
Malam segera berakhir, Adzan subuh telah dikumandangkan. Aku bangkit dari tempat tidurku dan segera mengambil air wudhu untuk sholat. Setelah aku sholat, handphoneku bergetar sejenak seperti tanda sms masuk. Aku membukanya dan sms itu dari ayah yang memberitahuku bahwa sebentar sore mama mau datang di rumah kakakku dan menyuruhku untuk menjemputnya di terminal. Aku sangat senang membaca pesan papa.
Pagi itu aku berangkat kampus dengan mengendarai motorku tak sabar untuk bertemu mama sore nanty. Pagiku sangat ceria.
Kurang lebih limabelas menit aku mengenderai motor dari rumah kakaku hingga aku sampai di kampus. Suasana kampus pada pagi itu masih terlihat sunyi karena masih terlalu pagi. Motor di parkiran fakultasku saja baru ada tiga biji. Aku memarkir motorku di halaman parkiran, aku segera turun dari motor dan menyimpan helmku di dalam bagasinya, aku berjalan masuk ke dalam fakultas tanpa satu orang pun yang aku lihat. Mungkin pemilik motor itu sudah masuk di ruangannya masing_masing.
Jarum jam di handphoneku menunjukkan pukul 07.45, teman_teman sekelasku sudah datang satu persatu dan aku pun berbincang_bincang dengannya. Kurang lebih dari limabelas menit, semua teman_teman kelasku sudah datang. Pukul delapan lewat beberapa menit, namun dosen belum juga masuk dalam kelas, ada kemungkinan dia belum datang untuk hari ini karena masih kuliah perdana atau mungkin dia lambat datang, tetapi seperti yang dikatakan oleh kakak senior bahwa saat masih kuliah perdana masih banyak dosen yang belum mengetahui jadwal dan ruangan mengajarnya jadi dia harus mencari tahunya dulu. Sambil teman_temanku yang lain sedang berbincang_bincang dengan orang yang di sebelahnya, aku mengajak satu temanku untuk membeli makanan dan minuman di kantin fakultas, teman yang satu ini namanya Wiwi yang memang sejak awal aku akrab dengannya.
Aku turun melewati anak tangga dengan penuh canda tawa bersama Wiwi. Di tengah penurunanku melewati anak tangga bersama Wiwi, tiba_tiba saja kami berdua bertemu dengan pak Arsyad yang sepertinya lagi buru_buru karena waktu mengajarnya sudah lewat kurang lebih limabelas menit, namun dia tetap menyempatkan diri untuk menyapa kami dengan say “HALLO” dia memang suka menyapa orang_orang yang dia memang sudah kenal, bahkan orang baru pun dia selalu menyapanya walau itu hanya senyuman. Wiwi pada saat itu merasa sangat beruntung karena di sapa oleh dosen yang semua anak_anak di kelasku mengagumi ketampanan dan kecerdasannya. Aku hanya memberinya seyuman tanpa sepatah kata pun, beda dengan Wiwi yang membalas say “HALLO’’nya dengan say “ HAY”.
Aku hanya diam melihat tingkah Wiwi yang begitu tergila_gila dengan pak Arsyad. Aku tidak berani memberitahu Wiwi tentang hubungan keluargaku dengan pak Arsyad, karena aku takut semuanya akan terbongkar kalau aku ini adalah orang yang pernah menolak niat baik pak Arsyad beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
Aku memberitahu kepada Wiwi bahwa pak Arsyad itu sudah memiliki pasangan hidup jadi kamu tidak usah berlebih_lebihan dengannya karena itu akan membuatmu sakit hati. Aku mencoba meyakinkan Wiwi untuk bisa percaya dengannku, aku mengatakan padanya bahwa tidak mungkin orang sekeren itu belum memiliki pacar, apalagi dia pintar sudah S2 lagi pasti dia sudah mendapat wanita idamannya, tidak mungkin dia mau dengan cewek seumuran kita, kita kan masih mahasiswa baru. Wiwi berfikir bahwa apa yang aku katakan itu benar. Wiwi hanya menjadikan pak Arsyad sebagai motivasi dalam dirinya semoga dia bisa mengikuti jejak dosen idolanya.
Sambil kami membahas pak Arsyad, kami juga mengambil makanan dan minuman sesuai selera masing_masing. Aku mengajak Wiwi untuk makan di kelas saja karena takutnya ada dosen yang masuk. Wiwi pun setuju dengan tawaranku, kami naik melewati anak tangga satu persatu sampai di lantai tiga.
“Hari ini ruangan kita di lantai tiga kan.?” Tanya Wiwi yang pura_pura lupa karena capek naik tangga.
“Iya Wi’ sok lagi kamu.” Kami pun tertawa sampai dalam ruangan.
“Iya , bisa jadi Wi’ karena waktunya sudah hampir habis, kata kakak seniorkan kalau masih kuliah perdana biasanya dosen belum masuk.
Hmmmm....inilah dunia kampus,,,kataku sambil aku tersenyum.
__ADS_1
“Wi’ kamu tahu kalau hari ini aku sangat senang.”tanyaku dengan muka ceria.
Tidak. Memang kenapa.? Jawab Wiwi singkat.
Hari ini mama aku mau datang ke rumah kakakku untuk menemuiku, mungkin dia kangen sama aku. Hehehg... kataku dengan nada manja
Put, kamu anak manja banget ya, baru beberapa hari juga di sini sudah di jengukin ibu. Kata Wiwi’ sedikit ngeledikn.
Hahahahag..... you jealous ya..... kataku membercandai Wiwi’
Aku mengambil air minumku dari dalam plastik yang baru saja aku beli, lalu aku minum. Sedikit ada kesunyian diantara kami berdua. Sementara teman_temanku yang lain sibuk dengan ceritanya juga. Aku melanjutkan ceritaku dengan Wiwi. Aku menceritakan Wiwi akan sikap konyolku dulu selama masih pengurusan berkas, dan aku juga menceritakan bahwa dulu papaku mau menjodohkanku dengan keponakannya yang calon Magister, tetapi aku tidak memberitahu Wiwi kalau keponakan papa adalah pak Arsyad. Wiwi tertawa mendengar semua ceritaku. Wiwi benar_benar tidak menyangka kalau apa yang dia bercandai tadi itu benar bahwa aku memang anak yang paling manja. Tak heran karena adek bungsu Wiwi’ juga sangat manja pada mamanya. Wiwi sedikit mandiri karena dia anak pertama dari ketiga bersaudara, wajar dia mandiri karena dia akan menjadi contoh untuk adek_adeknya, berbeda dengan aku anak ke tiga dari tiga bersaudara dengan anak mama yang satu_satunya perempuan.
__ADS_1
@@@