JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Mengikuti Davin


__ADS_3

Jarum jam dinding begitu cepat berputar, Dira berpamitan kepada Mama Lisa untuk pulang ke rumah Ibunya, dan Mama Lisa tidak mengijinkannya,


Sebelum Dira pulang ke rumah Ibunya Davin menghubungi Dira dan berpamitan untuk pergi ke luar kota untuk beberapa hari, dengan alasan ada masalah di perusahanya


"Tapi Ma ! Dira udah pamit sama Mas Davin, dan Mas Davin bilang terserah, boleh ya Ma ! Dira kangen sama Ibu, " pamit Dira dengan nada manja,


"Cepat pulang ya Nak ! " jawab Mama Lisa dengan nada senyum,


Mama Lisa menyuru Pak Mamat untuk mengantarkan Dira pulang ke rumah Ibunya, di dalam perjalanan Dira tidak sengaja melihat mobil Davin yang berada di depan dan menuju ke mall,


"Pak ! Apa benar mobil yang ada di depan itu mobil Mas Davin, kemana dia pergi, Pak Mamat coba kita ikutin dari belakang dengan siapa Mas Davin pergi, " ucap Dira,


Alangkah terkejutnya saat Davin keluar mobil bersama dengan Silsi, Davin mengandeng tangan Silsi dengan mesra dan masuk ke mall, dan Davin takut ketahuan Davin memakai penutup begitu juga dengan Silsi,

__ADS_1


Dira hanya memotret dari jauh saat Davin sedang mencium tangan Silsi,


"Pak Mamat pulang aja, biar Dira naik taksi aja pulang ke rumah Ibu, " ucap Dira sambil menangis,


"Ta __ tapi, ngak Non nanti Nyonya marah kalau pak Mamat ngak antar Non sampai ke rumah Ibu , " jawab Pak Mamat dengan nada gugup,


Sampai di rumah Ibunya dengan spontan Dira langsung menagis di pangkuan Ibunya, begitu juga dengan Dewa, Pak Mamat hanya melihat saja apa yang sedang terjadi, dan lima belas menit Pak Mamat berpamitan pulang,


"Terimakasi Pak , " ucap Ibunya Dira sambil memberi sedikit uang,


Sampai di rumah Pak Mamat bercerita tentang ada yang telah di lihat, dengan spontan Mama Lisa menghubungi Davin dan lagi - lagi ponsel Davin tidak aktif,


Mama Lisa langsung pergi ke rumah Dira di antar pak Mamat,

__ADS_1


Mama Lisa memintak maaf ke pada orang tua Dira dan kakaknya atas kelakuan Davin, Dira menangis di pangkuan Mama Lisa,


"Apapun yang terjadi ayo kita pulang, " ucap Mama Lisa,


Ti __ tidak Bu ! Adik ngak boleh ke sana untuk apa, Adik di sini punya rumah, aku bisa menghidupin Adik dan anaknya, bagaimana pun Adik ngak boleh pulang ke sana, " jawab Muklis dengan nada sedikit marah,


Dan satu jam sudah Mama Lisa bersama Dewa dan Dira, Mama Lisa berpamitan untuk pulang, melihat ke pulangan Omahnya Dewa menangis ingin ikut pulang,


"Nanti ya Dewa di sini dulu, nunggu Papi jemput Dewa dan Mami pulang, Omah pulang dulu besok Omah ke sini lagi, " Jawab Mama


Lisa sambil menangis,


"Ma ! Hati - hati di jalan ya Ma ! Jaga kesehatan Mama, jangan memekirkan yang aneh - aneh, Dira dan Dewa di sini bahagia walau tanpa ada Mas Davin, dan Dira akan melupakan Mas Davin, Maafkan Dira ya Ma ! Dira belum bisa jadi mantu Mama yang baik, jaga kesehatan Mama, " ucap Dira sambil memeluk Mama Lisa dan menangis,

__ADS_1


"Iya Nak ! Jaga dirimu dan anakmu kalau ada apa - apa cepat kabari Mama aja ya, "jawab Mama Lisa sambil mencium Dira,


__ADS_2