
Dan tidak terasa sudah tiga hari Dira ada di rumah sedangkan bayinya tetap ada di rumah sakit dan setiap hari Davin melihat bayinya yang ada di rumah sakit,
dan bayi Davin dan Dira semakin memburuk, Dira hanya menangis saja, dan pas ke tujuh hari bayinya di nyatakan meninggal, dan bayinya akan di makamkan di kediaman Davin,
"Kamu yang sabar ya Nak ! " ucap Ibunya Dira,
Dira dan keluarganya akan ikut memakamkan bayinya, di dalam perjalanan Dira tak henti - hentinya menangis,sampai di rumah beberapa kali Dira tidak sadarkan diri Davin setia menemani Dira,
Dan tidak terasa sudah tujuh hari Dira berada di rumah Davin, dan hari ini Dira akan berpamitan kepada Mama Lisa dan Papa Bima untuk pulang,
"Jangan Nak ! Kamu tetap di sini, Dira anak Mama jangan tinggalkan Mama ! Mama janji jika Davin berbuat lagi Mama yang akan ngusir Davin dari rumah " ucap Mama Lisa,
__ADS_1
Jam tujuh malam keluarga Bima sedang makan malam bersama sesudah makan Dira berpamitan untuk pergi istirahat di kamar,
Dira merebahkan badanya di atas kasur sambil memeluk guling sambil menangis,
"Sayang kenapa kamu sakit " ucap Davin sambil duduk di samping Dira,
"Mas ! Sebelum aku pulang kita urus percerain kita, mungkin sampai di sini, Dira ingin pergi dari kehidupan ini, kejarlah impian Mas Davin bersama Mbak Ratna, semoga kelak Mas Davin bahagia denganya, maafkan Dira " ucap Dira sambil duduk di samping Davin,
"Aku capek kamu selalu gitu, sukanya janji dan janji, tetap saja kamu melukai hatiku, aku ngak kuwat aku akan pergi dari kamu, kembalilah kamu sama Ratna itu keinginan kamu sejak kita nikah "jawab Dira sambil menangis,
Sudah satu bulan Dira hidup dengan Davin, Davin selalu perhatian pulang pergi kulia Dira di antar jemput, pulang kulia Dira langsung ke kantor Davin,
__ADS_1
Dan suatu hari Dira mintak ijin untuk melamar kerja di suatu restoran ternama,
"Ngak ! Kamu tetap di sini menemani aku kerja aku sangup membayar berapa yang kamu mau, berapa satu minggu gaji kerja di restoran aku akan membayar kamu sepuluh kali lipat, dan sekarang kamu katakan restoran mana yang akan inginkan " ucap Davin,
Dengan spontan Davin mengajak Dira untuk pergi ke restoran yang ia sebutkan, Davin memesan makanan dan bertanyak ke pada pelayang yang sedang mengantar makanan,
"Oh iya Mbak maaf mau tanyak gaji mbak satu minggu berapa ya boleh saya tau "tanyak Davin dengan nada gugup,
"Murah kok Om ! Satu bulan cuma satu juta lima ratus, tapi Alhamdulillah bisa buat bayar kos " jawab Mbaknya dengan nada senyum,
"Sayang aku akan membayar kamu sebulan lima puluh juta, kerja kamu hanya mendampingin aku kemana saja aku pergi, kamu mau " ucap Davin dengan nada senyum,
__ADS_1
"Ngak mau ! Aku kerja sama kamu, badanku jadi kurus tiap hari melihat kamu bermesraan dengan klayen kerja kamu, engak aku ngak mau biar kamu gaji banyak aku tetap ngak mau, aku akan melamar di restoran tadi, biar gajinya sedikit membuat hati tenang " jawab Dira,