Dira udah bosan melihat wajah Ica dan Rani seperti sampah,


Davin dan Dira segera pergi tampa berpamitan, Davin dan Dira bergandengan sangat mesrah membuat Ratna sakit hati dan berkata, " Dasar wanita murahan, awas kamu jangan pangil namaku kalau aku ngak bisa merebut Davin dari kamu,

__ADS_1


Ica dan Rani hanya terdiam sambil melihat Ratna yang sedang berbicara sendiri,


__ADS_2