
πππππππππ
***Minggu selanjutnya,
Pagi ini aku merasa sangat lemah. Aku masih terbaring pulas di kasur. Kak Arsy sedang sibuk membereskan rumah...
Aku hendak bangun tiba-tiba punggung terasa sakit, aku tidak bisa menganggat badanku. Perutku mulai geram...
Kak Arsy, seruku memanggil kak Arsy
Kak. Kak Arsy..duuuhhh sakiiit kak Arsy tolong.. sahutku berusaha untuk membangunkan diri dengan memegang erat punggungku.
Kak Arsy yang sedang mengepal lantai sontak terkaget mendengarku teriak kesakitan dan membuang alat pel yang melekat di tangannya....
Putri, gumamnya sambil berlari naik ke kamar....
Sayang, kamu kenapa.? Tanyanya dengan girang
Perut aku sakit kak, tadi pas bangun punggung aku terasa sakit dan berat aku tidak bisa membangunkan diriku...
Kak Arsy bergegas mendekat lalu membangunkan aku... terlihat wajah panik di wajahnya....
Ayo kita segera ke dokter, seru kak Arsy dengan nada khawatir...
Kak Arsy menggendong aku turun dan meletakkan aku di atas mobil....
Kak Arsy melajukan mobil dengan tertatih, kendaraan pagi ini terlihat padat karena jadwal keberangkatan kantor... kak Arsy menghubungi dr. Kaina memberitahu kalau aku sedang mengalami kontraksi....
Setelah melewati padatnya kendaraan akhirnya kami tiba di rumah sakit....
Suster dan perawat segera menangani aku.... para bidan dan dokter hendak masuk ke ruangan dan memeriksa keadaan baby....
__ADS_1
Pak Arsy silahkan masuk mendapingi istri bapak... pintah dokter
Kak Asry segera masuk keruangan setelah menutup telefon dengan mama...
Kak Arsy duduk di samping bagian atas. Aku merasakan sakit yang luar biasa, perjuangan melahirkan tidaklah mudah.... aku menggenggam erat tangan kak Arsy sesekali kak Arsy mengecup keningku dan berbisik,,,
Yang kuat sayang, berjuanglah demi anak kita, kuat. Kau pasti bisa.....
Keringat bercucuran di wajahku, tak kuasa menahan sakit...
Dengan rasa sakit pun yang aku rasakan aku tetap berusaha memfokuskan diriku untuk mendengar perintah dokter....
Seruan demi seruan dari para bidan, hingga rasa sakti seketika melayang mendengar tangisan tersebut...
Anakku, ucapku sambil tak kuasa membendung air mata. Haru seketika aku telah melahirkan anakku. Aku masih terbaring lemas di tempat pembaringan, kak Arsy bergegas keluar mengikuti arah dokter membawa si bayi....
Kak Arsy di arahkan untuk berwudhu dan mengikomahkan si baby...
Mah, maafin Putri kalau Putri punya salah terhadap mama. Aku baru tahu bagaimana mama melahirkan aku dulu....
Hussttt... sudah jangan nangis, mama bahagia melahirkan kamu. Seperti sekarang kamu pasti bahagia telah melahirkan anak kamu.. cetus mama menenangkan sambil mencium keningku....
Dr. Kaina masuk ke ruangan dan ingin memeriksa keadaan aku,,,,
Dok kapan aku bisa ketemu anak aku.? Tanyaku pada dr. Kaina
Bayinya masih d ruangan sebentar yah ada waktunya, Arsy ada di sana, tenang yah....anak kamu perempuan cantik seperti kamu. Seru dokter Kaina yang sudah mengenal kandungan aku sejak dini...
-----------------
ππππππ
__ADS_1
Aku tidak sabar melihat wajahnya, gumamku....
Dr. Kaina datang dan membawa bayi di gendongannya, kak Arsy mengikuti dr. Kaina dari belakang....
Ini bayinya,,, sambil membaringkan di dekat aku...
Lihat perempuan kan. Seru dr. Kaina sambil melirik kak Arsy yang berdiri di sampingnya...
Hahahah... kamu hebat, sambil mengajukan kedua jempolnya kepada dr. Kaina, tak salah Revan menikahi kamu...celetus kak Arsy memuji dr. Kaina...
Wah, kamu....wajah dr. Kaina nampak memerah dapat pujian dari kak Arsy...
Istri kamu lebih hebat bisa melahirkan anak kamu, tambah dr. Kaina...
Hmmmm.. aku sadar bahwa perempuan memang sangat hebat luar biasa.... cetus kak Arsy sambil mengecup keningku...
πππππ
Tiba-tiba bayinya nangis, tuh anak kamu cemburu liat kamu mencium mamanya.... cetus dr. Kaina yang memang kami sangat akrab dengannya....
Ooh.. iyya hampir lupa ini vitamin untuk kamu, rajin makan yah supaya Asinya lancar di minum setelah makan, Bayinya bisa lansung di berikan Asi .... ucap dr. Kaina sambil pamit keluar dari ruangan....
β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘
.
.
.
.
__ADS_1
dont forget to clickπ and π