
Sudah dua bulan Dira berobat dan hari ini Dira di nyatakan sembuh dari penyakit lambung nya, Dokter hanya menyarankan Dira untuk tidak capek - capek terlebih banyak pikiran,
Dira duduk bersama keluarga Davin di ruang keluarga, Mama Lisa duduk di samping Dira sambil berkata, " Sayang Nak ! Apa kamu ngak ingin nambah anak buat teman Dewa, mumpung Mama masih ada,
"Iya Ma ! Mantu Mama yang ngak mau, " jawab Davin sambil melihat Dira,
"Ngak enak Sayang Nak ! Punya anak satu , lihat suami kamu ngak punya saudara, mumpung Mama masih ada buatkan Mama cucu lagi biar rameh rumah ini , banyak suara tangis , " jawab Mama Lisa dengan nada senyum,
"Iya Ma ! Tapi Mas Davin janji jangan genit genit sama perempuan lain, kemarin aja jalan sama aku Mas Davin tebar perona sama perempuan lain, ngak ah, oh iya gimana kabar cucu Mama itu tu anak Silsi , " tanyak Dira dengan nada sedikit sewot,
"Cucu Mama cucu Mama, cucu Mama hanya Dewa bukan yang lainnya dan anak ku cuma Dewa anak kamu juga, udah jangan di ungkit ungkit nanti kamu marah, aku udah melupakan itu semua, " jawab Davin dengan nada sedikit marah,
"Ya udah - udah kamu masuk kamar sana buatkan cucu lagi buat Mama yang banyak Nak ! Biar Dewa sama Mama, " teriak Mama Lisa sambil tertawa,
Langsung Davin menarik tangan Dira untuk di bawah ke kamar, di dalam kanar Davin langsung memulai aksinya tiga puluh menit permainan udah selesai,
__ADS_1
Davin dan Dira mandi bersama saling bercanda dan tidak itu saja ke dua insan melakukan lagi di dalam kamar mandi berulang - ulang kali, satu jam sudah, Dira merebahkan badanya di atas kasur,
"Mas ! Aku lelah Dira mau tidur , jaga Dewa ya Mas , " ucap Dira dengan nada manja,
"Siap tuan putri, " jawab Davin sambil mencium kening Dira yang sedabg berbaring di tempat tidur,
Lima menit Mama Lisa mengantar Dewa ke kamarnya dan Mama Lisa melihat Dira sedang tertidur sangat nyenyak ,
"Nak Dewa jangan rame - mare Mami lagi tidur kamu sama Papi aja di situ Omah keluar, baik baik di sama Papi ya, " ucap Mama Lisa,
Tiga puluh menit Dira terbangun dari tidurnya dan langsung kari mencari obat buat pencegah kehamilanya dan meminumnya sambil berkata, " Semoga aku tidak hamil,
Melihat kelakuan Dira Davin hanya tersenyum dan berkata, " orang aja ngak punya anak pingin punya, malah kami di obatin, cita - cita ku dulu pingin punya anak banyak,
"Emang aku alat pembuat anak, capek kali , enak kamu cuma buatnya, " jawab Dira,
__ADS_1
"Ngak tau caranya pokonya kamu harus melepas alat itu aku menginginkan kamu hamil lagi titik, " ucap Davin sambil membuang pil yang habis di minum Dira,
"Enak juga jadi kamu kalau punya keinginan maunya di turutin , kalau aku punya ke inginan ngak pernah keturutan " jawab Dira,
"Kamu punya keinginan apa , " jawab Davin,
"Mas - Mas Davin gimana aku mau melipas pil KB ku itu tapi ada syaratnya aku boleh kerja ya Mas ! " ucap Dira,
Gila kamu , ngak ! Kamu kok maksa ingin kerja sih, kalau kamu kerja aku ngak akan ngasih kamu uang jajan lagi kamu mau ? Kalau kamu mau oke, syaratnya kamu harus sampai di rumah sebelum aku di rumah, kamu mau dengan semua ini , " tanyak Davin dengan sedikit marah,
"Oke mulai besok aku akan cari kerja, " jawab Dira ,
"Terserah kamu ! " jawab Davin dengan singkat sambil merebahkan badanya di atas sofa danntanyanya di taruk di atas keningnya dan membuang nafas panjang,
"Terimakasih Mas ! kamu suami idaman ku, sayangku , cintaku " jawab Dira sambil mencium Davin,
__ADS_1