JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Berjalan tanpa arah tujuan


__ADS_3

Dan tidak terasa waktu pagi telah tiba, seperti biasa Davin mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor, dan tidak seperti biasanya Davin mempersiapkan dirinya tanpa memintak bantuan Dira,


Mendengar Davin meletakkan dan mengambil sesuatu dengan nada keras, dengan spontan Dira mengambil selimut dan di kemulkan sekejur tubuhnya sampai tidak kelihatan sama sekali,


Lima menit tidak terdengar suara Davin dengan pelan - pelan Dira membukak celimut sambil berkata, " Ah lega bisa nafas dengan tenang,


"Apa kamu bilang ? Udah nafaslah dengan tenang aku pergi kerja dulu, " ucap Davin sambil mencium kening Dira tanpa nada senyum,


Pas jam dinding menunjukkan pukul sembilan Dira berpamitan untuk pergi ke rumah Ibunya, sejak sati tahun Kakak dan Ibunya pulang ke jawa,


"Di antar sama Pak Mamat sayang, " ucap Mama Lisa sambil memanggil Pak Mamat,


Sebelum Dira oulang ke rumah Ibunya Dira ingin menghampiri Davin yang ada di kantor sekalin mintak ijin,


Sampai di kantor semua karyawan menundukkan badanya saat Dira berjalan menuju ruangan Davin, dan Dira bertanyak kepada Resepsionis kalau tentang Davin


"Iya nyonya Tuan Davin nya ada di dalam lagi menrmani tamu, " ucap Mbak Resepsionis dengan mada senyum,

__ADS_1


Langsung saja Dira masuk ruangannya Davin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,


Dan alangkah terkejutnya saat Dira melihat seorang tamu perempuan duduk di pangkuan Davin sambil memainkan bulu yang ada di dahinya Davin sambil tertawa,


"Mas apaan ini ! " tanyak Dira sambil berteriak kencang dan lari keluar ruanggan Davin sambil menangis,


Davin mengejar Dira sampai di depan kantor, Dira masuk ke mobil Pak Mamat begitu juga dengan Davin, Davin ikut pergi bersama Dira, Davin hanya diam saja dan menundukkan kepalanya,


"Non ini langsung ke rumah Ibu ! " tanyak Pak Mamat dengan nada gugup saat melihat Dira menangis,


"Bawah Dira ke makam Bapak aja Pak ! " jawab Dira sambil mengusap air matanya,


Dira berjalan menelusuri pinggir jalan tanpa arah tujuan, dan tidak terasa jam tangan Davin menunjukkan pukul tuju malam, Davin mendekati Dira sambil berkata, " Sayang ayo pulang, apa kamu ngak capek berjalan terus, ayo kita pulang,


Davin memintak maaf dan berjanji ngak akan mengulangi lagi, dan dari belakang terdengar suara mobil, dan mobil itu berhenti di depan Dira, Davin langsung menyeret Dira untuk di bawah masuk ke dalam mobil,


Dira memintak tolong pada Pak supir agar Dira di turunkan, tapi Pak.supir tidak menghiraukan ucapa Dira,

__ADS_1


Tiga jam dalam perjalanan Dira hanya menangis, Dira berjalan menuju kamar dan menghampiri Mama Lisa,


"Kamu kenapa Sayang kok menangis ! Ada apa lagi ini, kamu itu jadi suami sukanya menyakitin aja, " teriak Mama Lisa sambil memeluk Dira,


"Ma ! Awas jaga mantu kesayangan Mama, agar dia tidak pergi, Ma ! Dari siang tadi duan ngak makan sama minum, mungkin kakinya capek jalan terus, " jawab Davin sambil duduk di meja makan,


Davin terteriak memanggil Bik Atun untuk mintak tolong, " Bik tolong pijitin kaki Nona Dira,


Dira berjalan menuju kamar dan Bik Atun berjalan di belakang Dira, Dira merebahkan badanya dan menolak untuk di pijitin, Bik Atun keluar kamar berialan mendekati Davin yang sedang makan,


Tuan Non Dira nya ngak mau di pijit, Non Dira pinggin istirahat, dan Davin mintak tolong untuk membawahkan makan dan minum untuk Dira,


Davin mengetuk pintu kamar, tapi Dira tidak menghiraukan nya dengan terpaksa Davin mendomprak pintu dengan paksa,


"Kenapa pakai di kunci dari dalam segala, tu di makan dari tadi siang kamu belum makan dan minum, kamu makan sendiri apa peelu aku suapin ! " tanyak Davin sambil menaruk makanannya di atas meja,


Lima menit sudah makanan dan minuman masih utuh dengan terpaksa Davin membangunkan Dira dan menyuapinya, tetap saja Dira menolak untuk makan, sambil berkata, " Sayang ayo di makan kalau kamu sakit apa kamu bisa sendiri,

__ADS_1


"Sana kamu jangan sok perhatian sama saya, aku benci kamu ! " ucap Dira sambil menangis,


__ADS_2