
Di malam harinya Dewa menemui Davin yang sedang tidur di kamar sambil memeluk guling, Dewa merangkul Davin yang sedang tertidur sambil berkata, " Pi ayo kita jemput Mami, ini udah malam, ayo Pi,
Tampa ada ucapan Davin berjalan mengambil kunci mobil,
Dan dua jam Davin dan Dewa sudah berada di rumah Dira, Ibunya menyambut Dewa dengan senang hati,
Yangti sakit ya ! Mana biar Dewa pijitin, Yangti sakit apa, " tanyak Dewa,
"Kepala Yangti pusing Nak, " jawab Ibunya sambil memeluk Dewa,
Dan Dewa bercerita kalau Papinya tadi juga sakit kepala dan obatnya minum es jeruk lemon, dan Dewa menyuru Maminya untuk membuatkan Yangti es jeruk lemon,
"Iya nanti biar Bik Siti yang buatkan es jeruk lemon, " jawab Dira sambil tersenyum,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul sebelas Dewa tertidur di pangkuan Dira , dan Davin langdung mengangkat Dewa untuk di pindahkan ke kamar, dan Davin merebahkan badanya di samping Dewa, tidak dengan Dira, Dira duduk di atas sofa sambil melihat Davin dan Dewa yang sedang tidur,
__ADS_1
Davin terbangun di tengan malam dan melihat Dira yang sedang tertidur di sofa, langsung saja Davin mengangkat Dira untuk di pindahkan di samping Dewa ,
Dan Davin keluar menuju pos security untuk bermain catur dan tidak terasa jam diding menunjukkan pukul empat Davin merebahkan badanya di samping Dewa, dan Dira terbangun saat Davin tidur di sampingya,
Pas jam enam Dira mencoba membangunkan Davin berulang kali, dan terpaksa Dira berangkat kerja, pas jam delapan Dewa terbangun dari tidurnya begitu juga dengan Davin, dan hari ini Davin dan Dewa menunggu Dira pulang kerja dan mengajak pulang,
"Ayo pulang sekarang ," ucap Davin dengan nada sewot,
Langsung saja Dira mengemasih barangnya untuk di bawah pulang tampa ada pembicaraan,
Di dalam perjalanan Dira hanya diam saja sambil memainkan ponselnya, tidak dengan Dewa , Dewa selalu mengajak Dira dan Davin berbicara, dan Dewa memintak pergi ke mall untuk membeli makanan,
"Ayo Pi pulang , " ucap Dewa sambil menarik tangan Davin,
"Mana nota pembayaranya, biar aku ganti, aku ngak mau kalau tau anakku makan uang dari hasil kerja kamu , " tanyak Davin sambil melihat nota dan memberikan uang untuk Dira,
__ADS_1
"Terserah kamu Mas ! Aku udah capek, mungkin sampai di sini jodoh kita, kita akhiri saja hubungan kita, " ucap Dira dengan nada marah,
"Apa kamu sudah mendapatkan penganti aku, aku tau , pasti dia yang selalu bersama kamu, apa dia masih menyayangi kamu, " jawab Davin dengan nada tinggi,
"Maaf ! Aku ngak ngerti maksud kamu, " jawab Dira ,
Davin tidak menjawab pertanyaan Dira, Davin hanya tersenyum sambil memukul setir mobilnya dan mengeluarkan nafasnya dengan keras, sampai Dewa berkata, " Kenapa Pi !
Dira merebah kan badanya sambil memejamkan matanya dan sampailah di rumah,
Dira langsung masuk kamar dan mandi, setelah membersikan badanya Dira merebahkan badanya di atas kasur, tidak dengan Davin , Davin langsung keluar rumah memakai montor balapnya,
"Mama Lisa menemui Dira yang sedang tidur dan Mana Lisa mendekati Dira sambil berkata, " Sayang Nak ! Kamu lagi bertengkar sama suamimu ,
"Ma ! Maafkan Dira , saya ngak tau saya pingin kerja , tapi Mas Davin tidak mengijinkan Dira kerja, " ucap Dira sambil menangis di pelukan Mama Lisa,
__ADS_1
"Nak ! Maafkan Mama sebelumnya, kalau menurut Mama , kamu nurut sama suamimu, apa kamu gak pernah di kasih uang sampai kamu kerja di luar sana, dan orang mengira kalau suamimu itu pelit, berhentilah demi rumah tangga kamu kasihan Dewa, " jawab Mama Lisa sambil membersikan air mata Dira,
"Iya Ma ! " jawab Dira dengan singkat,